Sesungguhnya Aku Takut Kepada Allah SWT


Salah seorang yang terkenal kesalehannya mengatakan bahwa dahulu ketika ia pergi ke Mesir, ia melihat seorang pandai besia yang kebal dnegan api.Pandai besia itu mengeluarkan besi yang telah dibakar dan membolak-baliknya di atas paron (landasan tukang besi) dengan hanya menggunakan kedua tangannya tanpa merasa sakit sama sekali. menyaksiakan sesuatu yang aneh tersebut ia berkata kepada dirinya sendiri ,”Dia pasti orang shaleh yang tidak terbakar oleh panasnya api”. lalu ia pun mendekatinya dan mengucapkan salam.

 Setelah pandai besia mnjawab salamnya, ia mulai bertanya kepadanya,”Tuanku, demi zat yang telah Memberikanmu keramat ini, sudi kiranya tuan mau mendoakan diriku ini.” Mendengar perkataan itu, pandai besi menangis dan berkata,”Demi Allah, sungguh aku tidaklah seperti apa yang kau perkirakan.” Lalu ia berkata,” Saudaraku tidak ada yang mampu melakukan seperti apa yang Anda lakukan ini kecuali oleh orang-orang yang saleh.” Pandai besi  berkata,”Sesungguhnya ada cerita menarik di belakang keajaiban yang Anda lihat.” Ia pun berkata, ” Kalau Anda berkenan, aku ingin mengetahui cerita itu.” Maka, pandai besi berkata,” BAiklah, aku akan ceritakan kepadamu. Pada suatu hari aku sednag duduk-duduk di kios tempat bekerjaku ini. Bisa dikatakan bahwa aku termasuk orang yang sering bergaul dan berhubungan dengan semua orang. Ketika itu tiba-tiba ada seorang wanita yang berdiri di depan kiosku. Belum pernah aku melihat wajah secantik itu sebelumnya. Si wanita tadi berkata kepadaku, ‘wahai saudaraku, apakah kamu mempunyai sesutau untuk disedekahkan kepada  Allah?’ Ketika aku menoleh dan melihat kepadanya, hati ini langsung tertarik dan suka kepadanya. Aku pun berkata kepadanya, ‘Apakah kamu mau pergi bersamaku ke rumah. Kalau mau, nanti aku akan cukupi semua kebutuhanmu, bagaimana? Mendengar tawaranku tersebut, ia melihat kepadaku lama sekali sebelu akhirnya ia pergi dariku.

 Selang beberapa waktu, tiba-tiba ia kembali lagi menemuiku dan berkata, ‘Saudaraku, kesulitan yang aku hadapai memaksaku untuk menerima tawaranmu tersebut.’ Mendengar jawabannya tersebut, aku langsung menutup dan mengunci pintu kios dan pulang ke rumah bersamanya. Di tengah jalan, ia berkata kepadaku,’Wahai saudaraku, sesungguhnya aku mempunyai beberapa anak yang masih kecil-kecil, tadi aku tinggal mereka di rumah dalam keadaan lapar yang sangat.’ Mendengar penuturannya tersebut, aku pun langsung memberikan kepadanya beberapa uang dirham dan aku suruh untuk membelikan makanan untuk anak-anaknya tersebut terlebih dahulu dengan perjanjian ia harus kembali lagi menemuiku.

 Maka ia pun langsung pergi menjenguk anak-anaknya dengan membawa makanan untuk mereka.Seyelah beberapa saat, ia pun kembali lagi kepadaku dan langsung aku ajak masuk ke rumahku. Setelah masuk, pintu rumah pun langsung aku kunci. Melihat tingkahku tersebut, ia bertanya kepadaku, ‘Kenapa kamu lakukan semua itu?’ Aku berkata, ‘Karena tajut diketahui orang lain.’ Ia bertanya lagi, ‘Kenapa kamu tidak takut kepada Tuhannya manusia?’ Aku berkata, ‘Karena Tuhan Maha Pengampun dan Maha Penyayang’. Lalu aku pun mulai mendekat kepadanya. Ketika aku sudah berada disampingnya, tiba-tiba ia menggigil gemetar seperti pelepah pohon kurma tertiup angin yang sangat kencang. Air matanya pun mengalir deras di kedua pipinya. Melihat kondisinya seperti itu, aku bertanya kepadanya, “Kenapa kamu menangis dna gemetar ketakutan seperti itu?’Ia berkata,’Karena takut kepada Allah.’ Mendengar jawabannya tersebut, aku spontan langsung menjauh darinya. Langsung aku berikan semua yang aku miliki waktu itu kepadanya, seraya berkata kepadanya,’Wahai saudariku, aku tinggalkan kamu karena takut kepada Allah.’Ia pun berdoa agar aku tidak terbakar di dunia dan di akhirat.

(Dikutip dari buku “Menahan Pandangan Menjaga Hati” karya Abdul Aziz Al-Ghazuli)

Subahanallah menarik bukan ceritanya?
Bagaimana dengan Kita?Takutkah kita kepadaNya?
Bisakah kita sepertinya yang meninggalkan kemaksiatan karena takut saat dikatakan kepadanya asma Allah?
Wahai saudaraku, bisakah kita seperti Umar ibn Khottob yang pingsan saat mendengar ayat-ayatNya?
Bisakah kita seperti Rasulullah yang senantiasa taat kepada Allah?

 Bisakah kita meninggalkan waktu luang dengan kesia-siaan dan mengisisnya dengan senantiasa dzikrullah?
Bisakah kita selalu bersikap ihsan dimanapun kita berada dan kapanpun?

Renungkanlah wahai saudaraku..
Kita hidup didunia ini hanya sementara, dunia ini hanya panggung sandiwara menuju tempat yang kelak menjadi rumah abadi kita apakah itu Surga ataukah Neraka, itu bergantung pada apa yang telah engkau lakukan di dunia..

 Lalu apa hikmah yang bisa kita ambil dari cerita tersebut? Setiap orang mungkin memiliki hikmah yang berbeda-beda setlah membaca cerita diatas. Itu merupakan suatu kewajarn .Seperti dituliskan dalam sebuah lirik lagu..  Tiada yang salah dengan perbedaan.. Dan segala yang kita punya.. Yang salah hanyalah sudut pandang kita.. yang membuat kita terpisah.. Karena tak seharusnya perbedaan menjadi Jurang..Bukankah kita diciptakan untuk dapat saling memahami..

Beberapa hikmah yang dapat saya ambil dari cerita tersebut adalah..

 Jika membaca cerita diatas terkadang kita lupa, bahwa apapun yang kita lakukan setertutup apapun kita menyembunyikan sesuatu, Ingatlah Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui..Mungkin kita bisa dengan rapi menutupi keburukan atau perbuatan kita dari manusia, tapi kita tidak akan pernah bisa sembunyi dari-Nya..Dengan keyakinan bahwa setiap gerakgerik kita dilihatd dan diketahui Allah maka seharusnya membuat kita untuk tidak melakukan kemaksiatan sekecil apapun itu..

 Hikmah kedua adalah sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Penyayang, Dzat Tunggal yang Menggenggam jiwa manusia yang lemah, Dzat yang membolak-balikan hati manusia. Allah akan memberi hidayah kepada siapapun yang ingin bertaubat dimanapun dan kapanpun. Kasih sayang Allah sangat luas. seperti yang dialami pandai besi di atas, Allah memberi hidayah kepada dia ketika dia hendak melakukan kemaksiatan lewat wanita cantik. Sesungguhnya Allah memberi hidayah lewat tangan-tanganNya..Dan berbahagialah orang-orang yang mendapatkan hidayah..

 Hikmah ketiga yaitu pentingnya menjaga pandangan dan menahan hati. Syetan senantiasa menggoda lewat sesuatu yang disukai manusia..syetan menggoda manusia lewat TV dengan melenakannya hingga membuang-buang waktu yang begitu berharga dan tidak akan pernah kembali..Syetan menggoda manusia dengan kekayaan untuk berfoya-foya..Syetan menggoda manusia lewat kekuasaan yang tinggi dan popularitas.. Dan Syetan menggoda setiap laki-laki dengan wanita cantik.. Syetan pun menggoda manusia lewat perhiasan dan kekayaan..Itulah pentingnya untuk bertaqarrub kepada Allah swt dan pentingnya menjaga hati dan pandangan agar terhindar dari godaan syetan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s