duiniyya in action


Hmm.. udah 3 hari ya di ambon ini. Ga krasa.. kegiatan yang begitu padat membuatku lupa ini hari apa tanggal berapa..hoho

Acara seperti biasanya dimulai pada pukul 09.00 WIT, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an dan sari tilawah. Hari ketiga FSLDKN XV diisi dengan dua agenda besar yaitu Rapat Komisi penentuan Ketua Puskomnas periode 2010-2012 dan tuan rumah FSLDKN XVI tahun 2012. Perwakilan GAMAIS ITB dibagi menjadi dua tim, yaitu tim pertama yaitu Rapat Komisi diwakili oleh Rd. Adjie Wicaksana, Irfan Firdaus,Feriyanto, Tuti Susilawati, dan Titania dan tim kedua yaitu Sekolah LDK, diwakili oleh Taufiq Suryo Nugro, Allamah, dan Sri Krisyanti (bidang kaderisasi), Heru (bidang syi’ar bersama dengan SALAM UI), dan Agung Wijaya Mitra Alam, Adam Habibie, dan Dwina Lubna (bidang keuangan).

Alhamdulillah, kita berdua kagak disuruh ikut rapat. Tapi ikut workshop.. hem daripada berlama-lama mendiskusikan hal yang diluar jangkauan. hahaha

Seerti biasa, sesampai di Unpatti kami mendatangi meja administrasi, namun berbeda dengan 2 hari sebelumnya, hari ni meja itu kosong. Tanpa ada penunggu. Loh? Kemana ini panitianya?

Lalu, sesaat kemudian, datanglah seseorang *yang kuduga adalah panitia* dengan tergopoh gopoh menghampiri kami (aku dan teh sri) di meja panitia. “Assalamu’alaykum,” ucapnya sambil tersengal sengal. “Wa’alaykumsalam,” jawab kami hampir serempak. Dilanjutkan dengan cipika cipiki khas akhwat. Lalu kami mengobrol sebentar.

Saat ditanya perihal presensi, eh ternyata dia juga ga tau. Haduh haduuuh. Okelah, audit juga belum begitu ramai, kira-kira hanya 20 orang ikhwan akhwat. Kegiatan pagi ini belum dimulai.

Lalu kami mengobrol tentang Ambon, dan entah mengapa pembicaraan kami pun melesat ke saat kerusuhan di Ambon beberapa tahun silam. Ia  bercerita tentang sesuatu yang menyeramkan. Dimana-mana mayat berserakan, ada yang kepalanya copot, ada yang hanya tangannya. Yang membuat aku bergidik sekaligus kagum pada akhwat-akhwat Ambon. “kami ngungsi ke kampung, yang rusuh daerah kota nya kebanyakan, “ ia menjelaskan dengan bersemangat dan tentu saja dengan logat yang khas. Selain itu ada akhwat berjilbab yang dibakar hidup-hidup. Pokoknya mengerikan denger ceritanya.

Kira-kira pukul 9 lewat 5, waktu Ambon, kami pun memutuskan untuk melanjutkan hidup. Jangan ngobrol mulu ah.  Setelah berpamitan dengan Nur *nama perempuan Ambon manis itu kalo aku ga salah ingat* kami pun beranjak ke gedung rektorat lantai 2, dimana seminar diadakan.

Ruang ini terbilang cukup nyaman, ruangnya tidak terlalu besar, kira-kira sama dengan GSG Salman, plus dilengkapi dengan pendingin ruangan yang membuat sebagian orang terbuai *a.k.a tidur*

Workshop kali ini akan diisi oleh 3 pembicara beken. Pak Suhfi Majid, Pak Arif Munandar =>, dan Pak Bambang Subagyo ,beliau seorang jurnalis. Acara dimulai tidak lama setelah kami memasuki ruangan. Awalnya kami duduk di kursi shaf pertama, deket Ac kursinya empuk, deket pembicara pula. Tapi karena kami harus keluar untuk rapat SLDK (padahal nggak jadi, isk..isk..isk..) jadinya kursi shaf 1,2,3 sudah terisi, jadilah kami berdua duduk di shaf berikutnya.

Beberapa menit kemudian acara pun dimulai. Kami tersentak kaget.  Ada apa gerangan? Ternyata Kasek SPK kita tercinta ,Agung WMA  jadi moderator! Heu heu, eksis bener dah.. Dengan tampang charming dan wajah penuh senyum. haha

Biasa, dimulai dengan bismillah, disudahi dengan alhamdulillah, begitulah sehari dalam hidup kita, mudah-mudahan dirahmati Allah.~

Lah malah nyanyi, ga gitu ya, maksudnya biasa, dimulai dengan bismillah, disudahi dengan alhamdulillah, begitulah seha-… oops (kok nyanyi lagi? Afwan.. haha)

Maksudnya, dibuka dengan bismillah, pembacaan ayat suci Alquran, cuap-suap moderator dikit dan pembacaan CV pembicara. Dimulai dengan Pak Suhfi Majid membawakan materi (apa? Saya lupa uy)

Lanjut pembicara ke dua. Pak arif Munandar. He is our favourite. Saya pernah ikut seminar sebelumnya dengan beliau, dan begitu berkesan. Kenapa?

Yuk kita lanjuut….

Dengan semangatnya yang luar biasa, beliau memulai presentasinya. Hal pertama yang saya ingat adalah, ia mengkritik panitia yang kurang sigap dalam hal proyektor. Masalahnya, si proyektor tidak menampilkan gambar secara utuh. Dengan gaya nya yang khas dan kepalanya yang botak, ia lanjut bercerita. Ia terlihat begitu prima walaupun mengaku sedang sakit tipus dan bronkitis. Buset, sakit aja begini, konon lagi sehat? Subhanallah pisan lah itu bapak. Kueeereeeen Bet dah..

Ia bercerita tentang komunikasi  dalam da’wah. Satu hal yang ia tekankan adalah : jadilah aktivis yang kreatif dan visioner.

Yang saya ingat adalah : cerita si bapak saat menghadiri sebuah acara. Acaranya di Bandung, sementara si bapak datang agak telat karena ia menyetir dari Jakarta. Sehingga akhirnya ia menelepon panitia memberitaukan perihal keterlambatannya itu.

Sang panitia pun menjawab “iya pak. Gapapa. Belum ada yang datang kok”

Oke. Si bapak pun dateng telat dan mendapati ruangan ….. masih kosong melompong ternyata. Paling ada hanya tiga orang panitia. Dengan lembut sang panitia me-request si bapak untuk menunggu sampai peserta acara tersebut datang. Lama. Akhirnya datanglah beberapa orang. Ya, hanya beberapa..

Selesai acara, sang panitia pun minta maaf karena acaranya gak rame.

Si bapak pun bertanya “kenapa bisa gitu?”

“iya pak, karena ternyata banyak peserta  yang bentrok agendanya”

“banyak?”

“iya pak banyak”

Jika dipikir dengan logika, artinya banyak peserta yang acuh dengan acara ini, mereka lebih mementingkan agenda lain. Artinya acara pagi itu yang dihadiri oleh pak Arif ditempatkan pada posisi terakhir, atau kasarnya : acara yang tidak penting. Hem..

“kalo acaranya udah kek gini, ngapain kamu repot repot bikin acara kek gini?”

“untuk ngejalanin proker.”katanya santai

Hellllowwwww. Hari gini Cuma mikirin proker. Ngapain? Toh, mad’u pun tak akan tersentuh dengan cara seperti ini. Hey aktivis da’wah atau yang hanya mengaku ngaku aktivis. Kreatif dooonk!

Jangan hanya terpaku dengan proker, coba lihat sekitar Anda! Gaul dikit lah, jangan bikin acara yang sama dengan puluhan tahun silam. Buat terobosan baru donk.

..

Si bapak juga menekankan : aktivis jangan terlalu lama berada di kampus. Maksudnya , cepet lulus itu baik. Ga usah lama-lama di kampus. Jaman udah berubah, semua serba mudah dan cepat. Kalo pola pikirnya masih pola pikir dinosaurus yang katanya ingin berda’wah di kampus sampe dicap mahasiswa abadi buat apa? Toh, orang akan jadi berprasangka kurang baik terhadap ADK.

Ayo ciptakan brand ADK yang gaul, prestatif. Berpikir modern. Dengan cepat lulus, tentu saja banyak orang yang akan terinspirasi. Ya to?

Makanya jadi ADK kudu kreatif , inovatif.

Dengan gaya nya yang khas. Biasa. Ini yang unik dari pak Arif. Dia bisa ngomel – ngomel di depan. Bikin sakit hati sih (dikiiiittttt). Tapi membakar semangat. Saya selalu panas kalo dia bawa acara. Rasanya saya gada apa apanya.. huah makasih pak. Saya yakin , satu ruangan ini ga ada yang tertidur, atau bahkan saya yakin, yang ngantuk juga ga ada. That’s why we like him. very semangat! What a greatfull person he is !!!

Setelah panas di materi ke dua, sesi pendinginan di materi tiga. I mean, this session is soo boring. (maaf ya bapak, tapi saya bener-bener mengantuk)

Jadi ga inget deh, si beliau bilang apa. (duin says)

Tapi intinya, menjelaskan tentang keprofesian dakwah melalui tulisan, dakwah bisa merambah lewat jurnalistik. Gitulah.. Berasa lagi training jurnalistik zaman SMA saya. (chrysanthee says)

Ookeee, selanjutnya . ba’da zuhur mau syuro bareng  ikhwan mengenai sekolah LDK besok. Mau ngebicarain strategi dan performance besok. Aku kebagian jadi as-trainer nya k agung, bareng adam. Ka gung mau bawa materi fund-rising. Awalnya aku ragu, dia kan dedengkot syiar, bisa ga ya ngomongin duit. Ei, ternyata ka agung punya materi yang bagus bgt, wow multi talenta nih.

Bismillah, persiapan sekolah LDK besok udah mateng. Kita beres syuro sekitar jam 5. Trus balik lagi ke auditorium. Ternyata lagi ada pelatihan nulis artikel. Karna gada kerjaan dan gatau mau nanyain, kita nekat aja masuk dan gabung ke peserta yang udah dibagi-bagi jadi kelompok kecil. Disuruh bikin sebuah artikel yang temanya boleh kita pilih sendiri. Pilihannya : pornografi atau palestine. Aku milih apa? Pornorafi donk. *seolah lah aku ahli banget*. Kalo teh sri tentang palestine.

Kita disuruh nulis minimal 1 halaman A4. Wah, banyak juga ya,, peserta lainnya udah mulai dari tadi, kita aja yang telat dan bikin panitia geleng-geleng kepala. Untung ga dijitak, heuheu..

Mulailah kami menulis . Agak asal-asalan sih emang, ya udahlah. Apa yang kepikir aja, tuang semua. Bereees. Kirain udah boleh pulang, tak taunya masing-masing orang berkewajiban mempresentasikan materinya di depan kelompok. Oh my Rabb. And lucky me..karna keterbatasan waktu, aku ga dapet giliran, udah mau maghrib soalnya.  Kalo si teh sri, salah masuk kelompok.. hahahaha.. Selanjutnya, presentasi the best person in front of teh room. Terlihat beberapa saudaraku yang begitu semangat dalam berpresentasi. Subhanallah..

Oke selesai . shalat maghrib and then go home.

But wait, suddenly k topik nge – sms. Isinya . kita syuro sama mas (anu)buat SLDK besok. Apaa?? Padahal seharusnya kita udah boleh pulang looh. Huhu

Okelah, shalat maghrib dulu . Dan karna lupa aku ga jama sama isya, akibatnya aku harus nunggu isya dulu, rapat jam 7, isya 7.30. ya isya dulu lah!

Udah nunggu isya baru kita meluncur menuju lokasi rapat di ruang VVIP audit. Oops, ternyata banyak orang, tak kirain ITB doank..ternyata ada dari UI , UPI ama Unair.. duh gaenak ni, mana telatnya ampir satu jam..

Alhasil aku dan teh sri hanya melihat dari kejauhan..tapi pada akhirnya kami masuk ke ruangan juga karna dipaksa ka topik. And u know what?

Kita ga ngapa-ngapain di dalam ruangan itu. (percaya lah, ikhwan ITB bisa jadi orang tua tunggal.. semua bEreeees) Yang ngomong hanyalah mbak diana dan mas mas yang aku gatau namanya. Sementara aku disibukkakn oleh pesanan buku AIPDK yang meluncur deras melalui hp kuh. “saatnya baca sms!” suara khas komeng yang berkalikali terdengar dari hp kuh. Aduh, malu.

Alhasil. Kita di rapat itu Cuma sekedar ngadem (kan ruangnya pake AC).. hahaha

Beres rapat. Laper. Makan dulu ah.

Pulang nya gimana nih?

Wah, ternyata belum boleh pulang, masih ada acara. Launching radio. Hmmm hmmm yayayaya. Aku pun mendengarkan sambil melahap makan malamku.

Sesuatu terjadi setelah acara selesai. Sekitar pukul 10. Sebelum pulang, ada satu orang yang sedang bernasyid, dan akhirnya ia tidak bersuara lagi. Kenapa?

Mati listrik teman-teman.. panitia panik, yeah gelap.

Ternyata ada perist iwa menarik di kegelapan itu. Jadi waktu itu teh tut lagi makan. Biar ah gelap, kan laper. Udah aja makan. Lauknya ga keliatan karena gelap. Tapi tetap dilahap. Menurut cerita dari sumber yang terpercaya (si titan), teh tuti mengeluhkan lauk makan malamnya, yang bau kambing. Padahal menu makan malam itu adalah ikan! Iya sih emang ada bau, tapi bukan ikannya. Ternyata, bau tersebut bersumber dari sayur rebung yang di-duet-kan bersama ikan. Bau rebung yang semerbak itu menghancurkan selera makan butut. Beliau mual dan ga mau makan lagi.. hadu haduuu.. beda bgt  sama aku. Mau lauknya apa kek, yg penting halal dan thoyyib, hajaaar! “Untung aku kagak makan malam, maklum i’m on special diet” kata teh sri. Diet macam apa pula? Udah kurus begitu…

Lampu nyala lagi. It’s time for rest. Peserta balik ke penginapan dengan muka yang udah gak keruan.

Hanya aku yang masih ON. Teringat perintah si bos (k araf) buat publikasi gamais-corp.com.

Pake metode kertas kecil-kecil yang dibagiin. Oh yes, mau diketik biar rapi, tapi gada printer, dan akhirnya aku memutuskan untuk gambar manual di kertas. Di atas kertas A4 yang aku bagi menjadi 16 bagian.. Akupun memulai menggambar .. alhamdulillah sekitar 1 jam aku membuat 16 varian gambar. Walaupun sederhana. Hanya tulisan dan gambar (ala kadarnya) berisi : open our new web : gamais-corp.com. coming oon on 15th july. CP :araf

Tinggal difotokopi. Perfekto. Mataku udah tinggal 5 watt.. Tidur dulu ah…

2 thoughts on “duiniyya in action

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s