Sampah


Sampah1Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Setiap aktivitas manusia pasti menimbulkan buangan atau sampah.  Jumlah dan jenis sampah sebanding dengan tingkat konsumsi manusia terhadap barang atau material yang digunakan manusia sehari-hari. Berdasarkan kamus istilah lingkungan (1994), “Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. Soewedo   (1983) menyatakan bahwa sampah adalah bagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi bukan yang biologis. “Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).            “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982)

Klasifikasi sampah secara umum dibagi menjadi tiga jenis yaitu sampah organik,anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun.

  • Sampah organik (sampah basah), yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk atau hancur) secara alami. Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah basah, yaitu mencakup 60-70% dari total volume sampah. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos atau energi alternatif berupa biogas yang melalui serangkaian proses pengolahan.
  • Sampah anorganik (sampah kering), yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, dan sebagainya. Sampah jenis ini tidak dapat terdegradasi secara alami oleh alam. Walaupun demikian, sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya sehingga apabila diolah lebih lanjut dapat menghasilkan keuntungan. Selain dijual sampah anorganik dapat diolah menjadi barang hiasan rumah tangga, peralatan rumah tangga, dan bahan dalam pembuatan karya seni rupa.  Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual dan diolah menjadi produk baru adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
  • Sampah Bahan Berbahaya Beracun (B3). B3 adalah “….sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain” (U.U. R.I. No. 23/1997 Pasal 1 Ayat 18). Jumlah limbah B3 yang melampaui batasan yang ditetapkan dapat bersifat reaktif ( mudah meledak, mudah tersambar api) , korosif,  dan mengandung zat-zat beracun seperti karsinogenik yaitu agensia (misalnya senyawa kimia, radiasi, virus) yang menyebabkan atau merangsang pertumbuhan tumor berbahaya (kanker) karena perbanyakan sel yang tidak terkendali, mutagenik yaitu agensia yang mengakibatkan mutasi atau perubahan dalam struktur molekul DNA, atau teratogenik yaitu agensia yang mengakibatkan kelainan atau cacat tubuh pada embrio makhluk hidup saat pertumbuhan dan perkembangan dalam kandungan. Sampah dari alat-alat pemeliharaan kesehatan, sampah sisa industri, dan sampah dalam pengolahan bahan kimia adalah sampah yang termasuk B3. B3 berbeda dengan sampah-sampah lainnya yang dalam pengolahannya B3 memerlukan metode khusus agar tidak membahayakan lingkungan sekitar. Sampah ini dapat berupa padat, cair, maupun gas.

Beberapa alternatif pengelolaan sampah yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut :

  1. Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara dalam mengurangi produk sampingan yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis.
  2. 4R (recycle, reduce, reuse, and replace). Recycle merupakan salah satu alternatif dalam mengolah limbah secara fisik atau kimiawi untuk menghasilkan produk yang sama atau produk yang lain sehingga barang-barang yang sudah tidak berguna lagi bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Reduce merupakan bentuk pengolahan sampah dengan cara melakukan minimalisasi barang atau material yang dipergunakan sehari-hari. Reuse adalah memproses limbah untuk memperoleh kembali salah satu atau lebih materi atau komponen yang terkandung di dalamnya. Replace adalah menggunakan barang-barang yang tahan lama. Menghindari penggunaan barang-barang yang bersifat disposable (sekali pakai).
  3. Proses pengomposan (composting) adalah proses dekomposisi atau penguraian yang dilakukan oleh mikroorganisme terhadap buangan organik yang biodegradable. Pengomposan dapat dipercepat dengan mengatur faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga berada dalam kondisi yang optimum untuk proses pengomposan. Beberapa manfaat kompos dalam memperbaiki sifat tanah adalah memperkaya bahan makanan untuk tanaman, memperbesar daya ikat tanah berpasir, memperbaiki struktur tanah berlempung, mempertinggi kemampuan menyimpan air, memperbaiki drinase dan porositas tanah, menjaga suhu tanah agar stabil, mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara, dan dapat meningkatkan pengaruh dari pupuk buatan. Secara umum, tujuan pengomposan adalah:
  • Mengubah bahan organik yang biodegradable menjadi bahan yang secara    biologi bersifat stabil dengan mengurangi volume dan massanya.
  • Bila proses pembuatannya secara aerob, maka proses ini akan membunuh  bakteri patogen, telur serangga, dan mikroorganisme lain yang tidak tahan pada temperatur di atas temperatur normal.
  • Memanfaatkan nutrien dalam buangan secara maksimal seperti nitrogen, posfor, dan potassium.
  • Menghasilkan produk yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat tanah.

Replace adalah menggunakan barang-barang yang tahan lama. Menghindari penggunaan barang-barang yang bersifat disposable (sekali pakai).

4 thoughts on “Sampah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s