Featured

It’s about Fathima and ‘Ali


There is a secret in Ali’s deep heart that never told to anyone. Fathimah, his little friend, dearest daughter of Rasulullah, the Prophet Muhammad, and his cousin as well, has captivated his heart. Her modesty, her faith, her agility work, and her appearance..

Look at that girl, one day when his father back to home with bleeding wounds and his head was smeared by camel entrails, she carefully cleaned and wiped it with love. She burnt the rag and put it on the wounds to stop bleeding.

She did all of it with misting eyes and crying hearts. Muhammad ibn ‘Abdullah, Al-Amin, don’t deserve to be treated such by his people! Then the young girl come up! She bravely walked to Kaaba. There are, the leaders of Quraysh was laughing to their action to Rasulullah, the Prophet, suddenly gripped by silence. Fathimah scolded them. Time seemed to stop, did not give a chance to their bitch mouth to replied.

Awesome !

‘Ali didn’t know whether that feeling is love.

Yet, he was startled when one day heard the shocking news. Fathimah got a proposal marriage from the most familiar and closed man to the Prophet. A man who defended Islam with his proverty and soul since the first treatise of Rasulullah. And no doubt to his faith and his akhlaq (behaviour), Abu Bakr Ash-Shiddiq, r.a.  Continue reading

Segerakan!


4f4eea60fa2b15a3c6b0dce771411d01Beberapa waktu lalu diingatkan lagi tentang perkara – perkara seorang muslim yang perlu wajib disegerakan, sesuai dengan hadis berikut : Dari Hatim Al-Ashom -rahimahullah- berkata :

“Dikatakan, “Ketergesa-gesaan itu dari setan, kecuali dalam lima perkara: menghidangkan makanan jika tamu telah hadir, mengurusi jenazah jika telah wafat, menikahkan anak gadis jika telah baligh, menunaikan utang jika telah jatuh tempo, dan bertobat dari dosa jika telah melakukan dosa”. [HR. Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (8/78)]

Perkara yang ingin saya share kali ini adalah menunaikan utang jika telah jatuh tempo. 

Hadits shahih dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jiwa seorang mukmin itu tergantung karena hutangnya hingga hutangnya dilunasi” (HR Imam Thurmudzy).

Betapa berat persoalan utang ini, bahkan ketika seseorang meninggal di jalan Allah, Allah akan menghapuskan dosa dosanya, kecuali Hutang. Dari Abu Qotaadah radhiallahu ‘anhu :

“…Lalu ada seorang lelaki berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku terbunuh di jalan Allah, apakah dosa-dosaku akan tertebuskan?”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Iya, jika engkau meninggal berjihad di jalan Allah dan engkau dalam kondisi bersabar dan berharap, maju dan tidak mundur”.
Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Bagaimana yang kau katakan?”. Lelaki itu berkata, “Bagaimana, jika aku terbunuh di jalan Allah, apakah dosa-dosa tertebuskan?”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Iya, dan engkau dalam kondisi bersabar dan berharap, maju dan tidak mundur, Kecuali Hutang, sesungguhnya Jibril mengatakan hal itu kepadaku” (HR Muslim no 1885) Continue reading

What kind of stripes make you look slimmer?


"You know, the vertical stripes do make you look thinner!"Vertical ones, surely?

Nope.

According to research carried out in 2008 at the University of York, it is stripes running across the body that make the wearer appear more trim. The experiment asked people to compare over 200 pairs of pictures of women wearing dresses with either horizontal or vertical stripes and say which of them looked fatter. The results showed conclusively that, with two women of the same size, the one wearing the horizontal stripes appeared to be thinner of the two. In fact, to make the women appear to be the same size, the one in the horizontal stripes had to be 6 per cent wider.

Led by psychologist Dr Peter Thompson, the York team had been puzzled that the conventional view that vertical stripes are ‘slimming’ went against a famous optical illusion, the Helmholtz square, in which a square filled with horizontal lines appears taller than one filled with vertical ones. Continue reading

Flying With Baby


whatsapp-image-2016-11-18-at-11-07-32

Yara was sleeping in baby Bassinet (Emirates)

The first time flying with baby and long journey can be really worrying and tricky. Sebelum berangkat cari cari info, maskapai mana yang baby friendly, tapi setiap tanya ini dan itu, pasti semua orang punya persepsi masing – masing dong ya. Akhirnya kita hanya cari cari info apa yang harus dilakukan saat terbang bersama bayi apalagi bayi yang masih 6 bulan. Maskapai yang kami pilih jatuh pada Emirates. Alasannya, suami saya pengen nyobain pesawat double deck. Haha. Lalu nyobain transit di Dubai Int’l Airport yang katanya keren itu.

Lalu apa saja kebutuhan bayi saat berpesawat ? Ini sama saja dengan keperluan bayi kalau keluar rumah, yaitu :

  1. Nappies/popok
  2. Nappy sacks/kresek/plastik untuk popok bekas
  3. Baby wipes
  4. Travel changing mat/alas buat ganti popok
  5. Hand sanitizers
  6. Tissue
  7. Baju ganti

Jika bayi sudah mulai weaning bisa bawa cemilan atau makanan bayi atau bisa pesan baby food di maskapai saat melakukan pemesanan ticket plus terkait baby bassinet untuk bayi < 1 yo. Lumayan loh 8 jam perjalanan gendong bayi kalau nggak ada baby bassinet, at least kalaupun si bayi nggak mau ditaruh di sana, bisa digunakan buat nyimpen barang haha. Selain itu barang tambahan seperti baby toys (optional). Perlengkapan diatas dibawa di cabin loh ya bukan baggage. Continue reading

Penné Tofu Cheese


img_1024

Bake Penné Tofu Cheese

Ini adalah resep mirip Mac & Cheese, mudah dibuat, mengenyangkan, dan enak. Bahan bahan yang digunakan :

  1. Penné  kurleb 100 gr (bisa menggunakan ravioli, macaroni atau fussili, kalau pasta model spaghetti atau fetucinni mungkin agak susah buat bayi, tapi kalau mau dicoba silahkan)
  2. Tofu sesuai selera
  3. Mature Cheddar dan Slice Leicester Cheese sesuai selera
  4. Wholemilk/Susu murni 300-400 ml
  5. Potato Starch (boleh menggunakan terigu biasa, hanya berfungsi sebagai pengental) 1-2 tbs
  6. Butter 1 tbs
  7. Spring Onion (optional)
  8. Parsley (optional)
  9. Merica (optional)

Cara Membuat :

  1. Rebus pasta penné hingga matang, tiriskan
  2. Masukkan butter kedalam panci hingga mencair (api sedang)
  3. Masukkan Wholemilk, aduk
  4. Masukkan potato starch/terigu aduk hingga mengental
  5. Masukkan cheddar/varian keju lain seperti mozarella/parmesan, aduk hingga merata
  6. Masukan spring onion
  7. Masukan pasta, aduk hingga merata
  8. Masukan Tofu
  9. Masak hingga matang dan creamy
  10. Sajikan dengan taburan parsley

Dengan seperti ini saja sebenarnya sudah bisa langsung disantap dengan syarat tingkat kematangan pasta nya pas. Nah, karena ternyata pas udah dicoba si pastanya masih belum matang betul, tapi sudah creamy dan mengental, (lama-lama dimasak malah gosong), akhirnya saya oven, jadinya bake Penné Tofu with extra Cheese. Selamat Mencoba! Enjoy this with your baby.

 

Yara’s Weaning Journey


Pekan ini gadis kecilku genap berusia 10 bulan. Ternyata, waktu berjalan begitu cepat. Sebagai mahmud tentunya banyak adjektif adjektif yang membersamai kami selama 10 bulan ini. Sekarang Yara sedang hobby manjat manjat benda benda yang tinggi, berusaha berdiri sendiri, berjalan dari satu ujung meja ke ujung meja lainnya. Tak jarang ia terjatuh, karena tak mampu menahan berat tubuhnya yang sebenarnya mungil, haha. Atau ia akan berteriak teriak jika sudah bosan berdiri, karenaaaaa dia belum bisa duduk sendiri dari posisi berdiri, maka ia akan berteriak dan menghentakkan kakinya. Haha.

Lalu bagaimana perjalanan dalam hal weaning? Wowwowwow… Luar biasa susah sekali makannya. Haha. Pertama kali saya memutuskan untuk mengikuti metode BLW (menurut HV hal ini bisa merangsang kemandirian dalam diri anak saat makan, melatih motorik juga). Apa sih BLW? Saat saya pulang ke Indonesia 3 bulan yang lalu, sahabat saya bercerita dengan heboh tentang metode ini, baru masuk Indonesia kah? Atau mamak mamaknya baru ngetrend? Tak tahulah saya. Saat diceritakan saya angguk angguk senyum aja. Hihihi. Karena Yara sudah menggunakan metode tersebut saat pertama kali mengenal makanan.

Tapi hal ini hanya berlangsung 2-3 pekan, akhirnya mamaknya menyerah, jadilah mixed with spoon feeding method. BLW (Baby Lead Weaning) digunakan saat Yara makan fruits, baby snacks, rice cakes, biscotti, steam veggie, atau string cheese, walaupun main meal tetap disuapin Bunda. haha

Nah, awal awal BLW Yara suka gagging, ahaha (emaknya ketawa, jahat bingit) tapi alhamdulillah nggak sampai choking. Perjalanan makan dari yang dia raba raba makanannya suka bikin ngakak, gayanya macam megang hedgehog, padahal cuma kukusan cauliflower/broccoli. Udah gitu diliatin, diputer puter pakai tangan, bolak balik dari tangan kiri ke tangan kanan, dimasukin mulut, terus dijilat, adalah mungkin 15 menit dia explore makanannya hingga ia mulai masukin mulut dan diemut atau dikunyah asal langsung telen.  Continue reading

Becoming A Mother


Buat Mami tercinta, yang cintanya tak pernah berkurang seiring masa, yang kelembutannya senantiasa terasa dalam sanubari, yang kata kata nya tak pernah mengiris hati, yang amarahnya tanda sayang sepenuh hati, yang tak pernah banyak menuntut ini dan itu, yang tak pernah mengeluh kendati hidup penuh onak dan duri, yang walaupun hatinya pernah tersakiti tapi kesabaran dan ketabahan serta kemurahan hati untuk memaafkan yang selalu kutemui, dan masakan favorit yang akan selalu kurindukan sepanjang sisa usia, satu yang kujanjikan padamu, aku akan menjadi Ibu yang tak pernah menyakiti hati putri kecilku baik dengan lisan maupun perbuatan, untuk cucu terakhir mu yang tak kan pernah mengenalmu dan tak berkesempatan memelukmu.

Sembilan bulan kebersamaan dengan si gadis kecilku, membuat banyak hal dalam diri untuk merenungi peran seorang ibu. Hari demi hari ia tumbuh menjadi gadis yang mulai canggih dalam meniru setiap polah manusia di sampingnya, terlebih lagi, aku sebagai sang Bundanya.Hari demi hari ia mulai cekatan dalam berkomunikasi meskipun masih eh, eh , eh, sampai seorang pramugari gemas dan menggendongnya, haha.

Dalam kebersamaan perkembangan dan pertumbuhannya yang mulai aktif meniru, kita sebagai orang tua terlebih (lagi) saya sebagai ibu, harus pandai dalam menjaga perkataan, perbuatan. Rajin -rajin mengerem kesal dan menurunkan nada suara jika sedang kesal, dengan yang di sebelah (wkwk). Ah ternyata betapa sulit menjadi seorang ibu.

Salute! to my best mom forever. Bangga sama mami yang bisa membesarkan 6 anak hingga dewasa dan menikah, walaupun tentunya dengan berbagai macam karakter. Dan bangga karena aku tahu, beliau punya treatment tertentu terhadap anak satu dan lainnya. Ia tidak pernah menyamaratakan satu anak dan lainnya, agar si A harus bisa juga seperti si D, yang berujung dengan membandingkan si A dengan si G anak tetangga, menumbuhkan sifat penuntut, tidak puas, dan tidak bangga terhadap anak sendiri (cem drama drama korea?).

Apalagi perkembangan zaman saat ini makin ngeri dengan adanya media sosial, forum rumpi 1, 2, 3, grup ini grup itu, si K membahas anaknya yang sudah begini, terus tetiba panas (setidaknya adalah ya sedikitnya kesulut korek api (atau saya aja?)) kerana dengan usia yang sama, anak sendiri belum seperti si K. Akhirnya keceplosan ke anak sendiri, “kok kamu belum bisa ini sih kayak itu?”,tak tahu lah si emak bahwa anak bayi juga punya daya ingat yang bisa masuk ke subconscious mind. Ini salah satu pendidikan emak emak dalam mendidik anak (versi saya), bahwa seorang ibu emak emak harus bisa menjaga lidahnya, bisa bisa nanti anaknya kena verbal abuse sama emaknya (kebanyakan nonton film psikologi nih saya). Ah sungguh, emak emak abad 21 sungguh luar biasa tantangannya.

Indeed, becoming a mother is not easy!

Lalu lalu, harus gimana? Harus selalu nempel sama Allah, minta perlindungan, minta dikuatkan diri menjadi ibu yang shaliha, yang mendidik generasi pembangkit peradaban islam, dilindungi dari bahaya bahaya riya, hasad, hasud, dari berbagai arah 🙂

Be protective but not overprotetcive! Be kind and be wise! Be a mother, a sister, and a friend to your children 🙂

Leeds, January 4, 2017

Fashion & Lingkungan


[Belajar Nulis]  Industri fashion merupakan salah satu industri yang berkembang dengan cepat dan pesat. Hal ini ditunjang dengan beragam media baik elektronik maupun cetak. Industri ini berkembang tak hanya di negara maju tetapi juga negara negara dunia berkembang, seperti Indonesia.

Pengalaman tinggal di negara maju yang memiliki 4 musim, perkembangan industri fashion amat sangat cepat, sesuai dengan pergantian musim. Tentunya hal ini berdampak terhadap lingkungan baik nature maupun sosial budaya. Masyarakat banyak membeli pakaian setiap musim dengan harga murah disertai kualitas yang kadang murah pula. Walaupun banyak brand brand fashion ternama yang juga akan mengganti beberapa model design fashion setiap musim.

Pertumbuhan industri fashion yang pesat mengakibatkan budaya masyarakat yang juga akan mengikuti trend setiap musim. Hal ini tentunya menimbulkan peningkatan ber ton ton pakaian yang tidak terpakai  baik itu kualitas seadanya hingga pakaian dengan kualitas bagus. Berton pakaian bekas tersebut akan berakhir di landfill maupun di recycle, bahkan dibuang ke negara-negara yang mengizinkan dijadikan tempat sampah oleh dunia maju sana. Contohnya, di Bandung ada Cimol di kawasan Gedebage, banyak pakaian-pakaian bekas yang masih layak pakai dengan harga cuma-cuma, asal pintar memilih dan memilah. Kalau Anda beruntung, Anda bisa mendapatkan pakaian mulai dari pakaian tidur hingga pakaian musim dingin dengan brand brand ternama.

*di UK sendiri ada yang namanya Charity Shop atau Community Shop dimana menjual berbagai macam barang second hand dari mulai pakaian hingga peralatan rumah tangga dengan harga yang murmer*

Industri fashion salah satunya mengandalkan industri textile sebagai salah satu bahan baku. Seperti yang kita (atau mungkin yang aware terhadap lingkungan aja? ) tahu, industri textile merupakan industri yang menyumbang polusi terbanyak terhadap lingkungan, seperti mencemari badan air dan tanah. Kasus ini banyak terjadi di negara-negara dimana industri textile berkembang pesat, seperti Indonesia, India, Pakistan, Bangladesh, dan China.

Saat ini bahan baku textile dalam industri fashion tak lagi berasal dari cotton atau kayu, tapi banyak bahan baku sintetis lainnya, dikarenakan demand pasar yang sangat besar terhadap textile. sebagian besar bahan sintetis tentunya tidak begitu ramah terhadap lingkungan apabila menjadi sampah yang bertumpuk di landfill. Hal ini dikarenakan bahan bahan sintetis memerlukan waktu yang cukup lama untuk terurai.

Gerakan gerakan Greeneration, Go Green dan sebagainya telah banyak digalakkan diberbagai belahan bumi untuk menyelamatkan lingkungan kita. Pesatnya perkembangan fashion yang menimbulkan permasalahan lingkungan telah membuka mata manusia untuk membuat fashion dari beragam pakaian bekas (recycle). Contohnya membuat baju bayi dari pakaian dewasa yang sudah tidak terpakai.

My 5 Month, 3rd Weeks Journey with My LO


Long story short, she is 5 months 3 weeks now!! Yeay Alhamdulillah. Can’t believe it, we were through the days together with laugh, tiredness, sleepless night. Tidak pernah mengira mendidik bocah kecil “semudah”mengotak ngatik design TPA Sampah. Gadis kecilku tumbuh menjadi si Jangkis : Jangkung Ipis wkwk. Sebanyak apapun mimi susu kamu tetap saja langsing kayak Bundanya.

Ada masa dimana si Bunda frustasi kamu nggak gendut gendut. Tapi teringat percakapan si bocil saat masih di negeri rahim, “De, kamu jangan ndut ndut ya, langsing proporsional sehat aja, biar gendongnya nggak capek”. Haha. Emak macam apa ini. Tapi sampai sekarang bocilku mengikuti saran emaknya. Dia tumbuh meninggi. Baju bajunya mulai “pungset”(apa ini bahasa indonesianya), tapi badannya masih kebesaran. Haha

Tapi itulah ramenya merawat bocah kecil, she is unique, and so the others. Tak perlu membandingkan satu anak dengan anak lainnya. Ataupun merasa anak kita “paling keren segalanya”. Biasa aja. Santai aja. Enjoy aja. Dulu cuma, ah teori doang, sekarang baru kerasa rasanya.Dasar manusia. 😀

Mendidik anak itu belajar untuk bersyukur dan bersabar. Bersyukur atas setiap detik pertumbuhan si bocil. Menikmati setiap kelucuan, tingkah polah nya. Tak lupa juga bersabar untuk hari hari yang “keras”. Bersabar dengan hari hari si bocil cuma pengen mimi dan digendong sama emaknya seharian. Bersabar tangan mungilnya mulai menyambangi berbagai barang disekitarnya. Bersabar dengan polahnya yang mudah bosan dengan satu kegiatan.

Bersyukur karena Allah masih memberikan usia untuk membersamai si bocil menapaki hari demi hari bertumbuh di dunia. May Allah give me strength to look after my little one in many years ahead. Aamiin.

In her nearly 6 months, I’ve already missed her first minute she crawled on my chest, her first crying out loud from her little mouth. I’ve missed her tiny body and her big eyes. She has grown up into a gorgeous baby girl with her lovely big eyes. Her tiny body has gone 😀

And she is ready to challenge a new adventure, Solid Food! Hope she would not be a picky eater like her mother. hehehe

“Whatever you would have your children become, strive to exhibit in your own lives and conversation.”–Lydia H Sigourney

New Skill by Mahmud


Mom-Meme

couldnt agree more! Be creative and be different, in proper way 🙂

Menjadi seorang Mahmud tidaklah semudah melipat pakaian. Banyak hal baru yang akan ditemukan, dan menjadi pekerjaan baru sebagai seorang Mahmud selain tugas mencuci baju yayoy seabreg, nyuci piring, nyedot karpet, beresin dapur, bersihin toilet.

Salah satu pekerjaan baru seorang newmum itu adalah jadi Pelawak. Kebayang kan pelawak? Padahal jadi pelawak itu butuh keahlian. Para pelawak di tipi kan harus latihan gimana caranya membuat pemirsa televisi tertawa terpingkal pingkal karena kelucuannya yang kadang renyah-renyah crunchy. Tapi saat jadi Mamah Muda, semua latihan teori dan lainnya tentang melawak, -lewaaat-… Entah bagaimana caranya, keahlian melawak datang begitu saja.

Mungkin lawakan seorang Mahmud tak serenyah Pelawak lulusan Akademi Pelawak Indonesia. Tapi lawakan peyek belum matang (ngidam kasreng) yang tidak crunchy ini, mampu membuat that tiny human tertawa terpingkal-pingkal (ngageukgeuk— apa ini bahasanya?). Padahal lawakannya cuma haha hihi haha hih ga jelas, cuma peek a boo.. Tapi bisa membuat dunia sang buah hati bersinar dari yang asalnya teriak teriak entah mau apa (biasanya minta digendong atau minta mimi). Walaupun kadang yayay tersenyum senyum kalau emaknya ngajak ketawa.. That’s adorable! Continue reading

Behind the name of My LO!


Dalam sebuah nama terdapat sebuah doa kebaikan bagi sang buah hati.Pemberian nama menjadi sebuah kewajiban bagi orang tua saat bayi dilahirkan. Hal tersebut merupakan kemulian dan kebaikan pertama yang diberikan kepadanya maka hiasilah dengan nama dan julukan yang baik. A good name has a good impact on the soul for the first time we hear it. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu álaihi wa Sallam “Sesungguhnya pada hari kiamat kelak kalian akan dipanggil dengan nama kalian dan nama bapak kalian. Oleh karena itu, indahkanlah nama kalian” (HR. Abu Dawud dari Abu Darda)

Begitulah, my Lovely One born with the name “Kanaya Nayyara Tsabitah”. Kanaya means a girl. Nayyara means radiant, shining and Tsabitah means firmly in place, unshakeable. Harapan padanya menjadi seorang perempuan yang bersinar (dalam kebaikan) dan teguh (dalam ketataan kepadaNya) menapaki kehidupan dunia yang hanya senda gurau belaka.

Nama itu sebenarnya baru diputuskan (disepakati) seminggu sebelum Nayyara lahir, setelah muncul beragam nama lainnya yang akhirnya “klop dengan nama tersebut”. The mother insist on “her name should mean shining/radiant/lightning and the place where she is born” but her father insist that her name should has”Tsabitah that means unshakeable”, or Masyaíl Arrayan (my previous account facebook). Tapi akhirnya muncullah nama Nayyara sekarang. Kanaya Nayyara bagi sebagian orang menggambarkan orang Sunda karena pengulangan, tapi sebenarnya tidak disengaja haha.We just find it so cute when we say it, so just it.

We hope she would be a person like her name 😀