Environmental Engineering


Ehm, TL, bukan satu-satunya harapanku ketika masuk perguruan tinggi. Tapi kini aku terdampar di sana, di tempat yang menurut kebanyakan orang tempatnya para CEWEK kuliah kaya FARMASI atau biologi atau mungkin kebidanan. Yeah, I’m here right now. But i am glad to be an environmental engineering. I was absolutely positive since I came.

Sekarang aku menempuh setengah perjalanan di TL tercinta. Nah, yang aku ingin tulis disini bukan kenapa aku masuk TL, tapi kenapa di TL harus banyak cewek??

Entah mengapa paradigma orang ketika masuk TL adalah jurusan kaum Hawa, padahal 180 derajat berbeda dari sifat-sifat ke-cewe-an. Beneran deh, di TL tuh nggak ada cewe-cewe nya, semua mata kuliahnya mengharuskan kita berbuat seperti kaum Adam. Contoh : Kita punya mata kuliah mekanika Fluida dan salah satu praktikumnya kita masuk ke sungai yang bukan main kotornya, apalagi kalo nggak punya keahlian berdiri di derasnya air sungai, say good bye aja. Terus ada mata kuliah Gambar Teknik, dan salah satu asistensinya harus menggambar kondisi saluran drainase, dan tentu saja kita turun naek ke selokan. Mending kalo selokannya yang cuma setinggi lutut, nah kemaren itu saya dapat selokan yang tingginya lebih dari saya sendiri. Mana gelap, banyak nyamuk bau pula. Sedih sedih sedih.. Mana sorenya ada osjur pula… Lho..

Bukan itu saja, sebenarnya design TL itu sama halnya kayak sipil tapi entah mengapa yang masuk kebanyakan cewek-cewek termasuk saya. Walaupun tidak dapat dipungkiri ada kerjaan cewek juga sich, kaya Sanitasi Lingkungan, Makanan dan Minuman, Kesehatan Lingkungan, yah inilah mata kuliah yang cewek banget. Tapi itu bukan inti dari TL. Karena kita buka ahli kesehatan, tapi teknisi untuk mendesign Lingkungan untuk tetap sehat.

Terus, banyak teknisi lingkungan dibutuhkan sekarang ini. Namun, kebanyakan syarat kerja adalah “Laki-Laki”. Karena apa? Yah itu dia, pekerjaan ini menuntut seseorang yang kuat dan pantang menyerah seperti laki-laki. Tapi, sebenarnya wanita juga bisa, tapi biasanya ditempatkan di belakang meja aja..

Nah, buat cowok-cowok yang pengen masuk TL, masuklah. Pekerjaan jadi engineer lingkungan sama banyaknya kaya kamu masuk sispil. lebih menggiurkan lagi, jurusan TL di Indonesia masih dikit lho, jadi jangan takut enggak punya kerja. Tapi buat cewek-cewek TL yang perkasa, ayo kita berjuang, kita juga sebenarnya bisa kok jadi enginer lingkungan.

3 thoughts on “Environmental Engineering

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s