Hanya Dua Tahun Saja Bunda


Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahu penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna.Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atasnya keduanya. Dan jika kamu ingin menysusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” ( QS Al-Baqarah : 233)

Penggalan ayat suci Al-qur’an diatas merupakan salah satu ayat yang sering dilanggar oleh kaum hawa. Perintah untuk menyusui anak adalah perintah yang ditetapkan oleh Allah swt, namun sering ditemui banyak dari para muslimah yang menghiraukan ayat tersebut. Padahal bagi seorang ibu memberikan ASI sudah merupakan nilai pahala baginya, begitu pula bagi seorang ayah yang memberikan nafkah bagi keluarganya.

Sebelumnya, kita terbang dahulu ke angkasa hikmah saat zaman Rasulullah. Rasulullah saw ketika dilahirkan langsung dicarikan ibu susu oleh kakeknya Abdul Muththalib, kala itu adalah wanita dari bani Sa’d bin Bakr yaitu Halimah binti Abu Dzu’aib. Beliau mengasuh Rasulullah dengan penuh kasih sayang sampai tumbuh besar kemudian mengembalikannya kembali kepada ibu kandungnya Aminah. Ketika Rasulullah saw telah menikah dengan Ummul Mukminin Khadijah ra, ibu susuannya itu pernah datang menemui beliau .Saat melihat kedatangan ibu susuannya, Rasulullah saw langsung melepaskan kain sorbannya dan menggelarnya di tanah untuk menyambut kedatangan ibu susuannya. Rasulullah sangat memuliakannya sampai-sampai para sahabat yang belum mengenal Halimah keheranan. Seorang diantara mereka bertanya kepda orang di sampingnya, “Siapa wanita ini?” Setelah diberi tahu bahwa wanita itu adalah Halimah, ibu susu Rasulullah, barulah mereka paham. Begitulah budi pekerti, kecintaan, dan rasa hormat Rasulullah kepada ibu susuannya.

Dari kisah tersebut terlihat bahwa walaupun Halimah As-Sa’diyah bukan ibu kandung Rasulullah saw namun beliau sangat menghornatinya, karena jasa besar beliau yang menyusui dan mengasuhnya. Terlihat bahwa ada ikatan hati antara Halimah dan Rasulullah, yang menyatukan keduanya bagaikan ibu dan anak kandung. Itu berkat air susu ibu.

Secara medis, psikologis ikatan hati antara seorang ibu dengan anak kandung akan lebih kuat jika sang anak mendapatkan ASI yang cukup. Begitu pula ASI memiliki kandungan gizi yang lebih dibanding dengan susu formula yang didesign menyerupai ASI.Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit.

Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi.Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain.Berdasarkan hasil seluruh penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI, yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker.Subhanallah luar biasa bukan kegunaan ASI bagi bayi..

Realita sekarang adalah para muslimah enggan menyusui anak kandungnya baik disengaja maupun tidak disengaja. Mereka lebih senang memberikan susu formula bayi yang kini telah beredar dipasaran dengan harga yang bervariasi.

  • Alasan sengaja tidak menyusui

ü  “Jika saya menyusui, nanti tubuh saya tidak akan ideal seperti sebelum mengandung”, “Nanti kalo menyusui saya jadi gendut”, “kalo saya nyusuin entar ribet”, dan berbagai komentar lain dari para ibu yang enggan menyusui anaknya. Secara alamiah jika seorang wanita telah melahirkan hal itu akan memicu ASI keluar, jika tidak dikeluarkan akan menyebabkan pembengkakan payudara atau menyebabkan kelecetan pada bagian puting susu. Tentunya pembengkakan ini akan menyebabkan rasa sakit dan bisa jadi air susu yang keluar akan keluar begitu saja disertai rasa sakit. Selain itu dapat menimbulkan kanker payudara. Kalau sudah begini, bukankah Anda para ibu yang rugi? Setelah hamil dna menyusui mungkin tubuh Anda tidak se-IDEAL dahulu kala lajang. Namun, pahamilah itu adalah bagian jihad seorang wanita. Apakah Anda tidak ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati Anda?

ü  Karena kesibukan bekerja. Hal ini memang banyak terjadi di zaman sekarang, dimana banyak wanita carrier yang bekerja guna memenuhi kebutuhan pribadi atau membantu mencari nafkah bagi keluarga. Oleh karena bekerja, tak jarang bayi mungil itu kehilangan ibu di siang hari dan hanya bermain bersama pengasuh atau neneknya. Banyak bayi yang menjadi ‘anak sapi’ di banding menjadi ‘anak ibu’. Padahal susu formula yang dijual tak jarang mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh manusia. Contohnya kasus adanya melamin dalam susu formula yang beredar di pasaran. Kasihan sekali jika buah hati Anda…

  • Alasan yang tidak disengaja

ü  Pada beberapa wanita sehabis melahirkan terkadang ASI yang seharusnya lancar tidak keluar sama sekali. Mungkin hal ini disebabkan saat hamil atau sebelum hamil tidka mengkonsumsi cukup gizi yang menunjang pembentukan ASI. Jika alasannya adalah seperti ini, Anda boleh memberikan susu formula bagi bayi Anda.

ü  Puting susu mengalami lecet dan luka akibat isapan sanga buah hati, sehingga menimbulkan rasa sakit jika disentuh atau diisap oleh bayi. Namun bukan berarti Anda tidak harus menyusui. Bukankah sekarang sudah ada pompa susu, jadi gunakanlah pompa untuk mengambil air susu dna berikanlah kepada bayi Anda.

ü  Susu yang keluar adalah darah. Hal ini bisa terjadi pada sebagian wanita. Keluarnya darah disebabkan adanya penyumbatan pada puting susu, sehingga kemungkinan dapat menyebabkan bagian-bagian mamae terluka dan mengeluarkan darah didalam payudara. Hal ini pernah terjadi kepada seseorang yang saya tanyakan, beliau adalah analis kesehatan. Nah dalam kasus ini Anda tidak mungkin menyusui anak Anda dengan darah, karena seperti yang kita ketahui darah merupakan sumber segala penyakit apalagi darah yang tidak beredar pada jalur yang seharusnya.

ü  Anda hamil lagi disaat masa menyusui. Hal ini memang dilarang untuk menyusui. Karena ketika menyusui menurut sebagian ahli kesehatan dikhawatirkan terjadi pengejanan dan membuat keguguran. Namun, hal ini tergantung pada tekad dan cara Anda menyusui.

Menurut pendapat saya dari alasan-alasan yang dikemukakan diatas tentunya memiliki urgenitas yang berbeda-beda. Namun, jangan sampai hanya karena alasan yang disengaja diatas Anda tidak memberikan kebutuhan ASI anak Anda. Jika Anda merasa tidak mampu memberikan ASI karena harus bekerja jangan sampai Anda tidak memberikan hak bayi Anda sama sekali. Jika siang tidak bisa maka berikanlah pada malam dan pagi hari. Bagi alasan yang tidak disengaja pun jika Anda ingin memberikan yang terbaik bagi bayi Anda, Anda dapat memberikan susu dari ibu lain yang memiliki ASI yang banyak. Seperti Rasulullah saw yang mendapat ASI dari ibu susunya.Jika alasannya adalah tubuh Anda akan mengalami kegemukan. Saya rasa tidak dapat ditoleransi. Berarti Anda ibu yang egois, mementingkan diri Anda dibanding dengan buah hati Anda.

Dalam ayat al-qur’an tersebut disebutkan bahwa menyusui yang sempurna itu selama dua tahun. Namun, jika Anda tidak bisa selama itu Anda bisa melakukannya sesuai kemampuan Anda. Jika alasannya zaman modern sulit mencari orang yang mau memberikan ASI-nya sama ketika zaman Nabi atau masyarakat Arab, Anda ditoleransi untuk memberikan susu formula. Namun, tetaplah memberikan kasih sayang kepada buat hati Anda.

Masa kecil adalah masa dimana semua pendidikan akan diserap dengan cepat. Oleh karena itu, berikanlah pendidikan dan pengajaran pada bayi Anda seperti memperdengarkan ayat suci Al-qur’an atau teladan-teladan dan budi pekerti.

Sebuah kalimat indah pernah saya dengar, ‘Seorang wanita tidak akan sempurna menjadi wanita jika ia tidak merasakan melahirkan dan menyusui’.

Semoga Anda dan kita semua para muslimah menjadi ibu yang baik bagi putra-putri kita kelak sesuai dengan tuntunan Al-qur’an dan Sunnah.

Wallahu’alam bishshowab..

Sumber : http://www.harunyahya.com/indo/artikel/082.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s