Jalan-jalan ke peternakan sapi perah.. Cikole..


Once upon in Desember..

Horrayyy.. Hari itu kulap alias piknik “Nyanmak”.. Hari itu Sabtu 12 Desember 2009. My friends, my lecturer, and I went to Lembang. Mau tau kemana aja? Pertama kita jalan-jalan pagi ke kebun Strawberry, terus ke Tahu Lembang (Mantap.. Kenyang .. Tahunya enak pisan), lanjut ke Rumah makan Brebes (alhamdulillah makan dulu baru liat dapurnya.. kalo nggak yakin nggak akan ….  deh .. ups), selanjutnya ke peternakan sapi perah di Cikole.. Pokonya ini kulap perbaikan gizi, setelah kemaren menguras keringat ke TPA di Bekasi..

perjalanan terakhir di piknikulap ini adalah kunjungan ke Balai Perbibitan Pengembangan Ternak (BPPT Cikole Lembang). Tau nggak sih, Balai ini merupakan balai percontohan sapi ideal yang ada di Jawa Barat. BPPT ini berdiri pada tahu 1952 dengan nama ‘Taman Ternak’. Pada tahun tersebut selain sapi perah balai ini pun mengelola domba dan ayam pelung (harganya bisa jutaan lho kalo dijual di luar negeri kala itu). Terus namanya berubah lagi menjadi BPT HMT (Balai Pengembangan Ternak, HMT nya apa yah.. lupa)..

Kemudian pada tahun 1998-2002, berubah menjadi BPPT dan mengadakan hubungan kerja sama dengan Jepang. Bentuk kerja samanya ini berupa penerapan teknologi bagaimana mengelola ternak secara lingkungan. dalam pengelolaannya terbagi menjadi empat manajemen, yaitu :

  1. Manajemen Peneglolaan Pakan Ternak (Feeding)
  2. Manajemen Pemerahan Ambing Sapi
  3. Manajemen Reproduksi Sapi
  4. Manajemen Produksi Hijau

Manjemen Pengelolaan Pakan Ternak

Manajemen ini terdiri dari pemberian pakan ternak dan tata laksananya. Makanan yang diberikan harus teratur dan continue. Rumput yang diberi harus 10% dari berat badannya setiap harinya. Apabila hal ini tidak dilakukan, maka kita akan kehilangan kandungan air susu sebanyak 30%. Subhanallah.. Selain itu pula, perawatan sapi pun harus diperhatikan. Mulai dari perawatan kuku, (biasanya kuku dipotong), pada bagian telinga sapi di tempel nomor seri atau kadang sapi di beri nama sesuai perawatnya. Kemudian tanduknya dihilangkan. Biasanya kebanyakan sapi mati dikarenakan kesalahan dalam pemeliharaan.

Manajemen Pemerahan dari Ambing Sapi

Ketika proses pemerahan sapi beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu  sanitasi kandang sapi. Hal ini dikarenakan banyaknya mikroorganisme yang berada di sekitar kandnag sapi. Saat akan diperah, ambing  sapi harus dibersihkan dengan air hangat. Biasanya juga dimandikan terlebih dahulu dua jam sebelum diperah. Pemerahan tidak boleh lebih dari tujuh menit. Apabila lebih dari tujuh menit sapi akan merasakan sakit, karena hormon oksitosin akan di turunkan secara berlebihan. Ketika sebelum memerah bagian ambing sapi pun di beri desinfektan agar terhindar dari mikroorganisme yang terdapat di sekitar ambing. Apabila sapi diperah dengan cara-cara yang baik akan dihasilkan susu 60L/hari/ekor. Di BPPT ini cara pemerahan sudah tidak menggunakan teknik konvensional dengan tangan tapi sudah menggunakan teknologi canggih diperah dengan alat dan dimasukkan ke dalam tangki.

Manajemen Reproduksi

Di BPPT ini, sapi bereproduksi dengan inseminasi buatan. Sapi bisa menghasilkan susu jika telah berusia 2 tahun 2 bulan dan dia sudah pernah melahirkan. Puncak produksi susu terjadi ketika sapi tersebut telah memiliki 3 atau 4  anak. Ketika kehamilan ke 5 atau 6, produksi susu mulai menurun. Biasanya apabila telah melahirkan sebanyak 7 kali, sapi tersebut menjadi sapi potong.

Nah, mau tahu gimana sapi yang harus segera diinseminasi???

  • lubang V sapi akan memerah dan mengeluarkan lendir bening.
  • biasanya sapi akan terlihat resah dan gelisah

Apabila kedua hal ini sudah mulai nampak maka harus langsung dikawinkan dengan cara menginjeksikan sperma jantan melalui lubang anus dan V hingga mencapai lubang serviks (mulut rahim)  oleh manusia. Oleh karena itu, sapi-sapi di kandang Dara selalu dipantau selama 24 jam oleh petugas.

Manajemen Produksi Hijau

Makanan pokok sapi yaitu rumput segar. Namun, biasanya di beri makanan tambahan yang dinamakan silase. Silase terbuat dari rumput dan serat kasar  yang diolah secara anaerobik di dalam tangki silase selama satu bulan. Silase ini kuat hingga jangka waktu empat tahun dan dapat menaikkan kadar protein susu sapi tersebut.

Jumlah sapi betina yang terdapat di BPPT ini mencapai 200 ekor yang bervariasi bergantung usia. Selain itu terdapat beberapa kandang, diantaranya kandang melahirkan, kandang Dara, kandang pertumbuhan, dan kandang laktasi. Di kandang melahirkan hanya terdapat sapi-sapi yang akan melahirkan kira-kira mencapai usia 7 bulan kehamilan hingga melahirkan. Kandang dara merupakan tempat sapi-sapi betina yang belum pernah bunting namun sudah menginjak waktu-waktu rawan kehamilan. Kandang laktasi adalah kandang tempat pemerahan. Di BPPT ini terdapat dua kandang laktasi dengan metode pemerahan konvesional dan canggih. Teknologi konvensional, susu yang telah diperah langsung dimasukkan ke dalam tangki sedangkan teknologi canggih, susu saat di perah langsung di alirkan ke dalam pipa dan masuk ke cooling room dan siap diolah. Tentunya perbedaannya adalah kehigienisan susu tersebut dari mikroorganisme.

Sapi merupakan hewan yang bermanfaat dari segala bentuk tubuhnya. Mulai dari tanduk (mungkin dijadikan hiasan), kulit (dijadikan bedug, selimut,tas,sepatu dll), susu (tentu saja diminum), daging(pasti dimakan), jeroannya (ada yang dibuang ada yang disate, bergantung orang), kotorannya (dijadiin biogas), air kencingnya( di BPPT dijual ke penadah dan dijadikan pupuk cair) .. wah subhanallah bukan? Bermanfaat dari segala sisi. Bagaimana kalau manusia???

Total susu yang dihasilkan oleh BPPT ini sekitar 1000-1200 L/hari. Kemudian diolah secara pasteurisasi dan dikemas namun ada juga yang dijual susu murni segar. Menurut penelitian Jepang susu Pasteurisasi Cikole ini setara dengan kualitas susu no 2 di Hokaido Jepang. Proud to be Indonesia. BPPT ini pula sudah tersertifikasi HACCP, jadi hem aman lah. Apabila pemeliharaannya terjaga dan cara kita mengolah susu.

*Bagi yang akan berkunjung, silahkan menghubungi pihak BPPT Cikole Lembang langsung

9 thoughts on “Jalan-jalan ke peternakan sapi perah.. Cikole..

  1. Bila ingin berkunjung kesana, surat permohonan ditujukan kepada siapa yah, renc tgl 19 okt 2016, 100 siswa 30 guru pak, mohon balas pak…

  2. Selamat Pagi dan salam kenal,

    Apabila mau menawarkan alat2 peternakan dan susu pengganti atau CMR kirimkemana yah pak?

    Trims,
    PT. BINTANG ARTHAA TIRTAYASA SAKTI
    Ranti Syaftarianti Kamal
    Marketing Executive
    Hp : 0852 80 82 1601

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s