Keep your beautiful eyes (01)


Kenapa sih kita harus menundukkan pandangan? Bukan hanya agar debu tak masuk mata, dan mebuat kelilipan. Melainkan juga agar diperoleh manfaat sebagai berikut :

  • Membersihkan hati dari derita penyesalan

Siapa yang suka mengumbar pandangan matanya, maka penyesalan yang dia rasakan tiada henti-hentinya. Sesuatu yang paling berbahaya bagi hati adalah mengumbar pandangan, karena dia akan melihat apapun yang dicarinya dan tidak bersabar. Itulah derita dan siksaan yang dia rasakan.
Al-Ashma’y berkisah, “Saya pernah melihat seorang gadis tatkala thawaf, yang seakan-akan dia adalah matahari. Saya terus memandanginya dan hatiku pun berdesir karena keelokannya. Lalu wanita itu bertanya kepadaku, “Ada apa engkau ini?” Saya menjawab, “Engkau memang amat layak untuk dipandangi.” Wanita itu melantunkan syair, “Selagi pandangan matamu berkeliaran segala pemandangan kan membebani hati. Kau pandang segala sesuatu di luar kemampuan, sebagian lain tiada kesabaran lagi.”

Pandangan akan menyusup ke dalam hati seperti anak panah yang meluncur saat dibidikkan. Jika tidak membunuh, tentu anak panah akan membuat luka. Atau pandangan itu seperti bara api yang dilemparkan ke dahan-dahan kering. Jika tidak membakar semuanya, tentu ia akan membakar sebagian diantaranya. Dikatakan dalam sebuah syair,
“Segala peristiwa berawal dari pandangan mata
jilatan api bermula dari setitik bara
berapa banyak pendangan yang membelah hati
laksana anak panah yang melesat dari tali
selagi manusia masih memiliki mata untuk memandang
dia tidak lepas dari bahaya yang menghadang
senang di permulaan dan ada bahaya di kemudian hari
tiada ucapan selamat datang dan ada bahaya saat kembali.”

  • Mendatangkan cahaya dan keceriaan di hati

Cahaya dan keceriaan yang datang karena menahan mata ini bisa terlihat di mata, wajah, dan seluruh anggota tubuh, sebagaimana mengumbar pandangan yang mendatangkan kepekatan yang terlihat di wajah dan seluruh anggota tubuh. Oleh karena itu Allah swt menyebutkan dalam firmannya dalam An-Nur,
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.” (QS 224:35)
Yang sebelumnya Allah telah berfirman,
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS 24 :30)

  • Mendatangkan kekuatan firasat yang benar

Menahan pandangan bisa mendatangkan kekuatan firasat, karena firasat itu termasuk cahaya dan buah dari cahaya. Jika hati bercahaya, maka firasat juga tidak akan meleset. Sebab hati itu kedudukannya seperti cermin yang memperlihatkan seluruh data seperti apa adanya. Sedangkan pandangan adalah seperti menghembuskan nafas di cermin. Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia seperti menghembuskan nafas di cermin hatinya, sehingga cahayanya menjadi pudar, seperti yang dikatakan dalam syair,
“Cermin hatimu tiada memantulkan keindahan karena engkau senantiasa menghembuskan nafas”
Syuja’ Al-Karmany berkata, “Jika zhahir seseorang mengikuti Sunnah, batinnya merasakan pengawasan Allah swt, dia menahan pandangan mata dari hal-hal yang diharamkan, menahan diri dari syahwat dan memakan yang halal, tentu firasatnya tidak akan meleset.”

  • Membuka pintu dan jalan ilmu serta memudahkan untuk mendapatkan sebab-sebab ilmu

Hal ini terjadi karena adanya hati. Jika hati bersinar terang, maka akan muncul hakikat-hakikat pengetahuan di dalamnya dan mudah dikuak, sehingga sebagian demi sebagian ilmu itu bisa diserap. Namun, siapa yang mengumbar pandangan matanya, maka hatinya akan menjadi kelam dan gelap. Jalan dan pintu ilmu menjadi tertutup.

  • Mendatangkan kekuatan hati, keteguhan, dan keberanian

Dengan begitu seseorang yang menahan pandangan matanya bisa menguasai pandangan itu yang disertai penguasaan terhadap hujjah. Di dalam atsar disebutkan, “Siapa yang menentang hawa nafsunya, maka syetan merasa takut kepadanya”. Oleh karena itu diantara ornag yang mengikuti hawa nafsunya ada yang hatinya menjadi hina dan lemah, jiwanya kerdil dan tak ada harganya, karena Allah juga menjadikannya orang yang lebih mementingkan hawa nafsunya daripada keridhaan Allah.

Al-Hasan berkata, ” Jika kehinaan kedurhakaan ada di hati mereka, niscaya Allah akan menghinakan orang yang mendurhakai-Nya”

Pegel juga.. to be continued..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s