Do you have a dream?


“If Little dreaming is dangerous. The cure for it is no to dreamless but to dream  more, to dream all the time”

Ini untuk menyemangati kamu agar tidak takut bermimpi. Malah, bapak proklamator kita mengatakan agar kita menggantungkan mimpi setinggi langit.Kalau terdengar muluk, itu bukan berarti tidak bisa melakukannya. Zaman dulu orang berpikir bahwa mendarat di bulan adalah mimpi terkonyol di jagat raya. Dengan konsistensinya memegang impian, manusia sekarang bisa melakukan pendaratan itu. Kalau bermimpi saja takut, bagaimana kamu mewujudkan impian masa depan?

MIMPI BERDASARKAN TEORI

Sekarang kita ngomongin mmpi, dalam artian yang sebenarnya, mimpi. Bukan mimpi diasosiasikan dengan cita-cita atau tujuan hidup kita.

Secara ilmiah mimpi didefinisikan sebagai proses dari bayangan perasaan, pergerakan, dan pikiran yang kita alami saat tertidur. Mengenai mimpi, Nathaniel Kleitman telah melakukan penelitian di tahun 1953 dan menemukan beberapa hal menarik mengenai REM (Rapid Eye Movement) dalam tidur. Niat bener, ya?

Sebelum adanya penelitian mengenai REM, masih belum diketahui persis seberapa sering manusia bermimpi. Beberapa teori menyebutkan bahwa impian merupakan tanda-tanda gangguan mental bagi mereka yang mengalaminya. Manusia diketahui mengalami mimpi pada setiap malam. Pada manusia dewasa, mimpi biasanya berlangsung pada sekitar 90 menit setelah mulai tertidur dan terjadi lagi setiap 90 menit dengan durasi yang lebih lama, selama total 2 jam fase REM dalam tidur malam. Dengan rata-rata 5 mimpi tiap malam, manusia rata-rata mengalami 136 ribu impian sepanjang hidupnya dengan waktu yang setara dengan enam tahun fase REM dalam tidur. Saat bermimpi dalam fase REM, manusia mengalami peningkatan pada detak jantung, pernafasan, tekanan darah, konsumsi oksigen, dan pengeluaran getah lambung. Really?

Beberapa teori mencoba menjelaskan mengenai manfaat fase REM dalam tidur, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Tidur fase REM memungkinkan stimulasi bagi perkembangan otak.
  • Sebagai bagian dari fungsi perbaikan secara kimia terhadap bagian otak yang mengalami kerusakan.
  • Memungkinkan terjadinya koordinasi terhadap gerak mata, berdasarkan fakta bahwa pada fase tidur non-REM, kedua bola mata bergerak secara sendiri-sendiri.
  • Sebagai fungsi penjagaan, berhubung pada tidur fase REM (tingkat 1) dikenali sebagai fase setengah sadar sebelum betul-betul terbangun dari tidur.
  • Teori paling akhir yang juga kontroversial menyebutkan bahwa tidur dalam fase REM terjadi penghapusan fungsi neurologis pada otak.
  • Dalam pengertian psikologis, mimpi pada fase REM diduga dapat meningkatkan dan mengorganisasi memori (ingatan) di otak..aa

Berlawanan dengan apa yang diyakini kebanyakn orang,mimpi tidak disebabkan karena memakan makanan tertentu sebelum tidur, atau stimulus tertentu dari lingkungan sekitarnya selama tidur. Mimpi disebabkan oleh proses biologis internal dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sel otak besar pada bagian belakang otak secara periodik pecah dalam selang waktu sekitar 90 menit, dan mengirimkan stimulus yang bersifat random ke bagian korteks. Sebagai akibatnya, bagian memori,sensorik, kontrol saraf, dan kesadaran pada otak terstimulasi secara random yang berdampak adanya rangsangan pada puncak bagian korteks pada otak. Menurut penelitian ini, proses diatas mengakibatkan kita mengalami apa yang kita sebut mimpi.

-Graifhan Ramadhani-Percikan IMan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s