Meninggalkan yang meragukan


Dari Abu Muhammad Hasan ibn Ali ibn Abu Talib r.a cucu dan kesayangan Rasulullah SAW berkata: Saya hafal dari Rasulullah SAW (sabda beliau), “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan kerjakanlah apa yang tidak meragukanmu.”(Hadis riwayat al-Tirmizi dan al-Nasaai. Al-Tarmizi berkata ia adalah hadis hasan sohih. )

Menjauhi perkara syubhaat (meragukan): Menjaga diri dari segala sesuatu yang haram, wara’ (hati-hati) adalah langkah untuk menutup pintu was-was. Sikap was-was merupakan sikap yang berada satu tingkat di atas ragu. Sifat ini merupakan salah sattu langkah syetan untuk menggoda manusia. Seperti yang kita ketahui bahwa segala sesuatu yang berasal dari syetan tidak akan memberikan kebaikan.

Sifat ragu biasanya terjadi satu kali dalam suatu waktu tertentu, apabila sifat ini berulang-kali terjadi dalam waktu yang sama atau berurutan, maka akan menuju sikap was-was yang berasal dari syetan. Contoh kasus yang sering terjadi adalah sifat ragu ketika melakukan ibadah salat, seperti terlupa bilangan rakaat ataupun lupa mengerjakan salah satu rukunnya. Jika hal ini terjadi setelah beberapa saat salat selesai dikerjakan maka tambahlah salat (rakaat/rukun yang terlupa) tersebut lalu menyempurnakannnya. Namun, apabila rentang waktu ingatnya atau terjadinya keraguan tersebut lama maka ulanglah salat tersebut dan sempurnakan dengan sujud syahwi. Seorang mukmin tidak seharusnya terus melakukan sesuatu yang dia sendiri merasa sangsi dan ragu. Hal ini menyebabkannya dirinya akan terjebak dan jatuh dalam perkara yang hukumnya haram.

Meninggalkan sesuatu karena ragu-ragu dan karena ingin menjaga maruah diri dan keharmonian agama adalah suatu sifat wara’ yang terpuji. Keyakinan adalah asas amalan dalam lslam. Amalan yang dilakukan dengan yakin akan sah dan diberikan ganjaran pahala. Sebaliknya amalan yang dilakukan secara ragu-ragu, tidak akan memadai dan mesti diulangi. Selalulah minta diteguhkan hati dan jiwa agar selalu ada dalam perkara yang benar kepada Allah yang Maha Besar dan Maha Mengetahui. Tinggalkanlah apa-apa yang membuat ragu kepada hal yang tidak membuat ragu. Wallahu’alam bishshowab..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s