Where is the comfort place?


Pernah suatu kali seorang adik kelas di sekolah bertanya, “teh aktif dimana ya enaknya?”. Di A, B, atau C yha? Menurut teteh dimana?” begitulah kira-kira. Awalnya sangat bingung menjawab apa. Tiba-tiba teringat seorang teteh berkata ” Saat dakwah telah melebur dalam kehidupan kita, ketika kita tidak membedakan antara berdakwah dan hidup, pasti kita akan nyaman dimanapun kita ditempatkan. ” Begitulah kira-kira teteh itu berkata. Akhirnya saya sampaikan saja hal tersebut kepada adik itu, ya dengan berbagai alasan lain.

Pun begitu saat kita sesibuk apapun, ketika dakwah telah melebur dan menyatu dengan kehidupan kita maka segala tindakan kita dan ucapan kita, itu adalah dakwah kepada orang lain. Saat Anda di rumah, di sekolah, di kampus, masyarakat, dan lainnya Anda sedang berdakwah di sadari atau tidak.

Tapi masalahnya bagaimana kedekatan kita dengan Allah sangat menentukan proses kenyamanan tersebut. Tapi saya rasa kuncinya adalah “ikhlas” dalam berdakwah karena Allah. Pokonya ikhlas, ikhlas, ikhlas, ikhlas nggak berdakwah (baca! aksen iklan axis.. ;)). Betul?

Yha pokonya, dakwah tidak membutuhkanmu tapi dirimulah yang membutuhkan dakwah. Seharusnya dakwah menjadikan kita semakin taat pada Yang Maha Kuasa, bukan sebaliknya malah menzhalimi ummat atas kelalaian kita. Selalulah berdoa sesibuk apapun kita agar masih bisa berdakwah sekecil apapun kontribusi Anda. (jadi inget teteh kelas di DS bilang, dulu pas saya tingkat 4, emang semua amanah sangat banyak menghampiri, awalnya “sangat lelah dan ingin mundur”. Apalagi nih, amanah-amanah (masalah di amanah)  tersebut sedang berat-beratnya. Tiap hari wajah berubah jadi “muka qadhaya”. Tapi setelah banyak berdoa dan berazzam bahwa “ini adalah bukti kasih sayang Allah pada saya”, dan mencoba mengikhlaskan itu semua serta menjalankannya dengan baik, alhamdulillah, akhirnya saya bisa lulus tepat waktu, bahkan dengan banyaknya amanah membuat saya bisa dengan mudah hadir dalam pembinaan dengan berbagai ustadz. Mulai dari talaqqi, ta’lim, setor hafalan, membina, dan lain-lain.. Wanna be like that?(baca aksen Aussie)).

Sebenarnya tulisan ini jadi pengingat bagi diri sendiri, yang lagi banyak keteteran karena banyak agenda berbentrokan, mungkin karena nggak pernah dapet agenda sebanyak ini.. Mulai dari kuliah 24 sks yang kalo dijumlahkan dengan asistensi jadi sekitar 32 sks, belum les, tugas, dan lainnya.. Ehmmm.. Tapi bismillah.. kalo saya mulai ngilang mohon dimaklumi dan jangan dicari plus diganggu temans, lhooo😀 .. yha ingatkan saja, “Sist, kamu kemana aja?”. Pasti saya jawab, masak dirumah, ngepel, les bahasa, nyetir (kagak dapet SIM, kalo nggak les).. Okokok??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s