Saling Menghargai


Suatu hari saya menerima sebuah pengaduan dari salah seorang aktivis dakwah,yang isinya menggambarkan bagaimana situasi ruhiyahnya,juga bagaimana ia merasakan bahwa kebanyakan rekan-rekan dakwahnya tidak memerdulikannya selama ini. Jikalau ada masalah bukannya ikut membantu menyelesaikan, eh…malah seringkali menyalahkan, padahal tak kurang-kurangnya ia telah berbuat yang terbaik.

Ikhwah fillah, kejadian di atas mungkin sering mengena pada diri kita, kalau toh kita tidak jadi korban, bisa jadi kita yang menjadi telah berbuat aniaya kepada rekan kita yang lain, dalam sebuah lembaga dakwah. Apalagi kalau saya mengamati entah karena terbawa situasi yang ada atau yang lain seringkali aktivitas sebuah lembaga dakwah hanya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang sangat menguras energi para aktivisnya, sementara mereka jarang atau bahkan tidak sempat menikmati bagaimana mereka juga harus mendapatkan ‘ilmu’ dari aktivitasnya di sebuah lembaga dakwah.

Ikhwah fillah, marilah kita renungkan, apakah kita telah berbuat aniaya kepada rekan kita, ataukah mungkin telah teraniaya dalam masalah ini. Jikalau kita telah merasa menganiaya, seringkali mengejek rekan dakwah kita yang lain dengan hasil kerjanya, maka beristighfarlah. Seringkali memang lebih enak mengejek daripada memuji rekan kita; seringkali kita lebih sering menyalahkan rekan kita daripada menyalahkan benda yang rusak yang pernah di belinya. Ah…rasanya senang sekali  jika rekan kita akhirnya tidak berkutik. Jika ada yang mengingatkan, seringkali kita membenarkan diri ‘ Ah…, kan cuman bercanda, nggak lebih dari itu, gitu aja kok dipikirin, mestinya kan lebih mengakrabkan kita,’. Jika sudah begitu…….hati-hati saudaraku, karena kita mungkin tidak akan pernah berinstrospeksi, kita akan meningkatkan kezaliman yang telah kita lakukan dengan terus-menerus mengecilkan arti dari kesalahan yang telah kita lakukan.

Saudaraku, apakah sih sulitnya kita mengatakan terimakasih, hatur nuhun, terimakasih atas pengorbananmu, syukron akhi, syukron ukhti. Ah saya pikir nggak berat sama sekali. Dengan demikian kita bisa menghargai orang lain tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun, kita dapat menyenangkan hati orang lain tanpa mengeluarkan energi sedikitpun. Jika menghargai orang lain begitu itu mudahnya, mengapa tidak kita lakukan. Segeralah lakukan sekarang juga, jangan tunggu waktu lagi.

Saudaraku, Rasulullah sendiri seringkali membela para sahabat yang diolok-olok. Saat sahabat ibnu Ibnu Mas’ud yang betisnya sangat kecil di ketawai oleh sahabat yang lain maka Rasulullah mengatakan bahwa betis Ibnu Mas’ud lebih berat dari bukit uhud; maka para sahabat yang lainpun mengerti akan kesalahannya. Demikian pula Rasulullah memberikan julukan saifullah kepada Khalid bin Walid, memberikan julukan Humaira [yang pipinya kemerah-merahan] kepada Aisyah istri beliau. Ah Asyiik bukan ??

Saudaraku jikalau kita adalah yang merasa teraniaya, memang mungkin sangat terasa sakit. Ketika kita mengerjakan proyek dakwah dengan pengorbanan dana yang tidak sedikit, pengorbanan waktu dan perasaan, eh ternyata rekan kita dengan enaknya mengejek apa yang telah kita lakukan, eh ternyata rekan kita tidak menghargai sama sekali. Atau mungkin ada yang tersinggung karena merasa tidak kita libatkan terus marah pada kita. Saudaraku, bagaimanapun ia adalah saudara kita, saudara yang insyaallah telah lama bersama kita dalam meniti jalan dakwah ini. Dan marilah kita yakin bahwa mereka sebenarnya mempunyai azzam yang kuat dalam dakwah ini. Hanya saja mungkin rekan kita tidak sadar atau bahkan karena budaya yang ada di lingkungannya demikian maka ia berbuat begitu. Jika sudah demikian maka maafkanlah dia, toh apa ruginya memaafkan orang. Sudahlah lupakan apa yang dikatakan orang lain, toh Allah mencintai orang yang sabar. Dan berdoalah atas kebaikan orang yang mencela kita itu. dan yang lebih penting marilah kita mencoba menghargai orang lain dari diri kita…..

yuk kita mulai berlatih…………

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s