Intake


Bangunan pengambilan air baku untuk penyediaan air bersih disebut dengan bangunan penangkap air atau intake. Kapasitas intake ini dibuat sesuai dengan debit yang diperlukan untuk pengolahan. Menurut Al-Layla (1978), beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam penentuan lokasi intake yaitu :

  1. Intake harus berlokasi pada tempat dimana tidak akan terjadi aliran deras yang memungkinkan intake rusak sehingga berakibat pada penyediaan air baku yang tersendat.
  2. Tanah di daerah intake harus stabil.
  3. Area sekitar intake harus bebas dari halangan atau rintangan.
  4. Untuk menghindari kemungkinan kontaminasi, intake harus berlokasi beberapa jauh dari bak.
  5. Intake harus berada di bagian upstream (hulu) suatu kota.

Bangunan intake, coarse dan fine screen harus dibangun di lokasi yang tidak akan terjadi banjir. Selain itu harus aman dari gerusan dan deposisi endapan. Coarse yang digunakan sebagai fine screen harus tersedia agar material yang terapung tidak memasuki sistem. Mengingat adanya fluktuasi pada permukaan air sungai, inlet harus dipasang pada berbagai variasi. Jika fluktuasi pada musim kemarau dan penghujan sangat tinggi dan sungai menjadi selalu hampir kering saat kemarau, air harus disimpan dengan membangun ambang kecil di seberang sungai. Ditinjau dari air baku yang akan di ambil maka intake dibedakan :

  • Air baku dari air permukaan

River Intake

Digunakan untuk menyadap air baku yang berasal dari sungai atau danau.

Direct Intake

Direct intake dipakai apabila muka air dari air baku sangat dalam. Bentuk ini lebih mahal biayanya dibandingkan tipe lainnya. Tipe intake ini dapat dipakai dalam kondisi :

  • Sumber air dalam misal sungai dan danau
  • Tanggul sangat resisten terhadap erosi dan sedimentasi.

Canal Intake

Dipakai bila air baku disadap dari kanal. Suatu bak memiliki bukaan dibangun pada satu sisi pada tanggul kanal, yang dilengkapi saringan kasar. Dari bak air dialirkan melalui pipa yang memiliki ujung berbentuk bell mouth yang tertutup saringan parabola.

Reservoir Intake (dam)

Reservoir intake digunakan untuk air baku yang diambil dari danau, baik yang alamiah atau buatan (beton). Bangunan ini dilengkapi dengan beberapa inlet dengan ketinggian yang bervariasi untuk mengatasi adanya fluktuasi muka air. Dapat juga dibuat menara intake yang terpisah dengan dam pada bagian upstream. Jika air dibagian reservoir dapat mengalir secara gravitasi ke pengolahan, maka tidak diperlukan pemompaan dari menara.

  • Air baku dari mata air (Spring intake atau broncaptering)

Digunakan untuk mengambil air dari mata air,dalam pengumpulannya, hendaknya dijaga supaya kondisi tanah tidak terganggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s