101010


10.10.10. Tanggal cantik yang diincar banyak orang. Mulai dari nikahan, bikin event akbar cem pasar seni lah, sampai-sampai yang ngelahirin pun dicari-cara biar bisa lahiran tanggal segitu (padahal belum waktunya.. sampai ada yang di caesar juga, demi lahir di 101010). Apa bagusnya coba?

Nah, itb ngadain “Pasar seni  ke 10, pada 10-10-10, di ITB jalan Ganesha No. 10 dan hanya berlangsung 10 jam saja. Datang tahun ini atau silahkan tunggu 4, 5,bahkan 6 tahun lagi,” kata Maharani. Jalan Seni menampilkan 50 karya seniman yang berasal dari Bandung, Jakarta, Bali, Malaysia, Amerika Serikat, dan Jerman, tambahnya.

Ehm, macet parah. Ya Allah, semacet ini, bahkan karcis parkir jadi 3 kali lipatnya. Jalan dari TL ampe depan gerbang Ganesha aja mencapai setengah jam, nggak bisa jalan apalagi lari. whoo dahsyatnya.. Berbagai wahana pun ditampilkan, setidaknya kalo saya baca dan dari temen2 yang keliling-keliling ampe dompet tipis. Saya cuma mampir bentar, niat awal emang cuma mau ngajarin temen bahan UTS, taunya terjebak di kampus sendiri sulit keluar. Hal yang paling saya benci adalah berada di kerumunan orang berdesakan. BT dan suntuk, emosi pun naik. Mungkin bagi sebagian orang jalan-jalan di pasar seni mengasyikkan, tapi tidak berlaku bagi saya. Cukup sekali pas Pasar Seni ke-9 dateng kesana bareng temen-temen SMA.

Jalan dago macet dahsyat, ribuan pengunjung memasuki gerbang Ganesha dan berkeliling gerai seni yang entah emang cuci dompet atau sekadar cuci mata. Tapi itulah manusia. Hal yang paling menarik sih tapi parah adalah patung 3 Mojang yang dulu pernah diruntuhkan sama FPI di Bekasi, eh taunya dipajang di Boulevard ITB, ckckck. Bahkan jadi tempat menarik untuk berpose ria. Hadooh. Saya lihatnya gerah pisan. Apa bagusnya sih? Saya suka seni tapi bukan seni yang mempertontokan manusia, apalagi perempuan, berasa ditelanjangi. Saya emang suka dengan karya seni buah tangan cem2 lukisan, vas bunga, atau karya seni dari jerami atau hal-hal lain yang bersifat dekoratif tapi saya nggak suka banget sama patung. 

Pernah juga ngeliat karya seni patung pas sejarah desain, karya siapa gitu lupa. Pas lihat asli saya langsung tertohok dan malu bangetssssss. Semalu itu dong, bener-bener berasa ditelanjangi abis. Tapi sang lecture hanya berkata, itu hanya sebuah seni. Seni macam apa? Sebel banget dah, pokoknya pas awal kuliah ampe akhir aku ngerjain pbpal, daripada nonton begituan.. hadoohh.. MALU😦

Pokoknya 101010, bikin pusing, panas, kesal, macet parah di Dago, nggak bisa belajar, bahkan temen2 rela menghabiskan uang demi mendapat barang-barang diPasar Seni, sampai2 nggak pada belajar coba.. Padahal pada mau UTS..

9 thoughts on “101010

  1. yg paling unik tu bisa panjat pager sama injek rumput semau kita..hehe
    hmm mungkin ada kurangnya, tp ada juga bagusnya. coba aja lihat media2 yg ngeliput, positif semua kesannya…satu lagi, beberapa hari sebelumnya , pas pulang dari RA HMF sekitar jam 11 malem saya lihat banyak anak SR yg masih potong2 bambu etc..rame n ceria, militansi yg perlu kita contoh..semua ada sisi baiknya kok, ga usah terlalu sedih, yg penting adalah memperbaikinya ^^

  2. @ nurulwidya
    iya itu.. sebal aku..berdesakkan menyebalkan.. Tapi aku heran, masih banyak yha yang dateng? Tapi aku mupeng sama topi dari jerami, lucu, cantik,elegan, cem-cem wanita Inggris zaman dulu kala gitu, tapi dari jerami atau serat tumbuhan. Sayangnya cuma lewat doang, masak harganya 50ribu.. mending aku beli bahan spaghetti deh..😉 curhat.. hahaha

  3. bagi orang yang menganggap eksploitasi adalah seni, kasihan mereka. Kasihan mereka yang mempertuhankan hawa nafsunya dan terlalu tumpul dan miskin untuk memahami berjuta keajaiban yang ditebar olehNya…

    yup, sepakat,, sedih banget lihat pasar seni kemarin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s