Aku Childish


“Saya akhwat  childish?” masa sih?

Ehm.. emang childish itu apa sih?

Childish dimananya?

Sikapkah? Pemikirankah? Ucapankah?

Terkadang saya bingung, ketika saya dibilang childish, saya tidak tahu childdish itu apa dan bagaimana. Orang hanya berkata “kamu kekanakan banget deh”. Coba lihat akhwat-akhwat lain, Subhanallah anggun dan dewasa banget (menunjuk pada seorang akhwat yang sangat cantik, anggun, gemulai, lemah lembut, pendiam, pemalu, pokoknyaa akhwat banget lah). Menang jauh dibanding dengan saya yang banyak bicara, cerewet, grasak-grusuk, bersikap seperti balita, berpikir seperti anak SD, dan sejuta kekurangan saya dibanding dengan akhwat-akhwat itu. Hem.. sedih? Mungkin terkadang sedih. Tapi, take it easy.

Saya merasa bahwa setiap culture pasti punya karakter tersendiri. Bisa jadi lingkungan mempengaruhi sikap dan pemikiran. Pernah saya berkunjung ke sebuah LDK ternama di daerah timur Pulau Jawa. Disana, subhanallah akhwat-ikhwannya sangat dewasa (keibuan dan kebapak-an). Beda banget sama kondisi di sini, yang katanya akhwat-akhwatnya kekanakan (padahal ikhwannya juga, hanya tidak sadar saja mungkin ya?)

Tapi saya tidak akan membahas tentang bagaimana kekanak-annya saya disini. Menurut saya sih, memang karakter saya yang ke-kanak-an ditambah dengan kondisi yang memang anak-anak semua jadi semakin anak-anak. Lho.. hehe

Pokonya kita disini memang sudah karakternya seperti ini, berbeda dengan tempat lain yang memang berbeda karakter dengan kita. Hanya saja sekarang masalahnya, bagaimana kita yang anak-anak ini mampu memosisikan diri sesuai ruang dan waktu agar tidak menjadi anak-anak.

Ketika kita tahu bahwa ada saudara kita yang kekanakan, harusnya kita atau Anda mencoba memberi tahu, agar tidak bersikap kekanakan. Tunjukkanlah, bahwa Anda dewasa dengan memberi keteladanan layaknya orang dewasa ketika ada perbuatan teman kita yang kekanakan. Boleh jadi sikap mereka seperti itu, karena bagi mereka itu biasa, mungkin bagi Anda yang sudah dewasa terlihat menjadi kekanakan.

Kalo ada yang seperti itu, harusnya ditunjukkan kamu kekanakannya sebelah sini, sikap kamu yang ini lho, pemikirian kamu yang itu lho. Jangan hanya berkata bahwa “kamu jangan kekanakan dong”. Jadi saya tahu, dimana letak kesalahan saya. Karena seperti yang saya katakan di awal, banyak orang yang berkata bahwa saya kekanakan, tapi saya tidak tahu (nggak nyadar) sebelah mana yang kekanakan..

Gitu teman-teman..

Sebenarnya saya juga nggak tahu nulis apa.. hoho.. melampiaskan perasaan saja.. jadi membuat lega setelah ditulis.. Saya juga pernah berkata, “Oh my God, kekanakan banget sih”, tapi sejujurnya saya juga bingung, emang apa yang dimaksud kekanakan? Entah mengapa, naluri berkata bahwa sikap itu “kekanakan”. Atau memang seperti ini yha pemikiran mereka yang berkata kekanakan? Berarti kita sama-sama masih childdish.

Tapi ngapain dipikirin, karena setiap masalah pasti ada saatnya menuntut kita untuk memilih bersikap kekanakan atau dewasa. Which do you want?

2 thoughts on “Aku Childish

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s