Home Composting


Komposting proses merupakan pengubahan sampah, daun, sampah dapur, dan sampah kebun, menjadi bernilai ketika digunakan untuk kebutuhan kebun (pertanian). Penambahan kompos akan menyebabkan tanaman tumbuh lebih sehat.Komposting bisa juga membantu menyelesaikan permasalahan limbah padat, seperti makanan dan sampah pekarangan (daun) yang terdiri dari 30% lebih sampah padat.

5 Aspek Dasar dari home composting

  • Organisme yang terlibat

Dekomposisi adalah bagian alamiah dari siklus nutrien dari organisme hidup. Kompsoting merupakan salah satu cara untuk mempercepat proses penguraian melalui proses mikrobiologi. Banyak organisme yang dikembangkan untuk membusukkan atau menguraikan materi sebagai sumber makanan mereka. Makhluk bersel tunggal dan mikroskopis dapat ditemukan hampir diseluruh lingkungan kita. Walaupun mereka sangat kecil untuk dilihat, mereka bertanggungjawab pada semua penguraian. Fungi dan molds juga organisme yang penting, White rot fungi dapat beradaptasi dengan baik untuk menguraikan material kayu seperti chipped brush. Earthworm mungkin adalah dekomposer paling populer. Campuran tanah dan materi organik pada pencernaan cacing  dapat memproduksi agregat tanah yang kaya dengan nutrien untuk memperbaiki sturktur tanah. Semua dekomposer berikatan secara bersama dalam feeding web yang kompleks. Mereka mengembalikkan limbah organik menjadi humus untuk kesuburan tanah.

  • Manajemen komponen dalam proses komposting

Proses alami dari penguraian akan terjadi tanpa bantuan dari manusia, akan tetapi beberapa faktor dapat dikendalikan untuk mempercepat proses pengomposan. Organisme menggunakan karbon sebagai sumber energi dan nitrogen untuk pertumbuhan dan reproduksi. Tanpa nitrogen yang cukup, akan  menyebabkan sedikit mikroorganisme dan dekomposisi terjadi sangat lama. Jika terlalu banyak nitrogen dalam kompos, akan menyebabkan beberapa kembali menjadi amonia yang berbau busuk. Perbandingan optimum antara C:N berkisar antari 30 :1. Perbandingan ini akan membuat kompos menjadi cepat panas. Rumput, pupuk kandang, dan tumbuhan hijau segar memiliki nitrogen yang tinggi. Dedaunan,semak belukar, sawdust, dan kepingan kayu merupakan sumber karbon. Pencampuran sumber karbon dan material nitrogen dapat menyediakan perbandingan C:N yang cukup baik. Luas permukaan merupakan faktor kunci lain untuk dipertimbangkan. Selama proses mikrobiologi dalam dekomposisi, terjadi pada film tipis di atas permukaan partikel. Partikel yang besar memiliki luas permukaan kecil dibandingkan dengan potongan partikel yang sama menjadi kepingan yang lebih kecil. Oleh karena itu, jika partikel terlalu besar, proses yang terjadi akan sangat lama. Satu inchi kepingan kayu akan diuraikan lebih lama daripada butiran kecil dari kepingan kayu kering (sawdust). Cara paling mudah untuk mencabik daun jatuh adalah memotongnya sebelum menguburnya untuk dikompos.Organisme pengurai membutuhkan air juga. Proses dekomposisi akan berjalan lambat jika air terlalu banyak atau terlalu sedikit. Kandungan kelembaban optimum untuk kompos sekitar 40-60 %,cukup lembab hingga terasa basah ditangan ketika disentuh. Tapi cukup kering jika diperas menghasilkan tidak lebih dari satu atau dua tetes air.Banyak mikroorganisme yang aktif dalam pengomposan membutuhkan oksigen untuk hidup. Aktivitas aerob membentuk karbon dioksida dan panas sebagai produk. Jika terlalu sedikit  oksigen yang terdapat dalam kompos, proses yang terjadi adalah anaerob. Kondisi ini menghasilkan bau tidak sedap. Produk dekomposisi anaerob menghasilkan gas metan dan hidrogen sulfida. H2S berbau seperti telur busuk.Temperatur ideal untuk pengomposan yaitu antara 90 dan 150 derajat Fahreinheit. Temperatur yang tinggi dapat membunuh bibit rumput liar dan penyakit organisme, tapi temperatur diatas 150 derajat fahrenheit akan membunuh dekomposer dan melambatkan proses penguraian yang terjadi.Gundukan kompos berukuran minimum 1 kubik yard. Gundukan kecil mungkin tidak memiliki cukup masa untuk menahan panas dari penguraian.Bakteri bereproduksi dengan cepat dan secara alami berada di udara dan tanah, jadi biasanya tidak perlu ditambahkan dalam tumpukan kompos. Dari sekian banyak inokulan atau starter  kompos tersedia, yang paling baik adalah yang menghasilkan kompos paling baik.

  • Tipe material yang dapat dikomposkan

Hampir semua materi organik dapat dijadikan kompos, tapi beberapa sulit untuk digunakan dalam home composting. Sementara kebanyakan daun dengan jelas mengandung karbon yang tinggi, daun maple memiliki perbandingan C:N hampir mendekati 30 :1. Dengan kelembaban yang tepat dan frekuensi pembalikkan yang tepat, daun maple bisa hancur hanya dalam waktu kurang dari seminggu.Daun oak memiliki perbandingan  C : N , 60 : 1 dan juga memiliki tingkatan tannins yang resisten terhadap kebusukan. Campuran daun tersebut dengan material nitrogen yang tinggi akan mempercepat proses dekomposisi.

  • Sistem home composting

Sampah pekarangan rumah dapat dikomposkan menggunakan sistem yang bervariasi, termasuk holding units, turning units, dan mulching. Sistem pengomposan makanan termasuk incorporations, turning units, dan vermicomposting ( pengomposan dengan menggunakan cacing). Banyak pilihan berbeda tersedia dalam melakukan pengomposan. Pilihan pertama adalah holding units dimana sampah diakumulasikan. Setelah material ditambahkan pada holding units kemudian disimpan dan tidak diganggu agar terjadi pengomposan. Pagar salju akan membuat struktur sederhana dan mudah dipindahkan. Pilihan lain adalah kurungan kawat yang terbuat dari pagar seperti kandnag ayam. Bak seperti ini bekerja dengan baik untuk material seperti daun.Penggunaan pallet seringkali disediakan dengan bebas dari manufaktur. Diikat atau dipaku secara bersama akan membuatnya berisi kompos dengan struktur yang stabil. Pemindahan kompos dari satu bak ke bak lain setiap minggu dengan dasar akan membuat kompos cepat terbentuk namun membutuhkan usaha yang besar.Metode turning unit digunakan untuk membuat kompos cepat terbentuk dan lebih cocok untuk sampah makanan. Kompos sering dibolak-balik agar terjadi aerasi. Drum yang berputar bisa digunakan untuk membalikakn sampah. Cara paling mudah untuk pengomposan adalah menguburnya di kebun atau lapangan. Kedalaman kuburan kompos tersebut sekitar 6-8 inchi agar tidak digali oleh hewan. Sampah makanan dan kebun dapat menyediakan manfaat bagi kebun

  • Kegunaan dari kompos

Home composting tersedia bagi keluarga dengan kesempatan dapat mengubah material sampah menjadi tanah yang bernilai baik. Hasil yang terbaik dari proses yang terjadi adalah lebih sehat, lebih produktif, dan lebih mudah untuk memelihara kebun. Tantangan kita adalah mengubah paradigma penduduk terhadap pembuangan sampah dan membuat mereka peduli untuk alternatif pembuangan sampah yang bernilai. Home composting menawarkan kesempatan pada penduduk untuk berkontribusi menyelesaikan masalah sampah dan menerima manfaat dari hasilnya untuk kebun mereka.