Untitled


Hari itu aku harus memimpin sebuah rapat suatu acara. Mungkin memimpin suatu diskusi atau presentasi sih masih oke. Tapi kalo harus mimpin rapat suatu kepanitiaan yang tentunya ada ikhwan dan akhwat baru itu luar biasa. Dua kali saya harus memimpin sebuah rapat yang pesertanya adalah akhwat dan ikhwan, ga tanggung-tanggung ikhwan angkatan 2005.

Antara perasaan bingung, khawatir salah, dan segala macam yang bercampur aduk dalam hati, sampai mau mengeluarkan kata pun begitu susah. Bisa dibayangkan bukan bagaimana perasaan saya? Sensasi yang tak kan pernah ku dapatkan di kampus yang notabene Institusi Terbaik Bangsa. Maklum, hampir semua orang bilang bahwa ikhwan ITB punya ego yang tinggi nggak mungkin mau dilangkahi oleh seorang akhwat macam saya. Nggak mungkin kayanya. Sungguh tak mungkin.. Really? Silahkan tanya dan buktikan. Sebenarnya nggak bisa di generalisir juga sih, cuma yha kebetulan saja menemukan orang seperti itu. Di prodi pun kadang ada orang seperti itu. Maklum institutku ini sangkar berlian,, hehe

Tapi di tempat yang lain saya menemukan kondisi sebaliknya, sulit sekali menemukan ikhwan untuk bisa sekadar menjadi seorang pemimpin rapat. kalaupun memimpin rapat, paling hanya sebagai moderator, pembuka dna penutup majelis, sisanya akhwat yang mimpin dan mengarahkan. (lelaki di jajah wanita sejak sekarang, disini.. ups.. hehe)

Sebenarnya sedang menunggu kuliah Lumpur, jadi iseng nulis ini, lagi kepikiran ini… hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s