Belajar dari Kuliah Limbah Industri


Hari itu hari selasa, tepatnya tanggal 2 Maret 2010. Semua sahabat-sahabatku sedang tertekan dengan berbagai tugas apalagi UTS hanya tinggal menghitung hari. Waktu menunjukkan 17.10 WIB. Semua penghuni RSG Lt 6 Gd Labtek IX C sudah merasa kelelahan, karena dari pagi kami memeras otak untuk mengambil secuil ilmuNya. Akhirnya dosenku kala itu menjelaskan sebuah cerita tentang Semut dan Nabi Musa.
Sejenak aku sempat berpikir, wah Subhanallah dosenku ini senang cerita-cerita Nabi. Tapi tentunya cerita tersebut tidak benar-benar kisah Nabi tapi di beri bumbu-bumbu penyedap lain tentang limbah industri tentunya.
Suatu hari Nabi Musa bertemu dengan sekawanan semut. Beliau adalah salah satu Nabi yang diberi mukjizat oleh Allah bisa berbicara dengan hewan. Nabi Musa berkata kepada salah satu semut (anggaplah ketua kelompoknya), “Mut, ente laper kagak?”.
“Tentulah, Mus, ane laper” jawab sang semut
” Kalo ane kasih ente roti, berapa hari ente bisa ngabisin?”
Sang semut mulai berpikir keras kalau-kalau Nabi Musa memiliki siasat untuk mengalahkannya. Padahal Nabi Musa hanya ingin mencari berapa lama waktu yang diperlukan  ketika seekor semut memakan sepotong roti.
” Oke satu minggu” jawab sang semut lantang.
“Siplah, ntar ane check lagi minggu depan” jawab Nabi Musa.
Akhirnya semut tersebut ditaruh bersamaan dengan roti pada sebuah toples tertutup.
Singkat cerita, seminggu berlalu. Kemudian Nabi Musa mengecheck toples tersebut. Dia merasa kaget karena semut tidak menepati janjinya untuk menghabiskan potongan roti dalam waktu satu minggu.
“Lho katanya bisa abis dalam waktu satu minggu?” tanya Nabi Musa.
“Yah, ini buat cadangan kalau-kalau ente lupa kemari lagi. Kalau ane makan semua dan enete lupa balik lagi setelah seminggu, bisa-bisa ane kelaperan terus mati. Ya udah mending ane sisain”
Nabi Musa hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum mendengar jawaban sang semut.
Tentunya kami yang mendengar pun kontan tertawa setelah selama hampir satu setengah jam mefokuskan pada materi kuliah. Yah cerita cukup menarik lah, setelah seharian kecapean. Hehe
Nah apa yang bisa didapatkan dari cerita tersebut?? Kalau saya sih dapet hikmahnya, manusia itu sering lupa dengan apa yang dijanjikannya, oleh karena itu sang semut menyiasati perilaku Nabi Musa yang notabene manusia dengan tidak memakan semua roti yang diberi. Oleh karena itu, ketika berjanji maka ucapkan Insya Allah. Karena kita tidak pernah tahu apakah hari esok masih ada untuk kita??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s