Resep Memaafkan


Saya pernah begitu mengagumi seseorang, karena sikapnya yang kebapakan dan penuh kasih, kegigihannya untuk memperjuangkan hal-hal yang terbaik bagi keluarganya, dan ketaatan lelaki itu dalam beribadah. Padahal, tempat ia mencari nafkah selalu memberi peluang besar untuk terjerumus dalam perbuatan maksiat.
Namun, suatu ketika lelaki itu melakukan satu kesalahan besar, dan saya nyaris membencinya seumur hidup. Tapi seorang sahabat mengingatkan bahwa ” Tak ad a manusia yang sempurna. Sebaliknya manusia merupakan tempat berbuat salah, lupa, dan lalai. Dan karenanya, sudah merupakan keharusan bagi kita untuk menerima kesalahan orang lain sebagai suatu kewajaran, dan satu bentuk kemanusiaan itu sendiri.’

Saya coba memahami pernyataan tersebut, dan sejak itu lebih mudah bagi saya untuk menerima kesalahan orang lain, dan memaafkannya!

Asma Nadia

One thought on “Resep Memaafkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s