Kau belum mengenalku


Semakin lama, tembok tinggi ini semakin mengurungku jauh dari peradaban cita-citaku..

Semakin lama kotakku semakin mengecil seiring berjalannya waktu..

Aku telah lama mengetahui bahwa tempat ini kini telah menjadi rumahku..

Tapi entah mengapa jiwaku tidak berada di tempat ini..

Aku memang penghuni rumah ini, tapi berbagai macam problematika dan berbagai macam hal yang harusnya setiap penghuni rumah tahu tapi aku bahkan tidak tahu sama sekali…

Ya mungkin mereka berpikir, Memangnya siapa aku?

Hanya musafir lalu yang singgah di singgasana perjuangan, mereka pikir hanya hiasan batu  yang tak berguna..

Atau hanya manusia yang menumpang hidup sementara hingga mendapat rumah sejatinya…

Aku berharap memang seperti itu..

Aku bosan, Bosan, Bosan !

Setiap kali mereka bertanya tak satupun yang mampu aku jawab..

Bukan aku tak mampu menjawab, tapi aku memang benar-benar tidak pernah tahu apa yang mereka tanyakan atau katakan..

Hingga aku berada di titik kejenuhan luar biasa, titik dimana kini aku hanya mampu tersenyum kelu…

Mungkin mereka belum menyadari keberadaanku..

Sebagian mungkin berkata aneh dan mempertanyakan keberadaanku yang tak pernah kunjung muncul… Sebagian lagi mungkin berpikir, Memangnya siapa kamu?

Mereka seolah berkata ‘Aku tidak diperlukan di kehidupan mereka’..

Aku sedih, Aku bosan !

Semakin lama aku ingin pergi saja dari hiruk pikuk rumah ini.. Hiruk pikuk yang bahkan tak pernah ramai yang ada hanyalah diam dan diam…

Aku kesal.. Kesal sekali.. Ingin rasanya kutumpahkan air mata yang terbendung dan rasa yang tertahan di dada…

Tapi tak satupun yang mampu kukeluarkan..

Karena semua pasti selalu berpikir bahwa aku orang yang sempurna, tegar, penyabar, dan pendiam..

Tapi bisa kupastikan mereka salah dan mereka tidak mengenalku !!

Aku pastikan diri ini mulai membeku dari hawa dingin yang kurasakan.. Hingga suatu saat nanti aku temukan kebahgiaan di rumah ini…

Kebahagiaan yang hakiki, kebahagian yang bisa membuatku merasa berguna, bukan hanya pajangan data semata…..

Tuesday, 11 August 2009

4 thoughts on “Kau belum mengenalku

  1. Aku mengalaminya 1 tahun lalu,,
    @Jija : Tiap orang itu beda Ja,, ada orang-orang yang malu untuk marah,, karena dia merasa kalo dia tidak pantas marah.
    Kalo ada yan salah, dia nyalahin diri sendiri walaupun kalo dipikir lagi bukan dia juga sebenernya yang salah,,

  2. Ini kisah nyata Sri??? hehe…
    mm, yg ini nih:
    “Tapi tak satupun yang mampu kukeluarkan

    Karena semua pasti selalu berpikir bahwa aku orang yang sempurna, tegar, penyabar, dan pendiam.”

    Bukannya “miss x” yang merasa dirinya begitu ya? buat apa dia hidup menyediakan diri buat pikiran dan praduga orang lain tentang dia? kalau mau nangis, nangis aja, marah, marah aja.

    Kemarin baru nonton filmnya Paris Hilton (seperti biasa, film kurang bermutu, hahaha) dia bilang, “cara orang lain memandang kita sebetulnya adalah cara diri kita memandang diri kita sendiri.”
    boleh juga kan😀

    Sri, mampir ke blog jija ya kalo sempet😄 nih: hadiyahasma.wordpress.com
    ehehe. muah!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s