Derai Sunyi


Malam kelam tak tersulam satu pun bintang di atas sana..

Aku sendiri..

Bertemankan sepi dan dinginnya malam

Lagi-lagi aku mengeluh.. Keluhan yang sama seperti kemarin..

Aku sendiri..

Tak ada satupun orang yang mengerti, apa yang aku rasakan..

Lagi-lagi aku mengeluh.. Keluhan yang sama seperti kemarin..

Aku sendiri..

Tak ada satupun yang membantuku keluar dari masalahku..

Lagi-lagi aku mengeluh..

Aku sendiri, berjuang untuk melakukan semua hal, ketika mereka diam..

Aku sendiri yang menangis ketika mereka tertawa..

Lagi-lagi aku mengeluh.. Keluhan yang sama seperti kemaren..

Ketika aku lelah hanya Dia yang mampu menghiburku..

Ketika aku sendiri, hanya Dia yang selalu menemani..

Ketika aku menangis, Dia pula yang menenangkanku..

Ketika aku tersenyum bahagia, Dia pun tersenyum padaku..

Sungguh, cukup hanya Dia yang menjadi kekasih hatiku yang kekal hingga aku hancur menjadi tanah..

Karena selama ini hanya Dia yang selalu menolongku..

Tak ada satu pun yang bisa memahami diriku, sedalam Dia..

Sungguh, cukup Dia sebagai obat penenangku..

Semoga semua yang kini aku lakukan benar-benar hanya untuk Dia seorang..

Bukan untuk ayah, bunda, saudara, maupun teman-temanku..

Semoga cintaku hanya untuk Dia sang kekasih hati pemilik hatiku..

2 thoughts on “Derai Sunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s