Bahasaku Asing, Asing Bahasaku


Annyeonghaseyyo..

Apa coba judul diatas? Tidak sesuai kaidah EYD Indonesia yha? Tapi nggak apalah, apalah arti sebuah judul. Nah, penting ga sih kita belajar banyak bahasa asing? Ehm.. jawabannya tergantung pada diri kita masing-masing. Menurut saya, kita penting banget menguasai beberapa bahasa asing apalagi di zaman globalisasi sekarang. Semuanya sudah global, sampai pencemaran pun global. Kata Roger Bacon “Bahasa adalah kunci segala isi dunia”. Wuihhh.. mantap kan?

Kita nggak terpikat nih, sama sahabat Zaid bin Tsabit yang bisa menguasai bahasa Ibrani dalam waktu 7 hari dan bahasa Romawi dalam waktu 14 hari. Subhanallah bukan? H. Agus Salim bisa lima bahasa asing, padahal dia tidak sekolah. Terus bagaimana dengan kita? Semua fasilitas sudah memadai, tinggal kita yang memulai untuk belajar. Sekarang bimbel atau tempat-tempat kursus bahasa asing sudah beredar dimana-mana, atau belajar online pun udah banyak banget, buku-buku pun sudah banyak teronggok di etalase toko buku. Kurang apalagi coba?

‘Bimbel kan mahal, aku ga punya uang’. Tenang bisa juga belajar otodidak, bisa beli buku-buku atau searching internet, atau nebeng belajar bareng temen yang udah mahir. Saya juga belajar bahasa China, gara-gara beberapa temen sekelas di prodi pada les Mandarin gitu. Lumayanlah gretongan. *_n

Sebenarnya mudah kok, belajar bahasa asing. Pengalaman saya, saya belajar bahasa Korea dan Prancis sendiri, pake buku-buku, sisanya ngedengerin temen yang udah lancar ngomong Prancis yang serasa susah nelen. Hehe . Kalo bahasa Korea, ngedengerin lagu2 Korea atau film-filmnya. Cukup membantu kok. Tapi emang lebih enak kalo belajar langsung di tempat les, writting, reading, conversation nya langsung dipelajari.

Tapi tetep, walaupun kita jago bahasa asing, bahasa sendiri jangan dilupakan. Sekarang ini ironisnya, banyak orang yang lupa dengan bahasa sendiri, contohnya saya, nulis artikel ini nggak pake EYD kan? Hehe.. Selain itu sudah banyak orang yang melupakan bahasa daerahnya sendiri, jujur ni saya pun udah jarang ngomong Sunda, kecuali kalo ngumpul bareng keluarga.

Padahal Indonesia punya banyak bahasa daerah yang kadang lumayan aneh-aneh. Dari yang logatnya paling lembut sampai yang paling kasar, dari yang datar sampai yang medok, komplit deh pokonya. Indonesia Jayalah kau selalu.

Saya sangat kagum dengan Jepang, mereka tidak malu untuk tetap menggunakan bahasa mereka sendiri. Kalo kita? Bahasa udah mulai campur-campur sok-sok an orang asing, kaya saya, dengan alasan harus meng-internasional. Hehe Sebenarny sih nggak papa, yang penting, bahasa Indonesia tetep bisa dengan ejaan yang baik dan benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s