Cerita Dosen


Pada suatu hari di sebuah stasiun sinkansen, kereta api tercepat di dunia, terlihat seorang professor muda sedang duduk menunggu kereta, hendak menuju Universitas Tohoku. Kemudian datanglah seorang lelaki berusia sekitar 50 tahunan, duduk disamping professor tersebut. Entah mengapa sang professor sangat tertarik dengan lelaki yang duduk di sampingnya. Dilihatnya lelaki paruh baya  itu penuh pesona.

Padahal lelaki  itu hanya seorang lelaki biasa, kurus, tinggi, mengenakan kemeja putih plus peci putih di kepalanya. Adakah sesuatu yang menarik dari orang seperti ini?

Akhirnya sang professor angkat bicara dan mulai membuka pembicaraan. Tahulah bahwa lelaki itu berasal dari Indonesia. Tiba-tiba sang professor berkata ” Pak, tolong doakan saya agar saya bisa menjadi orang sholeh seperti bapak”. begitu kira-kira perkataannya.

Sang lelaki itu pun hanya tersenyum dan menjawab “Insya Allah, akan saya doakan”. Kemudian sang lelaki paruh baya itu pun berkata ” Saya juga, tolong doakan saya agar bisa menjadi seorang professor seperti Anda”. Kontan saja sang professor muda itu terkaget-kaget. “Jadi professor gimana, umurnya kan udah tua” batin sang professor.

” Tapi kalo mau jadi professor, harus sekolah dulu sampai S3 (doktor) baru bisa jadi professor, tidak bisa hanya didoakan saja pak” jawab professor.

Sang lelaki itu pun hanya tersenyum, kemudian dia menjawab ” begitu pula menjadi orang yang sholeh yang beriman, tidak hanya didoakan saja tapi butuh pengorbanan, kecintaan, dan penghambaan pada Sang Pencipta, jika hanya doa saja berarti siapapun yang ingin shaleh tinggal didoakan saja. Kalo gitu semua orang beriman mudahnya.”

Professor tersebut hanya bisa tertegun mendengar ucapan sang lelaki tua tersebut..

Betul, terkadang manusia hanya ingin mendapat sesuatu secara instan, tidak mau pengorbanan, semua ingin terasa enak dan mudah. Padahal untuk menjadi orang yang sukses kita butuh kegagalan sebagai sebuah pengalaman. Pastinya untuk mendapatkan sesuatu butuh pengorbanan. Terutama untuk menjadi orang yang beriman, tidak hanya dapat doa dari orang lain tapi diri kita sendirilah yang harus meraih derajat iman dan taqwa itu melalui pengorbanan dan kecintaan yang murni terhadap Rabb kita…

Wallahu’alam

2 thoughts on “Cerita Dosen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s