3G “Go Great Gamais”


Aduhai.. tak terasa  katong  di Ambon  sudah  empat  hari. Hem, udara  kota Ambon  yang lumayan panas senantiasa membangunkan kami setiap pagi. Dengan wajah kuyu tapi lumayan segar, kami biasanya kelaparan. Karena nggak ada makanan, sedih pisan lah. Tapi tetap ok !! Setelah qiyamulail, shalat shubuh, dan bersih-bersih diri. Kami bersiap melaksanakan agenda hari ini. Hem.. kebingungan pake baju apa hari ini? Gara-gara salah perhitungan.. Heueheu,, Yang pasti pakai baju sederhana tapi tampil menawan, kader Gamais yang bersahaja. Wkwkwk.. Jilbab yang kupake putih semua, sama biru.. membosankan sih, gara-gara parno takut mencolok. Padahal ternyata banyak juga yang pake warna and baju ngejreng-ngejreng dari mulai merah, kuning, ijo, ungu, oranye, hitam, putih, sampai ada warna yang nggak jelas warna apa. Hehe

Setelah pergi ke Unpatti, kami pun langsung melahap sarapan pagi.. Walaupun hanya telur dan sayuran, tapi karena lapar yah langsung aja di hap. *ups (nggak ngakhwat banget yha??? Hoho) Hari ini ada training dari BK Menas, UPI. Pengisinya kang siapa gitu (lupa), Kang furqan (melekat, karena beliau pernah saya undang untuk i ngisi di acara sekolah saya, Subhanllah, beliau sekarang sudah lulus, padahal pas kenal baru tingkat 3, Waktu cepat berlalu.. ), kemudian dilanjutkan oleh kang siapa juga lupa. Parah yha, Shorterm Memory.

Performance mereka sangat keren menurut saya, dengan penampilan formal, mampu mengalihkan perhatian peserta untuk berada di ruang pikiran saat training. Apalagi saat Kang Furqan, penulis buku best seller “Jangan Kuliah Kalau Nggak Sukses” dan buku “Jangan Jatuh Cinta tapi Bangun Cinta” mengisi mengenai spiritual power, emotional power, dan true financial power. Mampu menghipnotis peserta, halah balabihan ikko. Intinya “Pandangan Pertama Begitu Menggoda, Selanjutnya Godain Lagi”.

Penampilan terakhir yaitu bagi-bagi buku. Saya mendapat suatu pelajaran saat Kang Furqan Launching kedua bukunya. Ceritanya begini kawan, beliau menyebutkan bahwa beliau akan membatasi bukunya untuk diperjualbelikan, dan katanya sih cetakan terakhir. Akhirnya beliau bikin obral-obral pahala. Lho kok obral pahala? Bagaimana tidak, pertama-tama beliau bertanya siapa yang berani membeli kedua bukunya masing-masing seratus ribu?? Karena jumlah buku yang terbatas untuk sekitar 20 orang. Pas dibilang terbatas, berdatanganlah para pembeli seratus ribu. Dan Applaus meriah buat mereka yang sudi membeli dengan harga tinggi. Pelajaran pertama adalah “buku itu sumber ilmu, dan ilmu itu mahal, oleh karena mahal hanya orang-orang tertentu yang mampu mendapatkan ilmu tersebut, yaitu orang-orang yang selalu ingin belajar”.

Tapi realitasnya banyak orang yang mampu tapi tak mau belajar dan banyak orang yang tidak mampu tapi semangat ingin belajar. Tipe seperti apakah Anda? Kemudian, beliau bertanya kembali, “Siapa yang punya lima puluh ribu dan ingin membeli buku-buku tersebut, silahkan maju ke depan dan siapkan uangnya?” pun seperti pertama, berdatanganlah orang-orang tersebut. Begitu pula saat harga diturunkan menjadi tiga puluh ribu. Banyak yang langsung berdatangan, bahkan bisa dihitung jari bagi orang-orang yang tidak membeli. Subhanallah. Luar Biasa.

Pelajaran kedua, saling memberi satu sama lain. Dalam hal ini, beliau mengajarkan pola subsidi bagi orang yang tidak mampu tapi punya keinginan untuk mendapatkan ilmu. Bagaimana orang dengan seratus ribu dan lima puluh ribu bisa mensubsidi teman-teman yang membeli dengan harga tiga puluh ribu. Itulah ukhuwah islamiyah, saat seorang muslim saling memberi dan membantu yang lemah. Padahal harga bukunya sekitar 45000 lho.. Subhanalah.. Setelah selesai, kami makan siang dan shalat zuhur sekalian di jama’ dengan ashar. Tapi kami harus makan di auditorium, agar panitia tidak sulit untuk mengantarkan makan siang ke masing-masing tempat.

Seperti biasa, saat makan siang bersama, kami sering dikunjungi oleh berbagai rekan dari LDK lain mulai dari cerita-cerita tentang ke LDK-an sampai cerita kondisi daerah masing-masing. Mungkin saat acara ini selesai saya akan rindu masa-masa itu.. Setelah makan siang, acara penting anak Gamais biar eksis (halah.. Astaghfirullah..) yaitu ngisi training ke LDK-an, tentang kaderisasi, syi’ar, dan keuangan. Tim SLDK yang ber tujuh akhirnya di bagi tiga tim, dengan komposisi 3,1,3. Saya, Taufiq, Alam (kaderisasi), Heru (syi’ar,, single trainer from Gamais lho, tapi ngisinya barengan anak Salam UI), dan Agung , Duin, Adam (keuangan). Kami pun berpisah.

Alhamdulillah saya di aula Gd. Rektorat lt.2. Ber-AC dan full sound system. Tapi sayang beribu sayang, walaupun tempatnya oke dan sangat mendukung, tapiiiiiiii listriknya kagak ngalir, teman.. sedih sih, apalagi ngeliat trainer muda kita, haha bingung kayanya. Tapi masih tetep, cool, calm, confident, i guess.. haha, ya tak? Tapi yha, karena peserta sudah berdatangan, acara mau tak mau harus dimulai, walaupun banyak kekurangan, tapi peserta tampak antusias sekali. Subhanallah..

Rtt .. Bunyi listrik yang mengalir, karena kontak dengan sound system, yang kabelnya tidak dicabut. Alhamdulillah, akhirnya listriknya nyala. Sementara taufiQ ngoceh tentang kaderisasi, Alam sang operator, berusaha menghubungkan laptop dengan proyektor dibantu oleh Kang Furqan dan siapa gitu. Sedangkan saya sendiri duduk tenang, mendengarkan, sambil menikmati aliran AC, halah gaji buta.😀..

Saat sedang asyik menikmati slide-slide yang mungkin pertama kalinya saya sebagai staff kaderisasi Gamais pusat mendapatkan materi kek beginian, karena selama ini langsung learning by doing, tiba-tiba slidenya mati, wah ternyata laptonya mati.. ada-ada aja yah kendalanya. Tapi subhanallah, ada yang dengan sigap meminjamkan laptopnya. Terharu .. Lanjut….. Selesai pemaparan materi dilanjutkan dengan tanya jawab. “Yah, ada yang ingin bertanya?” tanya taufiq. Serempak tangan-tangan perkasa para pejuang dakwah terangkat ke atas. Terkadang saya sangat iri dengan militansi mereka-mereka yang dari daerah, berbeda dengan anak-anak Gamais.

 Hem, PR besar, tingkatkan kekritisan kader Gamais ! Konon, jarang banget banyak anak Gamais yang senang bertanya seperti mereka-mereka ini. Selesai tanya jawab, belum selesai sih karena masih banyak yang ingin bertanya, tapi karena keterbatasan waktu akhirnya dilanjutkan dengan FGD per zona. Disana peserta dibagi empat, ikhwan-akhwat sesuai zona satu hingga empat. Setiap zona harus menganalisis masalah setiap LDK masing-masing dan tentunya dicari solusinya untuk bersama, karena dimungkinkan dengan persamaan kaarkater daerah per zona, solusinya pun bisa langsung diimplementasikan tidak hanya sekedar wacana. Kami bertiga bertugas untuk mengawasi dan mendampingi setiap zona secara bergantian. Dari diskusi-diskusi mereka banyak kasus yang muncul, mulai dari LDK yang nggak legal, nggak punya regenerasi, kader ikhwan nggak ada lah, kader yang pada ngilang,bahkan sampai ada yang bercerita “kader ikhwannya nggak bisa bergerak, sampai-sampai menyruruh akhwat untuk menjadi ketua LDK” ckckck, memang Perempuan berasal dari Venus.. apa coba maksudnya.. Pokoknya masalahnya klasik-klasik sepeutar kaderisasi lah. Dan disana kau akan temukan, sebuah perbedaan antara kader kita dan mereka. Subhanallah..

Amanah Nasional GAMAIS ITB 2012

Amanah itu bukan sebuah prestise.. bukan juga sebuah kemewahan.. dan bukan pula sebuah musibah.. Ia datang tanpa harus diminta dan diinginkan..

Selepas shalat isya pada tanggal 4 Juli 2010, merupakan sebuah momentum sejarah yang berulang dimana ITB diamanahi sebagai tuan rumah FSLDKN ke II yang saat itu bernama Sarasehan LDK, tanggal 2-4 Januari 1987, dan Insya Allah pada tahun 2012, GAMAIS ITB diamanahi kembali sebagai tuan rumah FSLDK Nasional ke XVI. Dengan amanah besar berskala Nasional bahkan meng-Internasional ini diharapkan mampu memenuhi visi Gamais 2013, yaitu “Satu Keluarga Menjadi Model Lembaga Dakwah Kampus Nasional Berbasis Pembinaan dan Kompetensi, Melingkupi Seluruh Sayap Dakwah Menuju Indonesia Islami”. Sesuai dengan salah satu misinya, dengan berbasiskan jaringan yang luas dan kuat, menjadikan GAMAIS ITB sebagai akselerator dakwah kampus nasional, serta inisiator dakwah kampus internasional.

 Allahu Akbar !! Allahu Akbar !! Allahu Akbar !!

3 thoughts on “3G “Go Great Gamais”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s