Looks around us


Slama dunia masih berputar

Perbedaan tak pernah pudar

Terbawa keangkuhan manusia

Tak ingin membagi rasa

Bukalah mata hati kita

Bayangkan masa depan dunia

Bersatu rasa untuk melangkah

Demi meraih harapan

Dunia yang indah

Bayangkanlah kita semua

Berjalan bersama

Menuju hidup damai sejahtera

Sempatkanlah untuk melihat di sekitar kita

Ada kesenjangan antara manusia

Lihat sekitar kita

Adakah sepercik bahagia

Yang tersisa di hati kita

Bergandeng tangan dekatkan hati tiada perbedaan dalam cinta dan kasih…..

Artis by Krakatau

Nah, sekarang saya tidak sedang mengajar untuk menyanyi, hanya refleksi dari lagu diatas, sebenarnya nggak tahu nyambung atau nggak,, tapi yah tak apa.. lanjut ke topik yang akan saya tulis, tentang kondisi ummat muslim sekarang ini.. Lanjuuuuuttt……………

Dilihat dari sudut pandang saya sebagai seorang perempuan, kondisi ummat muslim sekarang ini sedang collapse.. Mereka seakan-akan (padahal emang iya) hilang arah dan tujuan hidup akibat mereka kurang memahami kepercayaan mereka terhadap agama yang mereka yakini. Tidak sedikit orang yang mengaku islam, namun melaksanakan salat saja tidak, atau mengetahui jumlah juz al-Qur’an saja tidak, sehingga orang berkata bahwa mereka hanya islam KTP, tanpa ada aplikasi dari keislamannya. Memang sangat disayangkan, hanya segelintir orang saja yang masih memegang teguh kewajiban mereka terhadap islam. Dan semoga kita termasuk ke dalam segelintir orang yang masih memegang teguh terhadap Islam.

Ummat muslim, khususnya wanita di Indonesia hanya mementingkan kecantikan dibanding dengan kehormatan mereka di mata Allah swt. Manusia lebih terlena dengan harta dan tahta, mereka telah terbuai oleh bisikan setan akan gemerlapnya dunia yang sesungguhnya hanya sementara. Bahkan ketika saudara mereka tertindas mereka hanya diam tanpa bergerak. Contoh lain yang  kemarin marak diperbincangkan banyak orang adalah pengukuhan UU Pornografi,, banyak orang yang menolak adanya UU tersebut dan sangat mengejutkan sebagian besar adalah para wanita yang sebagian besar tentunya ummat islam.. terkadang saya heran dengan itu, saya tidak mengerti mengapa mereka menolak? Bukankah itu demi kebaikan mereka sendiri,, masa dilindungi nggak mau??

Jawabannya adalah mereka belum atau tidak mengerti akan agama yang mereka yakini sehingga hal yang telah menjadi ketetapan bagi mereka, tidak mereka laksanakan.

Selain itu, banyak sekali ummat islam yang berani membunuh dengan kejam, meneror, melecehkan, merampok, memperkosa, menjual manusia yang bahkan bisa anaknya sendiri,dan segudang permasalahan lain yang terjadi.

Menurut saya semua itu berawal dari satu hal yaitu, AQIDAH yang kurang kuat. Mereka kurang paham dan mengenal akan siapa Tuhan mereka?Pembinaan yang mereka dapatkan di lingkungan mereka kurang menunjang, hanya sebatas tau tapi tidak memahami dan merealisasikan apa yang mereka tahu..

Coba kita lihat saudara kita di Palestine, mereka tetap teguh dan tegar memegang panji islam walaupun tertindas sekalipun. Karena mereka di-upgrade menjadi seorang mujahid/mujahidah sejati. Poin-poin penting mengenai keislaman mereka tanamkan sejak kecil sejak dalam kandungan. Sehingga ketika mereka dewasa mereka memiliki pemahaman luar biasa dan mampu menggerakkan semangat memerangi orang kafir.

Lihat muslim yang ada di italia, ketika mereka memeluk islam mereka melaksanakan kewajibannya dengan penuh totalitas. Mereka berani terang-terangan memerangi sang senator negara tersebut yang telah menghalangi mereka untuk mendirikan masjid. Bahkan mereka menanamkan benih perjuangan tersebut terhadap putra-putri mereka. Hal tersebut menjadi sebuah kekuatan, ketika mereka membutuhkan pemahaman islam yang lebih, mereka mendatangi para imam/ulama-ulama disana bahkan hingga di luar negara tersebut demi mendapatkan indahnya islam bagi putra-putri mereka sebagai generasi penerus.

Lalu….Lihatlah negeri kita!!

Apa yang ditanamkan oleh orang tua saat bayi??

Apa yang mereka ajarkan ketika bayi belajar berbicara??

Apa yang diberikan saat seorang anak mulai sekolah di TPA/TK/SD/SMP/SMA???

Hanya segelintir orang yang mengajarkan bayi untuk mendengarkan ayat suci al-qur’an, mengajarkan membaca al-qur’an, mengajarkan salat, berbicara sopan,,,,,,

Sisanya saat masih dalam kandungan diperdengarkan musik klasik atau jazz, saat masuk TK sudah dijejali dengan belajar bahasa asing ini itu, belajar komputer, les musik ini itu, les nari dan lainnya.. ini terjadi di sekitar kita (khususnya disekitar saya). Hanya sedikita orang tua yang menganjurkan mereka mengikuti pengajian atau belajar agama. Akan tetapi tidak sedikit orang tua yang menyekolahkan mereka di sekolah-sekolah yang ber-title sekolah Islam. Maksud hati sebagai orang tua ingin memberikan pemahaman islam terhadap putra-putri mereka, namun pada kenyataannya sebagian besar dari mereka sama saja seperti anak-anak sekolah umum. Tetap saja hanya segelintir kecil yang memang terbina hingga mereka dewasa dengan keislaman sekolah-sekolah tersebut. Sungguh sangat disayangkan.. walaupun begitu, saya tetap tidak memungkiri bahwa kenyataan seseorang bisa tersentuh islam adalah berkat hidayah yang di berikan Allah swt.

Dari berbagai problematika ini, solusi kita sebagai seorang da’i/da’iyah adalah membina/memberi tahu/menyeru apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim. Hal ini bisa dilakukan melalui berbagai media. Ketika ummat muslim bersatu dalam barisan yang kokoh yaitu barisan dakwah niscaya perubahan itu akan terjadi.

Ketika ummat memahami urgensi pembinaan diri, mereka akan mampu mengadakan perubahan besar bagi negara ini…

wallahu’alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s