UHT, Pasteurisasi, dan Murni


Bakteri E.coli pada Susu Murni

Bakteri E.coli pada Susu Murni

Susu merupakan salah satu minuman yang sehat untuk dikonsumsi. Bahkan susu adalah pelengkap makanan emapt sehat lima sempurna. Susu memang mengandung gizi yang tinggi untuk kesehatan tubuh manusia terutama balita. Beragam macam jenis susu, rasa, kemasan, dan harga banyak tersedia di pasaran. Namun, pernahkah Anda berpikir ” Apakah susu yang sering kita konsumsi mengandung bakteri Coli?” Banyak masyarakat yang tidak terlalu mempedulikan kualitas susu yang dikonsumsi, termasuk saya. Sebelum saya mengikuti praktikum mikrobiologi susu, saya seperti Anda kebanyakan. Tapi, Insya Allah sebagai seorang perempuan dan calon ibu saya harus pandai memilih dan mengolah susu yang saya konsumsi agar tubuh tetap sehat dan fit.

Metode praktikum yang digunakan adalah metode yang sama seperti metode penentuan kualitas air yaitu Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT).  Penggunaan BGB (Brilliant Green Bile) 2% sama halnya dengan medium kaldu laktosa dalam uji pemeriksaan E.coli dalam air. Adanya bile dapat menekan atau menghambat pertumbuhan bakteri lain selain E.coli sehingga kita hanya dapat mengamati adanya E.coli. Warna hijau ini dapat membedakan dengan jelas antara hasil positif dan negatif.

Hasil praktikum yang saya jalani didapat data sebagai berikut :

  • Inkubasi 24 jam pada Brilliant Green Bile (BGB) 2 % didapat data sebagai berikut :  Hasil uji pendugaan (didapat bahwa susu UHT memiliki jumlah tabung yang positif 0,1,0 sehingga indeks JPT per 100 ml yaitu 3. Susu pasteurisasi dan susu murni memiliki jumlah tabung positif 3,3,3 sehingga indeks JPT per 100 ml > 1100. Dalam 100 ml susu UHT diperkirakan memiliki jumlah E.coli sebanyak 3, sedangkan susu murni lebih dari 1100 E.coli per 100 ml. Bisa kita lihat perbandingan kualitasnya hanya dengan uji pendugaan. Banyaknya E.coli yang terdapat dalam susu murni disebabkan akibat pengolahannya yang mungkin terkontaminasi oleh bakteri. Selain itu, pada susu pasteurisasi disinyalir masih terjadi kontaminasi dengan mikroorganisme yang terdapat di tempat pengolahan. Hasil uji ini mengindikasikan bahwa susu UHT memiliki kualitas bagus dibanding dengan susu lainnya.
  • Setelah diinkubasi selama 24 jam dalam agar EMB pada cawan petri, susu UHT tidak terdapat bakteri apapun yang tumbuh sehingga hasilnya sudah pasti dinyatakkan tidak terdapat bakteri E.coli yang merupakan bakteri yang memiliki suhu optimum 37oC. Namun, pada susu pasteurisasi dan murni masih menampakkan adanya pertumbuhan E.coli dengan ditandai dengan warna hitam pada bagian yang distreak. Hasil pengamatan ini menetapkan bahwa susu UHT bebas dari bakteri E.coli dan lainnya, sedangkan susu murni dan pasteurisasi positif mengandung E.coli.
colimurni81

Susu Murni pada EMB Agar

  • Hasil pengamatan pewarnaan gram (completed test) pada susu murni dan pasteurisasi, bakteri berbentuk batang dan berwarna merah yang mengindikasikan bakteri gram negatif dan merujuk pada ciri-ciri bakteri E.coli. Hasil ini melengkapi uji pendugaan dan penetapan pada susu murni dan pasteurisasi, dimana keduanya memiliki JPT E.coli >1100 per 100 ml. Sedangkan pada susu UHT (Ultra High Temperature) menunjukkan kualitas yang bagus , saat melalui uji pendugaan susu tersebut sudah mengindikasikan adanya kemungkinan tidak memiliki bakteri E.coli. Hal ini dibuktikan pada uji penetapan, dimana tidak tumbuhnya bakteri E.coli pada cawan petri sehingga dapat diindikasikan tidak mengandung bakteri golongan coli.

Jika dilihat menurut proses pengolahan ketiga susu tersebut, susu UHT memang lebih berkualitas dan tidak terkena dengan kontaminan, mulai dari tempat hingga proses pengolahan dengan menggunakan Ultra high temperature walaupun beberapa detik saja, namun langsung dikemas dalam kemasan yang tahan dari kontaminasi bakteri luar. Biasanya susu UHT diproduksi di lingkungan pabrik dengan sanitasi yang sangat bagus dan steril sehingga dimungkinkan diproduksi tanpa bantuan atau campur tangan manusia. Berbeda dengan susu murni dan pasteurisasi yang merupakan susu yang diolah dalam industri skala kecil sehingga pengolahan pun masih bersifat tradisional yang memungkinkan adanya campur tangan manusia sehingga pengolahannya pun dapat terjadi kontaminasi coli fekal yang dekat dengan tinja/feses manusia maupun hewan penghasil susu tersebut.

Biasanya susu murni hanya bertahan selama 1-2 hari setelah itu nilai gizi dan kualitasnya mulai buruk dikarenakan banyaknya bakteri dan mikroorganisme lain yang mulai tumbuh didalamnya. Jika melebihi 2 hari biasanya susu menjadi menggumpal dan berbau asam menandakan tumbuhnya bakteri. Susu pasteurisasi harus disimpan dalam suhu rendah antara 5-6oC walaupun bisa bertahan hingga 2 minggu, kualitasnya cukup buruk sama halnya dengan susu murni karena bisa saja ketika disimpan di lemari pendingin terkontaminasi oleh bakteri yang berada di makanan atau produk lain. Pada susu UHT bisa bertahan hingga 1 tahun jika kemasan tidak rusak dan terkontaminasi dnegan udara karena sela pengolahan bakteri atau mikroorganisme yang berada dalam susu telah disterilkan dengan temperatur yang tinggi.

** Kesimpulan :

Saat dilakukan uji pendugaan dari ketiga susu tersebut susu UHT tidak mengindikasikan kulalitas yang buruk sebagaimana susu pasteurisasi dan murni. Begitu pula saat melalui uji penentuan susu UHT tidak mengandung bakteri E.coli sama sekali terlihat pada agar EMB diatas. Sedangkan kedua susu lainnya menunjukkan adanya bakteri E.coli. Lalu saat dilakukan uji kelengkapan, susu pasteurisasi dan susu murni postif mengandung bakteri coli sebagaimana yang terlihat pada mikroskop. Bakteri berwarna merah dan berbentuk batang yang merupakan bakteri gram negatif yang merupakan karakteristik bakteri coli.

 

About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s