Keep your beautiful eyes (2)


Ini lanjutannya kawan..

  • Mendatangkan kegembiraan, kesenangan, dan kenikmatan

Kegembiraan dan kesenangan ini jauh lebih melegakan hati dari kesenangan yang diperoleh dengan mengumbar pandangan. Sebab dia mampu menahan musuhnya, dengan cara menentangnya dan menentang hawa nafsunya. Di samping itu, tatkala dia mampu membekukan kesenangan dan syahwatnya karena Allah, suatu kesenangan yang menjurus pada keburukan, maka Allah menggantinya dengan kesenangan dan kenikmatan yang lebih komplit, sebagaimana yang biasa dikatakan orang, “Demi Allah, kenikmatan karena menjaga diri dari hal-hal yang hina, jauh lebih besar daripada mencicipi dosa”.

  • Membebaskan hati dari tawanan syahwat

Sesungguhnya orang yang layak disebut tawanan adalah orang yang bisa ditawan syahwat dam hawa nafsunya, seperti yang dikatakan dalam sebuah pepatah, “Orang yang mengumbar pandangan matanya adalah seorang tawanan.”

Jika syahwat dan nafsu sudah menawan hati manusia, maka memungkinkan bagi musuh dan rivalnya untuk melancarkan siksaan kepadanya, sehingga dia seperti anak burung di tangan anak kecil yang memainkannya sesuka hati.

  • Menutup pintu Neraka Jahannam

Pandangan mata adalah pintu syahwat yang menuntut pelaksanaannya. Pengharaman Allah dan syariat-Nya merupakan tabir penghalang untuk mengumbar pandangan. Siapa yang merusak tabir ini, dia akan berani melanggar larangan. Dia tidak akan berhenti pada satu tujuan saja. Jiwa manusia tidak menentang tujuan yang sudah diperoleh, lalu dia ingin mendapatkan kesenangan dalam hal yang baru lagi. Orang yang sudah terbiasa dengan sesuatu yang pernah ada, tidak menolak untuk menerima sesuatu yang baru, apalagi jika sesuatu yang baru itu tampak lebih indah. Menahan mata bisa menutup pintu ini yang karenanya banyak raja-raja tidak mampu mewujudkan apa yang diinginkannya.

  • Menguatkan dan mengokohkan akal

Mengumbar pandangan mata tidak dilakukan kecuali oleh orang-orang yang lemah akalnya, gegabah, dan tidak mempedulikan akibat di kemudian hari. Orang yang cemerlang akalnya adalah yang bisa mempertimbangkan akibat. Andaikata orang yang mengumbar pandangan mengetahui akibat dari perbuatannya, tentu dia tidak akan berani lancang mengumbar pandangan. Seorang penyair berkata, “Akal manusia harus tenang, tiada melakukan sesuatu pun hingga dia memikirkan akibat yang akan datang”

  • Membebaskan hati dari syahwat yang memabukkan dan kelalaian yang melenakan.

Mengumbar pandangan mata pasti akan membuat pelakunya lalai terhadap Allah dan memikirkan hari akhirat serta membuatnya mabuk kepayang dalam tawanan cinta, sebagaimana firman Allah tentang orang-orang yang tertawan oleh rupa dan penampilan,
“Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan).” (Al-Hijr:72)

Pandangan mata adalah segelas arak dan cinta yang dapat mabuk bila meminumnya. Mabuk cinta jauh lebih parah daripada mabuk karena arak. Orang yang mabuk karena arak bisa segera sadar kembali. Tetapi orang yang mabuk cinta jarang yang bisa sadar kembali, kecuali jika dia sudah berada di ambang kematian, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair, “Mabuk karena nafsu terus berkelanjutan jangan harap kesadarannya terbangkitkan”

Nah, sebenarnya masih banyak manfaat yang lain, akan tetapi yang disebutkan di buku “Taman Orang-orang jatuh cinta dan Memendam Rindu” karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah ini hanya sebagian di atas, dengan maksud untuk memberi peringatan, terutama pada pandangan yang tertuju terhadap sesuatu yang tidak dibutuhkan menurut ketentuan syariat, seperti memandangi para pemuda yang tampan atau para pemudi yang cantik jelita. Karena memandang mereka adalah racun yang mematikan dna penyakit yang ganas.

Berapa banyak orang-orang yang suka mengumbar pandangannya, kembali dalam keadaan kalah, terguncang, bahkan ada yang terbunuh. Padahal sebelumnya mereka adalah pasukan yang teguh.
“Wahai orang yang mengumbar pandangan walau sesaat, engkau kan kembali sebagai korban yang sekarat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s