Saatnya Berpisah, Ambon..


Wah, tak terasa ini hari terakhir kami di Ambon, karena besok pagi InsyaAllah kami akan kembali ke Bandung. Hari ini kami awali, dengan membersihkan kamar dan mengepak semua barang. Kemudian setelah selesai bersih-bersih diri, kami segera keluar kamar dan menunggu jemputan bis bersama saudara kami yang lain. Seperti biasa tiada hari tanpa foto bersama rekan-rekan asrama Anggrek LPMP Ambon. Sedikit demi sedikit, kami mulai mengenal sifat dan karakter, ada yang lucu, supel, narsis, dewasa, keibuan, dan macam-macam karakter lainnya.

Setelah sampai di auditroium, kami diberikan sarapan pagi berupa snack setengah berat, walaupun sangat lapar, tapi alhamdulillah dapet snack, daripada nggak dapet apapun. Menunggu prosesi closing, kami berbincang-bincang dan berfoto. Biasalah mulai di ceng-cengin jadi tuan rumah.. Cie ciee Gamais. Haha lucu abis..

Ada kejadian lucu saat itu, bersama dengan panitia, beliau bernama Nur, saat sedang berbincang, beliau berkata “ Angkatan berapa ukh? (dengan logat khas Ambon)”.

“ ane angkatan 2007, ukhti” jawabku sambil senyam senyum malu.

Terus tahu jawaban dia apa? “Hah, beta kira ukhti angkatan 2009 juga? Walah baby face betul?” jawabnya kaget. Aku lebih kaget lagi, kirain dia mikir angkatan 2005 malah, eh taunya 2009. Ckckckck, emang childdish abis gue. Perbincangan yang sangat lucu.

Kemudian aku berbincang dengan mbak Afta dari UMY, dia sangat lucu dengan pipi tembemnya, katanya pingin berkunjung ke Bandung. Selain itu, aku ketemu sama teteh (dia ingin di panggil gitu, karena asalnya dari Banten, tapi tinggal lama di Lampung), kita biasa manggil teh Luthfi (padahal namanya juga bagus, Auliya Luthfiana), dia adalah salah satu pengurus Puskomnas sekarang ini mungkin. Tiap hari ni, kerjaan beliau pasti bilang “ nggak sabar tanggal 4, ingin ngeliat wajah anak Gamais saat diberi amanah sebagai Puskomnas, hehe, Akhirnya kan beliau yang jadi Puskomnas”.. Selamat ya teh.. hihiy..

Akhirnya acara pun dimulai, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Laporan ketua panitia, dan sambutan dari ketua LDK Al-Ikhwan, sambutan dari Ketua Puskomnas Baru. Dan acara ini resmi ditutup. Alhamdulillah.

Acara kemudian dilanjutkan dengna sesi pemberian sertifikat dan penghargaan bagi peserta dan panitia. Sertifikat diberikan oleh ketua Puskomnas lama kepada para BP Nasional dan Daerah, Puskomda, serta BK Nasional dan Daerah. Saat itu, kepala Gamais kita tercinta maju sebagai perwakilan dari Gamais. Pas pemberian kenang-kenangan, Gamais sebagai tuan rumah baru dapat pigura kapal layar khas Maluku (apa yha namany? Lupa) terbuat dari kerang. Cantik lho. Sempet aku pajang di rumah juga. Haha. Nggak sopan yha?

Setelah sesi berfoto, dilanjut dengan sesi cipika cipiki, hem.. aku kadang tak suka bagian ini, karena harus menangis, tapi entah kenapa, kemaren saraf tangisku tidak terangsang. Walaupun orang lain nangis, tapi tetap biasa ajah. Hoho, ajaib. Mungkin karena lelah kali yha dan lapeeerrr berat. Tapiiiii setelah sesi cipika cipiki selesai, akhirnya kita makan sore (soalnya udah jam 2an baru makan siang). Tahu nggak? Makanannya aneh-aneh. Ada ketupat, leupeut (kemaren kita bilang nasi KTP, saking tipisnya hehe), singkong rebus, ubi rebus, pisang rebus, sagu rebus, nasi, cah kangkung, urab, sayur rebung (makanan bau kabing itu lhooo), lem sagu (berasa makan lem yang dibikin dari kanji yang biasa kita gunain buat nempel-nempel poster di kampus), sayur ikan. Perpaduan lem sagu sama sayur ikan ini dinamakan papeda, makanan khas Ambon. Alhamdulillah kenyang..

Setelah makan, rencananya kita mau jalan-jalan nih.. Tapiiiiiiiiiiiii, begitu banyak kendala, hingga kita baru berangkat pukul 16.00 WIT. Alhamdulillah, lumayan mengurangi rasa BT, kesal, dan capek. Aduh, mulai deh kekanakannya. Astaghfirullah. Kedewasaan anak Jabar dipertanyakan katanya. Tapi emang ngeselin sih, kalau emang nggak akan pergi tolong beri kepastian ! kan bisa menggunakan waktu untuk hal lain yang lebih berguna. Daripada menunggu sesuatu yang tak pasti. Betul? (yha, tahulah pasti dibilang salah..)

Akhirnya kami bersama dengan rekan dari UI dan UNJ, berjalan-jalan ke Natsepa Beach. Tour guide kita saat itu adalah Akh Ja’far, salah satu panitia yang akrab sama ikhwan. Disana kita melihat lautan, walaupun tak sebagus yang dibayangkan, tapi cukup mengobati kelelahan di Ambon. Setidaknya, ada sesuatu yang bisa dilihat, selain pemandangan bukit rumah seng. Setelah cukup berjalan-jalan di Natsepa, kami bergegas pergi ke Ambon City. Katanya sih, mau beli oleh-oleh, sekalian makan malam, dan shalat isya.

Setelah membeli oleh-oleh di pasar Ambon, kami mencari masjid untuk menunaikan shalat isya. Kemudian langsung makan malam, di rumah makan bernama Dedes (inget sama temenku yang dipanggil dedes, hoho. Maaf yha des.). kami diberitahu oleh rekan dari SALAM UI, yang ketika itu sedang makan malam disana.

Lama kami menunggu pesanan, alhamdulillah datang juga, walaupun sudah tidak nafsu makan, karena sudah larut malam dan ngantuk. Yha, lumayan enak. Terus setelah selesai makan, kami pun turun ke bawah, untuk membayar nota. Dan tahukah Anda, berapa yang kami habiskan untuk makan-makanan itu? Ya, Rp. 830.000,-.. Shock !!padahal Cuma makan ber17 orang.. Hiks… Habislah semua uang yang ada di dompet. Hoho. Pelajaran berharga nih. Dahsyat sekali, uang jajanku dua bulan habis dalam semalam.

Setelah makan, kami langsung pulang ke penginapan masing-masing. Udah di sms sama teh Luthfi “Nduk segera pulang, udah malem”. Jadi kangen mama. Sampai di penginapan,kami bersih-bersih dan packing, biar besok enggak repot. Karena harus berangkat jam 5.30 WIT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s