Shophie on my character


“Ukhti, sangat menjiwai sekali. Ga nyangka bisa sejahat dan sejutek itu..” kalimat yang dilontarkan seorang kakak di suatu bincang-bincang sore bersama dengan rekan seperjuanganku menanti buka puasa.

“Lucu deh kalo liat kamu, jutek banget…senyum dong de..” tambahnya lagi. Aku hanya tersenyum dan berkata “ iya yah teh, kenapa bisa?”

“Alhamdulillah kamu tersibghah, kalo nggak ga tau deh kamu jadi apa sekarang…” tuturnya lagi..

“Iya ya, alhamdulillah pintu hidayah itu terbuka” jawabku penuh bangga. Itu adalah sekelumit perjalanan hidupku mencari jalan menuju Surga-Nya.

Sebelumnya yuk kita imajinasikan pengalamanku memerankan sebuah teatrikal di sekolah, yang melatarbelakangi percakapan diatas. Saat mengisi keputrian di sekolah saya terdahulu, alumni membuat sebuah teater tentang kisah seorang akhwat di keluarga yang berantakan. Saat itu, entah mengapa sang sutradari (kan sutradaranya akhwat) meminta saya memerankan tokoh bernama Shopie. Shophie seorang gadis remaja, sukanya hang out, clubbing, nge-gank, berkuasa, merasa diri paling ok, jutek, bahkan seorang pemakai obat. Dia adalah seorang ketua gank yang membawahi 3 orang pengikutnya, salah satunya Ayesha tokoh utama dalam cerita ini.

Setelah berpikir dan dipaksa karena nggak ada orang lain lagi, akhirnya saya menyetujui walaupun selalu bertanya “ Why me?” dan selalu dijawab “Why not?”. Hal yang paling menyebalkan adalah berakting saat memakai narkoba, masya Allah mana saya bisa merasakan pun tidak pernah (alhamdulillah), dan akhirnya teman gank saya yang memerankan bagian tersebut. Setelah selesai teater itu, sorak sorai semua peserta keputrian yang alhamdulillah hanya sekitar 20 orang memecahkan dinding ketegangan (lebai yah? ^_^).

Tiba-tiba, seorang adik kelas berkata “Teh, nggak nyangka teteh bisa sejahat dan sejutek itu?”. Saya hanya menjawab “ Itu kan akting sayang”. Akhirnya dari acara tersebut, beberapa manggil saya Shopie begitu pula sang sutradari yang dengan jenaka memanggil saya Shophie.

Setelah saya merenungi cerita diatas, saya baru tersadar bahwa jika saya tidak tersentuh oleh islam mungkin akan berlaku seperti itu. Tapi Alhamdulillah, teman-teman akhwat dan ikhwan seperjuangan di SMA mengajak saya dalam dunia yang sekarang menjadi tempat saya belajar dan meniti tangga Surga. Kalo diingat saya selalu tersenyum dan terharu. Sungguh Allah Maha Besar dan Maha Penyayang. Ia memberikan cahaya islam lewat tangan-tanganNya. Syukran katsiron untuk murabbiyah tersayang yang telah mengantarkan saya menjadi seseorang yang berbeda.

Back to the real world, nah dari cerita itu, terkadang kakak kelas saya waktu SMA selalu mengingatkan jangan jutek. Senyumlah. Hal yang paling saya suka dari kamu adalah melihat kamu tersenyum walaupun terlihat letih sekalipun. Iya sih terkadang kalo saya lagi capek banget, stress dengan kuliah dan aktivitas, wajah saya sulit sekali ceria alhasil jadinya jutek banget. Padahal sih kalo ada orang yang nyapa pasti saya juga senyum walaupun hanya beberapa detik. Dari sana saya mengambil pelajaran bagaimana pun keadaan kita, sesedih, sestress, sesulit apapun keadaan kita tetaplah tersenyum. Dala hadis shahih Bukhari dan Muslim pun dijelaskan bahwa senyum adalah shadaqah.

Nah sekarang bagaimana caranya agar tetap tersenyum sejelek apapun mood kita? Saya punya beberapa tips agar selalu bisa tersenyum bagaimanapun kondisi kita saat itu.

  • Saat mood jelek datang, perbanyaklah berinteraksi dengan Al-qur’an.
  • Berwudhulah untuk menyejukkan tubuh dari kepenatan.
  • Baca buku-buku hikmah atau refreshing dengan membaca novel mungkin bagi yang suka novel.
  • Berdiam diri dan merenung sejenak hingga mood jelek berangsur-angsur pergi.
  • Perbanyaklah makan buah-buahan agar wajah tetap bersinar dan berseri dan tubuhpun tetap sehat dan bugar sehingga tidak mudah lelah.
  • Shalat malamlah sehingga esok hari wajah kita tetap segar dan berseri seletih apapun. Selain itu dengan shalat malam perasaan kita akan tenang dan damai.

 Untuk teman-teman yang berkarakter moody pandai-pandailah menyiasatinya agar selalu menyenangkan hati orang lain. Silahkan di coba, semoga berhasil. Mintalah kepada Allah untuk dikuatkan dan diteguhkan hati agar bisa selalu berbuat kebaikan sekecil apapun.

Wallahu’alam bishowab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s