Just Give Me a Little Try


Just give me a little try..

Jika ku tahu tempat ini membuat Bumi tak berputar, aku takkan meletakkan diriku di sana. Jika ku tahu tempat ini membuat Bumi mengamuk, aku takkan rela berada di sana. Jika ku tahu tempat ini membuat Dunia marah, maka aku takkan mau berada di dalamnya. Jika ku tahu tempat ini membuat manusia tersakiti, sungguh aku takkan berani berada di sana.  Tapi, sayang aku tahu ketika aku telah berada di sana.

Andai waktu bisa ku putar kembali, mungkin aku takkan mau meletakkan diri di sana. Tapi semua sudah terjadi, tak banyak yang mampu kulakukan untuk membuat Bumi tetap berputar dan damai, Dunia tak marah, dan manusia tak tersakiti. Hanya diam, mungkin mengeluh hingga keluhan itu lelah untuk mengeluh lagi, hanya aliran deras di sungai ayu.

Segala sesuatu pasti akan ada konsekuensi dan itulah yang terjadi sekarang. Konsekuensi untuk keadaan yang mungkin seharusnya aku tak berada di sana, saat ini. Tapi tak mungkin jua aku mundur dari keadaan ini. Setelah aku berjalan cukup jauh hingga berada di titik ini, apakah aku harus mundur kembali?? Sebuah pertanyaan yang selalu menghantui. Namun, aku tak mampu melanjutkan perjalanan, begitu pula aku tak mampu untuk mundur. Diam di tempat tak mampu untuk bergerak.

Lalu bagaimana aku harus bersikap, karena tabir yang tersingkap membuatku  terlelap dalam trauma. Tak mau tersakiti ataupun menyakiti. Beban itu telah membuat bangunan itu runtuh tak berwujud. Keindahannya kini hilang. Tak lagi menyejukkan, hanya onggokan puing yang belum dibersihkan. Kembalikan semua itu padaku, kembalikan bangunan itu, kembalikan diriku yang dulu.

Kembalikan..
Kembalikan diriku yang dulu sebelum aku menjadi orang yang selalu menghindar untuk mendapatkan ketenangan. Kembalikan diriku yang dulu yang selalu tertawa bahagia walaupun aku tak berada. Kembalikan diriku yang dulu yang kuat dan tak pernah sakit. Kembalikan diriku yang dulu sebelum terkubur dalam dimensi ketakutan dan trauma. Kembalikan saja diriku pada TuhanKu… Dan aku pun takkan meminta lagi diriku kembali.

Sungguh penyaringan suatu perkara apabila kamu mampu menguasainya
Motivasi dirimu untuk memeliharanya dengan rasa haru
Apabila kamu berada dalam urusan yang tidak diinginkan
Jangan merasa puas dengan sesuatu yang tanpa perkiraan
Cita rasa kematian ada dalam urusan yang hina
Sebagaimana cita rasa kematian pun ada dalam urusan yang mulia

Bandung, 7 Syawal 1431 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s