The Power Of Woman


Perempuan adalah makhluk terindah yang ada di bumi..

Perempuan adalah makhluk terlembut dibanding laki-laki..

Perempuan adalah makhluk paling perasa di banding laki-laki..

Oleh karena itu, perempuan adalah orang yang paling mengerti isi hati orang.. Banyak hal yang dimiliki perempuan dan tak dimiliki oleh laki-laki. Jika ada perempuan yang kuat itu wajar, jika ada perempuan yang pintar memimpin itu biasa, jika ada perempuan yang bisa memanjat itu pun biasa, tapi jika ada laki-laki yang bisa melahirkan itu baru di luar rasional, karena mengandung, melahirkan, dan menyusui itu adalah rezeki, berkah, dan fitrah sebagai seorang perempuan. Ketiga hal tersebut sangat tidak mungkin dialami seorang laki-laki, walaupun pernah ada film yang dibintangi Arnold Swazhnberger (bener nggak yah nulisnya?), tapi kekuasaan Allah sangat luar biasa yang hanya memberikan itu semua pada perempuan. Betapa istimewanya seorang perempuan kan??

Nah, saya mau cerita sebuah pengalaman tentang kekuatan seorang wanita ketika sebelum menikah dan setelah menikah (punya anak). Kemarin tepatnya tanggal 14 januari 2010 saya bertemu dengan seorang kakak kelas di sekolah dan kampus. Kebetulan beliau sudah menikah dan ketika bertemu beliau membawa putri (bayi) semata wayangnya. Kemudian kami ngobrol-ngobrol di tengah hujan deras di salah satu mesjid ternama di Bandung. Lalu saat itu sang bayi di letakkan di depan saya, tau apa yang terjadi??

I can’t do anything, speechless. Dari dulu emang nggak bisa ngajakin bayi ngobrol.. Jadi tidak tahu harus berbicara apa, cuma ” assalamu’alaykum adek cantik” terus dianya tersenyum.. Terus bingung lagi, terus bayinya ngeliatin dan senyum-senyum terpesona kali yah? hehe

Nah setelah itu, sang ummi menitipkan sang bayi pada saya karena ketika itu hanya ada saya di sana. karena beliau harus pergi ke tempat lain terlebih dahulu. Akhirnya aku menggendongnya, yah kalau masalah menggendong itu sudah biasa tapi saya tidak bisa berbicara sama bayi seperti ibu-ibu. Jadi si bayi hanya saya gendong, terus sesekali di ajak ketawa, awalnya emang dia bersuara entah berbicara apa tapi.. Lama-lama dia mulai menangis dan itu yang membuat saya sangat-sangat bingung. Saya tidak pandai membuat bayi berhenti menangis. Bingung sebingung-bingungnya. Akhirnya saya menggendongnya sambil berdiri, alhamdulillah dia berhenti menangis dan tersenyum padaku. Hooo.. “aku mengerti dia kesal kali yah didiemin dan cuma duduk doang” pikirku dalam hati.

Dan setelah itu dia berbicara.. “Hau hau hhhhhh” bingung bahasa apa itu.. Subhanalllah hari ini, dapat pelajaran baru.. Pelajaran yang saya dapatkan yaitu :

  1. Jadi seorang ibu itu susah, maka cintailah ibumu, buatkanlah Rumah di surga dan berilah ia Mahkota Cahaya
  2. Membuat bayi tersenyum dari tangis itu susah, maka jangan pernah membuat ibumu menangis
  3. Mengerti kemauan bayi itu butuh perjuangan dan kebiasaan, maka mengertilah tentang kondisi  ibumu
  4. Menggendong bayi itu berat dan melelahkan, maka bahagiakanlah ibumu dan jangan memberikan beban berat padanya atas semua tingkah polah kita
  5. Menghadapi bayi itu harus selalu ceria dan tersenyum, maka selalu lah bermuka ceria di depan ibumu dan buatlah ia tersenyum

Mungkin masih banyak pelajaran yang saya ambil tapi tidak bisa dituliskan disini. Hal yang paling membuat saya tergugah adalah bisakah saya menjadi ibu yang baik bagi putra-putri saya kelak?? Seorang ibu yang selalu ada saat buah hati sakit dan menangis, seorang ibu yang selalu melindungi dan berwajah ceria didepan buah hatinya, seorang ibu yang selalu menentramkan hati buah hatinya dengan lantunan Al-qur’an atau dengan shirah-shirah Rasul dan sahabat dikala buah hati akan tidur, dan banyak lagi hal lain yang menjadi pertanyaan dalam hati saya kini..

Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?” Nabi Saw menjawab, “ibumu…ibumu…ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu.” (Mutafaq’alaih).

Nah, betapa istimewanya perempuan kan?? Nah, semoga sebelum menikah dan setelah menikah bisa menjadi seorang ibu yang baik. Ketika sebelum menikah kita bisa menjadi ibu bagi adik kita atau keponakan ataupun anak kecil di sekitar kita. setelah menikah jadi ibu untuk anak-anak kita. ^^

Let’s to Great Mother..

One thought on “The Power Of Woman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s