Love Cancer


Cinta. Satu kata berjuta makna. Tenang. Menghanyutkan. Dahsyat. Mendera sukma. Itulah cinta. Tapi terkadang cinta tidak menjadi anggun, menyucikan, dan menyejukkan jiwa. Malah membuat hati terracuni oleh sel-sel yang menggerogoti jiwa. Seperti yang kita tahu, kanker merupakan salah satu bentuk penyakit, dimana sel-sel berkembang dan bertumbuh secara tidak terkendali. Itulah kanker.

Lalu apa yang dimaksud dengan kanker cinta? Yha, jika kita padu padankan kedua kata tersebut. Maka bisa ditarik garis bahwa kanker cinta adalah cinta yang mendalam dan menggerogoti jiwa sang pecinta. Ia berkembang membabi buta. Melebihi cintanya pada Rabbnya. Itulah kanker cinta. Cinta sang pecinta kepada makhlukNya.

Cinta. Kuat. Dahsyat. Lembut. Penuh haru biru. dan anatagonis. Begitulah cinta, tak terlihat tapi bekerja dengan apik menelusup hati sang pecinta. Begitulah cinta, deritanya tiada akhir.

Yha begitulah penggalan cinta yang ku tulis saat ini, ketika sedang mengerjakan tugas harian, menyempatkan waktu untuk menulis. Pernah aku membicarakan masalah cinta bersama dengan seorang sahabat saya, sebut saja Chia. (;)) Berawal dari kekagetanku mengenai sebuah nada cinta yang tidak pada tempatnya menyeruak ke permukaan khalayak ramai. Akhirnya kami berbincang, dan sampailah pada suatu kalimat “cinta itu seperti kista”. Tahukah Anda kista itu apa? Kista adalah salah satu pertumbuhan sel pada tubuh, seperti pada rahim perempuan. Yang namanya kista itu, bisa tumbuh perlahan dan awalnya tak terlihat. Tapi makin lama ia akan membesar dan menggerogoti nyawa sang pemilik tubuh. Ketika kista diangkat, terkadang kemungkinan untuk tumbuh kembali itu masih ada. Hingga menyerang menjaid sebuah kanker ganas yang banyak menelan korban.

Begitupun cinta. Cinta ibarat sebuah kista dalam hati. Apabila diangkat, maka besar kemungkinan ia akan bertumbuh kembali dalam hati. Betapa eloknya jika kista cinta kita ditujukan kepada sang pemilik Cinta sejati. Bukan diberikan kepada sesuatu hal atau insan yang belum halal bagi kita.

Biasanya, menurut teman saya, orang akan terjebak ke lubang yang sama jika berbicara cinta. Ini terbukti, dari dua responden, didapatkan hasil bahwa keduanya mengalami hal yang sama persis terkait cinta yang pernah mereka alami sebelumnya.

Begitulah cinta, damai terasa, dan saling dirindu sang pecinta. Tapi, cinta sejati adalah cinta yang bermuara pada Illahi. Bukan didasarkan pada kerlingan mata sekejap atau eloknya tubuh, tapi iman yang kokoh sebagai tiang perlindungan diri. Ingat kawan. setan tak pernah tidur. Ia selalu terbangun untuk mencari celah pada hati manusia agar menduakanNya.

zzZzZzzZZzz… Otak sedang stak, terlalu banyak kasus yang membuat terperangah, terkaget-kaget, shock, tak percaya, hingga aliran air mata menetes di pipi. I need to know, why it should be like that????

4 thoughts on “Love Cancer

    • eh.. malu-malu tapi mau kulihat sayang, nampak jelas di matamu.. Kamu memang yang pertama cinta… Menyentuh pipiku dengan manjaaaaa.. hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s