Episode 23


Assalamu’alaykum, salamku pada orang-orang yang berada di sana.. Hem, ada Ummi, mbak Priya, Nina, mbak nisa beserta ananda tercinta syifa, dan t’nita.. Baru berlima pikirku… It’s okay, we will wait for them..

Hari ini jadwal ku untuk memasak bareng..
Jadi teringat sms dari Ummi, jangan lupa bawa daging cincang yah dua ons ( daging yang ku cari-cari sehabis ‘itikaf di salman Namun tak kunjung kudapatkan, akhirnya aku cincang deh di bantu Bunda di giling pake gilingan kacang.. hehehe maksa banget dah)

Ketika ku bertanya pada saudariku yang lain, Nina bawa minyak, Priya bawa bumbu dapur super duper kumplit deh, t’nita bawa si kembar bawang merah dan bawang putih, and mbak nisa bawa gula merah.. Hemh,, yang lain?? kami menunggu hingga hampir setengah jam… Hemh.. Jadi kepikiran, maksud Ummi minta bawain barang-barang neh apa yah???

Akhirnya, mbak ayu datang dengan sayur asem dan tempe titipan teh Uul (lagi sakit jadi ndak bisa datang),,, lama kali kita nunggu.. akhirnya mau tak mau kita juga harus memasak untuk buka bersama…

yang terkumpul

Tempe
Daging cincang 2 ons
Sayur asem 2 bungkus
Bawang merah n bawang putih seperempat
Minyak 1 kilo
Gula Merah
Bumbu dapur

Mulailah kita memikirkan mau dibikin apa yah??
Awalnya berencana mau bikin ayam madu, sayur asam, perkedel tempe daging, dan sambal, sama bikin sekoteng.. Tapi,, ayam belum dateng, yang ada cuma bahan sayur asem dan perkedel sama sambal.. Tapi lumayanlah walaupun tim sekoteng tak ada yang muncul hingga buka puasa (ada sih, teh hida tapi dia tak bawa bahan sekoteng.. hoho)..

Mulailah kita, merendos (pent. mengulek) berbagai bumbu..

step 1

saye bikin agar-agar di dapur
saudari-saudari memotong dan mencuci bahan di bawah instruktur teh nita

Perkedel Tempe Daging

Bahan :
Tempe 2 potong besar
Daging Cincang 2 ons
Bawang merah dan bawang putih serta bawang daun
Merica dan garam
Telur untuk kulit

Cara :
Potong tempe lalu rebus sekitar 10 menit
Cuci daging hingga bersih..
Iris bawang daun
ulek bawang dan bumbu tersedia (hindarkan penggunaan MSG)
Ulek tempe hingga halus lalu campurkan dengan daging dan bumbu lalu taburkan bawang daun
Bentuk perkedel bulat sesuai selera aNda
celupkan ke dalam telur yang telah di kocok lalu goreng hingga kekuningan..
Hemmmm Mantaps

Sayur asem

Bahan :
Sayur asam
Asam
Garam
Merica
Gula
bawang merah dan putih
Optional (Tomat)

Cara :
cuci bersih sayuran dan potong kecil-kecil
tumbuk bawang merah dan putih serta garam (lupa dikasih kemiri apa nggak yah??)
Panaskan air bersih hingga mendidih lalu masukkan sayuran
masukkan bumbu tunggu hingga empuk..
Ehmmm harumm.. kalo suka boleh ditambah merica..

Sambal

Bahan
Tomat, cabe, bawang merah, gula merah, garam

Cara
Cuci bersih semua bahan (kecuali garam n gula,, dicuci mah ilang donk)
goreng bahan yang dicuci
lalu ulek deh sampe lebut..

Pukul 17.20

Assalamu’alaykum
‘afwan telat…
Nih ada ayamnya.. (akhirnya mbak farya dateng…. ayam madu…. ayam madu… tapi jadinya na ayam goreng… tak sempatlah masak ayam madu).. Tiba-tiba muncul teh wiwi bawa ikan asin.. Di detik-detik terkahir bahan-bahan berdatangan..

Tapi sayang kita nggak jadi bikin sekoteng… Tim sekoteng tak muncul..
tapi tak apalah, dengan agar-agar dan kurma pun jadi.. apalagi makanannya bikinan sendiri.. pasti enak, lebih enak daripada makan di d’cost.. hehhe

sayur asem, ayam goreng, perkedel tempe daging, sambal, kerupuk (dibeliin ummi)

nikmatnya…..

setelah berbuka dengan yang manis dilanjutkan dengan shalat magrib lalu.. menyantap hidangan yang sedari tadi sudah melambai….

Alhamdulillah nikmat luar biasa..
Sambil bercerita.. ngalor ngidul.. tertawa bersama menyongsong suka dan duka.. lho..
Pokonya makan sambil nangis karena menahan tawa (Astaghfirullah, jangan ditiru, kita nih lagi belajar melawak.. hehe).. Bercerita apa yang akan kita masak untuk teman hidup kita kelak,, tau nggak yang akan aku masak??? hehehe tak penting.. sampai-sampai Ummi geleng-geleng kepala melihat tingkah kita… Padahal Dek syifa nangis mulu pengen cepet pulang kayanya yak mbak nisa? kangen abinya kali yah… hohoho
begitulah kehidupanku bersama teman-teman seperjuanganku di dakwah ini.. Kadang sedih gembira bangga terharu kecewa kesal.. dan berbagai rasa yang tersimpan dalam memori kehidupan kami masing-masing menyisakan sedikit celah kebahagian tersendiri di hatiku.. Kebahagiaan yang belum pernah ku temukan sejak ku jelajahi kehidupan kampus..

Nah, episode 23 Ramadhan udah selesai..
Mau tahu hikmahnya??

1. dari berbagai tugas yang kami dapatkan satu hal yang terbersit yaitu “Penerapan konsep amal Jama’i”. Dalam dakwah, amal jama’i merupakan hal yang penting.. Nah dalam episode ini saya mendapatkan hikmah bahwa setiap orang sekecil apapun amanahnya, sangat berarti dalam barisan dakwah.. sama halnya ketika kami mencoba membagi amanah dengan membawa bahan-bahan masakan, walaupun hanya membawa bawang merah dan bawang putih tapi keberadaan mbak nita sangat berarti bagi terciptanya masakan kami.. Memang kecil tapi jadi menentukan.. yah itulah kira-kiar hikmah pertama yang kudapatkan

2. Setiap pribadi manusia memiliki kekhasan tersendiri dan setiap mereka memiliki karakter tersendiri. ada yang periang pelawak hingga pendiem 1 bahasa kita (>=<) . Hal ini menunjukkan bahwa betapa Allah Mahaadil kepada setiap hambanya…

Nah sekian Episode 23 di Ramadhanku..
Betewe nama diatas cuma rekayasa tapi ceritanya fakta.. Jadi kalo ada kesamaan nama mohon maaf karena nama-nama itu memang pasaran di Indonesia.. lhoooooo

Ahad 13 September 2009, baru pulang dari acara di atas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s