Any Question?


Namanya manusia pasti banyak bertanya. Tapi ternyata pertanyaan itu pun banyak macamnya lho.. yuk kita simak..

  • Pertanyaan yang diperintahkan

Maksudnya pertanyaan ini memang harus ditanyakan. Kategori ini terbagi menjadi dua yaitu :

  • Pertanyaan yang bersifat fardhu ‘ain : pertanyaan yang berkaitan dengan hal-hal agama contohnya tentang thaharah, shalat, dll

“Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,” (Qs 16: 43)

  • Pertanyaan yang bersifat fardhu kifayah : Contohnya mengenai hal-hal hadits, fiqh, dan tafsir.
  • Pertanyaan yang dianjurkan : mengenai amalan-amalan sunnah.
  • Pertanyaan yang dilarang
    • Haram

Pertanyaan yang jika ditanyakan akan menyebabkan berdosa. Contohnya tentang hari kiamat karena hal tersebut hanya Allah yang tahu.

  • Bertujuan mengejek

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, (justru ) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Al-qur’an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun” (QS 5:101)

  • Tentang mukjizat yang bersikap untuk menentang

Contohnya : Kok Nabi Ibrahim dibakar nggak mati-mati yha?

  • Sesuatu yang rumit yang tidak bisa dijawab
  • Pertanyaan yang makruh

Pertanyaan yang sebaiknya tidak perlu ditanyakan dan lebih baik ditinggalkan.

ü  Pertanyaan yang sebenarnya tidak dibutuhkan

ü  Pertanyaan mengenai sesuatu hal yang didiamkan oleh syara’ (tidak memiliki dalil haram dan halalnya)

  • Pertanyaan yang mubah

Pertanyaan selain yang dijelaskan diatas.

 Nah seyogyanya kita harus pandai memilih dan memilah mana pertanyaan yang memang penting dan tidak. Pernah seorang sahabat yang sangat saya hormati dan percayai, berkata bahwa sms yang saya lontarkan terhadap beliau hanya sebuah sms penguji. Langsung saja saya merasa sangat tidak enak, padahal jujur sms tersebut saya kirim memang ingin tahu. Hingga sering membuat saya malas untuk mengsms beliau itu, saking traumanya dikira marah-marah atau sms nggak penting. Astaghfirullah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s