Kriteria Manusia Produktif


Tidak ada seorang pun yang tidak berguna di dunia ini, karena setiap orang dapat meringankan beban orang lain..

–Charles Dickens-

 

Seperti kalimat diatas, setiap orang pasti berguna karena kita bisa meringankan beban orang lain sekecil apapun itu. Oleh karena itu kita perlu memahami bagaimana karakter dari manusia produktif. Manusia yang produktif adalah manusia yang menghabiskan waktunya tanpa kesia-siaan, bahkan ia akan lebih banyak memberi dibandingkan dengan menerima kepada orang lain.

Setiap orang berpotensi menajdi produktif, hanya tinggal memolesnya menjadi pribadi yang produktif di segala bidang kehidupan. Beberapa kriteria manusia produktif yaitu :

  • Berorientasi pada prestasi, baik kualitas maupun kuantitasnya

Ketika kita melakukan sesuatu, penting diperlukan orientasi dari apa yang akan kita lakukan. Jika kapal tidak memiliki arah tujuan maka hingga kapanpun ia akan tetap berlabuh di lautan. Begitu pula jika setiap amalan yang kita lakukan tidak memiliki arah dan tujuan akan mendapatkan kesia-siaan belaka.

Dalam hal amanah dakwah orientasi kita adalah menyebarkan nilai-nilai islam di seluruh dunia dan orang-orang sekitar kita sekarang. Ketika melakukkan amanah bukan berarti kita hanya menggugurkan kewajiban kita dalam amanah tersebut. Tapi jadikanlah itu sebagai ladang amal kita untuk meniti surgaNya.

  • Menekan potensi negatif yang ada dalam diri dengan kekuatan yang Allah berikan

Potensi negatif adalah segala sesuatu yang jika kita lakukan memberikan keburukan kepada kita bahkan kepada orang lain. Potensi ini perlu ditekan bahkan dihilangkan dari diri setiap manusia agar kehidupannya selalu berada dalam kebaikan. Potensi negatif yang paling tinggi adalah penyakit hati sehingga membuat sifat seseorang mudah sensitif. Pecahnya ummat muslim adalah karena sebagian muslim lain tidak mampu menjaga dan membersihkan hatinya dari penyakit hati. Prasangka yang buruk terkadang membuat banyak kesalahpahaman antara sesama muslim. Oleh karena itu, pentingnya untuk selalu mendekat kepada Allah swt sehingga bisa menekan potensi negatif yang ada di dalam diri kita.

  • Komitmen dan amanah terhadap perjanjian beban dakwah

Beban dakwah yang sekarang kita emban merupakan akad kita dengan Allah swt bukan dengan jamaah ataupun personal kader dalam kehidupan sehari-hari. Bukti dari adanya komitmen dan amanah adalah optimalisasi dalam menjalankan amanah tersebut. Optimal dalam menjalankan amnah tersebut tanpa harus bergantung pada kondisi atau siapapun, namun hanya bergantung kepada Allah swt. Bukankah setiap kader dakwah harus selalu siap ditempatkan dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun?

  • Fokus dan penuh motivasi

Fokus berarti melakukan sesuatu sesuai dengan targetan yang telah ditetapkan. Dalam hal berdakwah atau dalam hal lain pun kita membutuhkan kefokusan dalam beramanah. Ketika kita fokus terhadap sesuatu maka pencapaian target terhadap amanah tersebut akan lebih mudah. Beda halnya jika kita memiliki fokus yang bercabang atau divergen kita akan lebih sulit melaksanakan amanah yang kita pegang.

Begitu pula dengan motivasi, hal ini merupakan hal penting yang harus dimiliki seseorang dalam melakukan sesuatu. Tanpa motivasi kita tidak akan kuat untuk menjalankan amanah hingga tuntas. Perlunya motivasi ini agar selalu menjadi penyemangat dalam setiap tindakan kita.

  • Memiliki kesehatan mental yang prima dalam kepribadiannya

Kesehatan mental yang dimaksud adalah kesehatan dari segi ruhiyah. Kesehatan ini akan tercapai dengan cara menjaga hubungan dengan Allah swt sang Pencipta (Habluminallah), selalu memperbaharui niat kita dalam setiap amalan, melakukan pencerahan dan peremajaan dalam orientasi hidup, menjadikan ibadah sebagai sesuatu kebutuhan yang mendesak, dan mengusahakan setiap waktu berbuah amal serta mempelajari manjemen waktu.

Kelima hal diatas merupakan kriteria seorang manusia yang produktif dalam hidupnya. Ia tidak akan melewatkan sedetik pun waktunya untuk hal yang tidak bermanfaat. Seseorang yang produktif mampu menjalankan semua amanahnya dengan lebih bijaksana.

Wallahu’alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s