Sejarah “Gong Perdamaian Dunia”


Hai, sahabat setia. Saat ke Ambon, saya sempat berfoto dekat dengan Gong Perdamaian Dunia, karena fotografernya kurang profesional jadi wajah saya kena sinar. Tapi nggak apa sih, jadi berani upload di dunia maya. Kalo wajahnya jeas, nanti disangka pamer. (tapi sekarang  fotonya di hapus :D) Nah ini ada sejarahnya, sumber dari http://www.pii-maluku.com. Semoga menambah wawasan kita tentang Negeri Tercinta.

Gong Perdamaian Dunia atau World Peace Gong, yang diciptakan pada saat musibah “Bom Bali – 1” oleh Komite Perdamaian Dunia, Djutoko Suntani, Gde Sumarjaya Linggih, anggota DPR RI, dan beberapa tokoh nasional lain seperti Esy Darmadi, Lieus Sungkharisma, dan ditabuh untuk pertama kalinya oleh Presiden dan Wakil Presiden RI di Bali pada tanggal 31 Desember 2002, makin merambah dunia.

Gong ini, atau replikanya, dengan ukuran sama, dibunyikan oleh Sekjen PBB di Geneva Swis pada tanggal 3 Februari 2003 untuk membuka “Second Global Summit on World Peace” yang diikuti oleh tokoh-tokoh perdamaian dunia dari 179 negara. Gong tersebut untuk ketiga kalinya dibunyikan oleh Presiden RI di Bali saat membuka “PATA Conference” ke 52 di Bali. Keempat kalinya kembali Presiden RI membunyikan gong itu di Magelang pada tanggal 14 Juni 2003 untuk menandai pembukaan “Borobudur International Festival”.

Setelah itu gong sakral, yang asalnya milik dari Ibu Musrini itu telah berusia lebih dari 450 tahun berasal dari desa Plajan-Pakis aji, Jepara, Jawa Tengah. Replika Gong itu dibawa keliling untuk menggemakan pesan persatuan, kesatuan dan perdamian, baik di Indonesia maupun secara global. Selanjutnya replika Gong itu dipasang di tempat yang sangat terhormat dan banyak dikunjungi orang di Cina. Replika Gong Perdamaian Dunia yang sama juga dipasang di kediaman sekaligus Museum Mahatma Gandhi yang sangat terkenal di New Delhi, India.

Pada Tanggal 15 November 2009, gong perdamaian dunia tiba di Kota Ambon. Gong tersebut telah diterima oleh Gubernur Maluku KA Ralahalu dari Menko Kesra Agung Laksono, Senin (9/11) disaksikan oleh Presiden Perdamaian Dunia Djuyoto Suntani di Jepara-Tengah.

“Penyerahan gong tersebut dilakukan di Desa Plajan, Kabupaten Jepara,” gong perdamaian dunia tersebut nantinya diletakan pada monumennya dan akan diresmikan pada 25 November mendatang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Gong tersebut setelah diterima oleh gubernur, langsung diarak keliling Kabupaten Jepara dan selanjutnya menuju Semarang. Gong tersebut diangkut dengan pesawat hercules milik TNI ke Ambon,” Gong tersebut akan diarak oleh peserta karnaval budaya mengelilingi Kota Ambon pada tanggal 23 November 2009 dan selanjutnya  diletakkan pada Monumen Gong Perdamaian Dunia.

Semoga dengan penempatan Gong Perdamaian Dunia (GPD) di Kota Ambon ini, bisa mengakhiri peristiwa yang pernah terjadi di Maluku. . Peristiwa itu harus menjadi yang pertama dan yang terakhir. Untuk itu, dengan ditabuhnya gong diharapkan menjadi pertanda konflik sudah berakhir dan perdamaian membuka sejarah baru bagi rakyat Maluku .

4 thoughts on “Sejarah “Gong Perdamaian Dunia”

  1. saya ingn membenarkan tentang apa yg tlah di tulis di atas.untk penulisan desa asal GDP ialah desa “plajan” bukan “playan” dan kecamatan “pakis aji” bukan “mlinggo”(yang sebenarnya adlh “mlonggo” karena sya berasal dri jepara dan sangt mengenal oleh dsa trsebut.
    Trims atas.untk penulisan desa asal GDP ialah desa “plajan” bukan “playan” dan kecamatan “pakis aji” bukan “mlinggo”(yang sebenarnya adlh “mlonggo” karena sya berasal dri jepara dan sangt mengenal oleh dsa trsebut.
    Trims

    • oh, begitu, mohon maaf pak, literatur yang saya baca mungkin kurang valid.. Terima kasih sudah bersedia memperbaiki, karena kebetulan saya bukan berasal dari sana, dan pengetahuan tentang nama kota saya kurang bagus.. sekali lagi terima kasih pak😀

  2. Kami sekelompok anak muda yang tergabung dalam sebuah Group band yang bernama Dupa band dari kota Kediri Jawa Timur sangat prihatin dengan kondisi Umat yang selalu di warnai Kekerasan,amuk massa, dan peperangan. Sebagai wujud kepedulian, Kami mengajak dan menghimbau kepada seluruh umat untuk mencintai perdamaian lewat sebuah karya lagu yang kami ciptakan berjudul “Cinta Damai” dan “Peace Love”. Kami juga membentuk komunitas di Facebook dengan akun “Gerakan Damailah Negeriku” agar semua Umat bisa mendengarkan lagu perdamaian kami di akun tersebut. Dukungan semua pihak untuk mengangkat ide dan karya kreatif tersebut sangat diperlukan agar kedamaian bisa terwujud. Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s