h3m1n9w4y


Jagalah izzah kami dengan tegas dalam interaksi, bukan dengan perhatian dalam interaksi.

Wahai para ikhwan, kami tidaklah seperti ibunda Khadijah, yang bisa dengan mudah menawarkan diri pada seorang laki-laki.Kami bukanlah wanita seteguh fatimah, yang bisa menjaga setiap kecenderungan dalam fitrah insani yang selalu terjaga dalam hati. Kami pun bukanlah wanita setegar Aisyah yang bisa bersabar dengan fitnah yang menimpa kami.

Kami tidak sekuat itu…

Iman kami tidak setebal ibunda kami, bahkan terkadang kami masih berkutik dengan masalah tilawah, qiyamullail, dan amalan-amalan kami.Tolong jaga kami dengan setebal-tebalnya iman kalian, tolong jaga kami dengan kedewasaan kalian, dengan sebuah bentuk tanggung jawab untuk melindungi kami.Kami tidak butuh perhatian dalam bentuk pujian, bukan sanjungan, bahkan sekedar pertanyaan simpel yang sebenarnya tidak penting.

Wahai para ikhwan, biarkan kami terbang dengan idealisme kami. Biarkan kami melayang dengan buaian iman kami, biarkan kami bertahan dalam sujud-sujud kami, dalam alunan tilawah kami, dalam cinta Illahi..

 Woow.. Ternyata puitis juga. Tak kusangka. Tak kukira. Bisa juga tangan ini menulisnya. Hanya ingin mencurahkan hati dan pemikiran. Satu hal yang membuat saya mengerti tentang seorang akhwat adalah ketika melihat sendiri bukti-bukti yang bertebaran di sekeliling saya dan mungkin beberapa saya alami sendiri. Terutama untuk para ikhwan nih, tahukah engkau? Bahwa seorang akhwat itu sekuat apapun dia, jika engkau berkali-kali mengetuk pintu kehidupannya, lama-lama ia akan membuka. Layaknya sebuah engsel pintu yang longgar setelah pintunya lama ditarik untuk dibuka.

Tak percaya? Percaya saja deh. Saya buktikan langsung nih. (tapi karena bukan pengalaman pribadi jadi hanya bisa memastikan 80% keyakinannya). Tapi cukup yakin sih dengan hipotesis saya ini. Bahwa seorang akhwat mudah terbawa ketika arus deras menyapa. So saya ingatkan untuk para kaum ikhwan, hargai dan sayangi kami tapi……………………………

Jangan pernah memberi perhatian lebih kepada kami, walaupun engkau tidak bermaksud seperti itu. Apalagi jangan pernah nganggap “adik” “kakak”. Walaupun memang awalnya sang akhwat menganggap sebagai kakak, lama-lama karena terlalu sering interaksi, akan membuat timbul ikatan kimia (double compression). Ikhwannya juga sih, sok perhatian, sok membantu, (nggak apa-apa sih asal pada waktu dan tempat yang tepat), hehe curcol.

Hubungan ikatan ion kimia antara lawan jenis bisa timbul tatkala, sang kutub positif membuat kutub negatif dengan berbagai metode, menempel pada bagian kehidupannya. Padahal, belum tentu lho kutub tersebut memang cocok atau tidak. (Bahasanya tak kumengerti, sebenarnya ngomong apa sih?)😉 Maaf.. bingung nyari kata..

Yang pasti (jadi curcol), saya sangat gerah ketika seorang ikhwan  yang overprotektif terhadap akhwat (dalam kasus diluar suatu koordinasi organisasi). Saya juga pernah mengalami ini, kadang itu sangat menyebalkan (apa sih nih orang? sok perhatian), tapi naluri wanita akan merasakan kenyamanan itu.Jujur nih gue. Disadari atau tidak. Akhwat sangat peka terhadap fluktuasi rasa dibanding rasio. Yakin deh, sekuat apapun dia, tetap saja, setan tak pernah lengah mencari celah. So, buat kamu-kamu sang Hawa, jangan pernah terjebak buaian perhatian Adam terhadapmu. Karena apa? “Karena ada orang yang lebih-lebih-lebih baik lagi yang telah Allah persiapkan untukmu, daripada dia saat ini”. Untuk engkau para kaum Adam, jangan pernah memberi perhatian lebih (di luar kewajaran deh batasannya.. Saya rasa Anda paham.. So toy) terhadap kaum Hawa. Dengan begitu sebenarnya engkau telah melukai hatinya, dan membuatnya berpaling dari-Nya, atau membuatnya lebih mencintai makhlukNya dibanding diriNya.

Satu lagi jatuh, terjebak dalam dimensi.. Ya Rabbana.. Semoga Engkau senantiasa menjaga orang-orang yang mencintai karena cinta padaMu, bukan cinta karena nafsu..

7 thoughts on “h3m1n9w4y

    • “biarkan, hiraukan, dan mari kita bermain bersama kita – kita”

      ini maksudnya buat saya, “kalo ada ikhwan yang main-main”. Mendingan mainnya bareng akhwat-akhwat aja. Gitu raf.

  1. So the wolf fall in love with the lamb?

    pengen bilang gini.. Haha.. Lo ga level sama gue.. Gitu aja.. Kalo jodoh kita bertemu di pelaminan aja yha.. c u there with your wife and my husband..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s