Saling… (1)


Manusia dengan segala macam karakteristiknya memang sangat sempurna dibandingkan dengan makhluk Allah yang lain. Seperti yang kita ketahui dan kita pelajari, bahwa manusia terdiri dari unsur bumi dan unsur langit. Unsur bumi karena manusia diciptakan dari tanah, sedangkan unsur langit karena manusia saat proses penciptaan fisiknya, Allah meniupkan ruh kedalamnya. Sempurna bukan?

Manusia seperti yang kita pelajari dalam ilmu sosial (sosiologi) merupakan makhluk sosial yang berhubungan dengan sesamanya. Saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain. Benarkah? Tentu saja itu benar, Insya Allah. Contohnya, kita asumsikan bahwa kita ada seorang Direktur Utama sebuah perusahaan ternama. Kita yang bertindak sebagai Dirut ini pasti bergantung kepada pegawai bukan? Kita bisa mendapatkan penghasilan karena pegawai kan? Untuk kebutuhan pokok, misalnya makan dia pun bergantung kepada petani, iya tidak? dan berbagai hal lainnya yang tanpa kita sadari atau tidak merupakan sebuah bentuk ketergantungan antara sesama manusia. Apalagi kita harus selalu menggantungkan segala sesuatu terhadap dzat yang memiliki diri kita ini, yaitu Allah swt.

Untuk berinteraksi ini kita butuh untuk mengenal. Ada sebuah kalimat yang mengatakan bahwa “tak kenal maka tak sayang” atau “tak kenal maka ta’aruf” (kenalan -red). Memang betul, ketika seorang manusia atau paling dekat mungkin diri kita sendiri, ketika kita ingin sesuatu atau membutuhkan bantuan seseorang, pasti akan meminta bantuan orang yang sudah di kenal. Iya kan? Jarang sekali ada orang yang meminta bantuan kepada orang yang belum dikenal, kecuali kalau memang lagi kepepet. Dalam ukhuwah islamiyah, berkenalan (ta’aruf) merupakan tangga pertama yang harus dilalui.

Ta’aruf (saling mengenal), bukan hanya kenal secara fisik, tapi juga mengenali sifat dan karakternya, aspek pemikirannya, kejiwaan, latar belakang diri dan keluarganya, kelebihan-kekurangannya, sampai hal-hal kecil yang dimilikinya.

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS Alhujurat :13)

Nah, seperti ayat cinta yang dijelaskan di atas bahwa kita berbeda ini agar saling mengenal. Indonesia yang beraneka ragam budaya, bahasa daerah, dan adat, bahkan agama merupakan salah satu miniatur kecil kehidupan luas dari sekedar sebuah keluarga yang memang karakter setiap anggotanya berbeda.

Ingin memahami orang seperti apa, jika kenal saja tidak. Mungkin kenal, tapi hanya nama dan nomor kontaknya saja. Bahkan wajahnya pun sampai lupa yang mana. Hingga membuat bingung saat ingin menyapa..

3 thoughts on “Saling… (1)

  1. saling membantu…

    saling mengerti…

    saling memberi…

    saling mengingatkan…

    hmm…

    banyak banget ya hal baik yang bisa kita lakukan diawali kata saling…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s