Panglima Gregorius Teodorus


Panglima Gregorius Teodorus itu dipanggil dalam literatur Arab dengan Jirji Tudur. Pada suatu hari, ia pun keluar dari perkemahan Roma dnegan peralatannya, turun dari kudanya dan menancapkan panji-panjinya ditengah medan, lalu menyerukan Panglima Besar Khalid supaya keluar untuk menghadapinya.

Panglima Gregorius itu ikut dalam perang Roma-Parsi yang belasan tahun lamanya dan karena bergaul dengan lapisan bangsawan Ghassani dalam medan-medan pertempuran itu maka lambat laun menguasai bahasa Arab dialek Syam (Palestina/Syiria). Tantangan Panglima Gregorius itu diterima oleh Panglima Khalid dan lalu maju ke tengah medan mengendarai kudanya.

Perang tanding itu berlangsung beberapa jurus lamanya. Tombak Panglima Gregorius pada akhirnya patah dua ditebas oleh khanjar Panglima Khalid dna segera menggantinya dengan pedang berat.

Pada suatu kali, sewaktu pedang bersilang dan kuda bersisi-sisian dan saling tolak-menolakkan pedang bagaikan penca-jari di atas meja, maka ahli sejarah sehabis Perang Yarmuk yang terkenal itu, mencatat percakapan yang berlangsung di antara keduanya berbunyi sebagai berikut :

“Hai Khalid ! Coba katakan dnegan benar dan jangan bohongi saya. Seorang merdeka tidak layak berbohong. Dan jangan tipu saya. Seorang mulia tidak layak menipu. Coba katakan, apakah benar Allah telah turun kepada nabi kamu membawa pedang dari langit lalu menyerahkannya kepada Anda hingga Anda beroleh panggilan Pedang Allah. Setiap Anda mencabut pednag itu maka tidak ada lawan yang tidak tunduk!?”

“Bukan”

“Lantas kenapa Anda dipanggilkan Pedang Allah?”

Panglima Khalid menatap lawannya itu, dan bagaikan timbul saling pengertian, lantas keduanya menghentikan saling adu tenaga itu dan Panglima Gregorius minta dijawab pertanyaannya itu.

“Allah Mahaagung dan Mahamulia mengutus seorang Nabi kepada kami. Bermula kami menentangnya dan memusuhinya. Sebagian beriman dan mengikutinya. Aku termasuk pihak yang membohongkannya, memusughinya, dan memeranginya. Akan tetapi belakangan Allah menurunkan hidayah ke dalam hatiku dan akupun beriman dan menjadi pengikutnya. Beliau berkata kepadaku, “Engkau sebuah pedang diantara sekian banyak pedang Allah, terhunus bagi kaum musyrik. Beliau mendoakan aku supaya tetap menang. Tersebab itulah aku diapnggil pedang Allah”

Saya dapat menerima keterangan Anda itu daripada mendnegar dongengan tentang diri Anda, dan ia pun menyusul lagi dengan sebuahn pertanyaan, “ Di dalam menjalankan tugas Anda itu, maka anjuran (dakwah) apakah yang Anda ajukan?”

“Mengakui bahwa tiada Illah selain Allah dan mengakui bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, berikrar di dalam hati bahwa ajarannya itu datang dari Allah.”

“Jika tidak bersedia menerimanya?”

“Membayar jizyah, mengakui kekuasaan Islam, dan kami berkewajiban menjamin hak miliknya dan nyawanya dan keyakinan yang dianutnya.”

“Jika tidak bersedia menerimanya?”

“Pilihan lainnya adalah perang dan kami siap untuk perang”

“Bagaimana kedudukan dari seseorang yang masuk ke dalam lingkungan kamu dna menerima pilihan pertama itu pada hari ini?”

“Kedudukan itu pada kami Cuma satu, sesuai dnegan yang ditetapkan Allah kepada kami, baikpun mulia hina, baik duluan maupun belakangan”

“Orang yang masuk ke dalam lingkungan Anda pada hari ini. Hai  Khalid, apakah sama kedudukannya dengan yang lainnya dalam segala hal?”

“Ya, benar”

“Kenapa bisa sama dengan kamu, sedangkan kamu sudah lebih duluan daripadanya?”

“Kami memeluk Islam dan mengikat perjanjian dnegan Muhammad saw. Ia hidup bersama kami, dan kami menyaksikan kebesarannya dan keajaiban-keajaiban pertanda bagi kebenarannya. Sedangkan orang itu tidak pernah berjumpa dengannya dan tidak pernah menyaksikannya itu, tetapi ia membenarkannya. Jikalau pembenarannya itu jujur dan niatnya jujur maka sebelumnya ia lebih mulia dari kami.”

“Keterangan Anda bersifat benar, tidak menipu, tidak membujuk. Demi Allah, saya terimalah anjuran pertama ittu!”

Sejarah mencatat bahwa Panglima Gregorius Teodorus itu melemparkan perisainya lalu berangkat bersama Khalid ke dalam perkemahan pasukan Islam. Sejarah mencatat pula bahwa saat pecah perang Yarmuk yang terkenal itu, iapun bahu membahu bersama panglima Khalid dan tewas dalam pertempuran.

Dikutip dari Super Mentoring Senior , Novi Hardian dan Tim ILNA YOSEN, Syaamil Teens

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s