Be best of the best


Hidup adalah belajar.
Belajar untuk bersyukur meski tak cukup.
Belajar untuk ikhlas meski kadang tidak rela.
Belajar untuk taat meski berat.
Belajar memahami meski tak sehati.
Belajar bersabar meski terbebani.
Belajar setia meski tergoda.
Belajar tersenyum meski sedang marah.
Belajar bahagia meski dalam derita.
Belajar dan terus belajar untuk tetap berada di jalan yang benar.
Belajar menjadi hamba yang terbaik menurutNya.

Let’s learn everything in the world. ^^

Belajar itu mencari sesuatu yang tidak kita ketahui agar menjadi tahu. Nah, ini mengenai cara belajar seorang aktivis versi saya. Semoga Anda yang seorang aktivis tetap mencetak prestasi yang sama dengan para SO. Terkadang saya selalu tergelitik yha, dengan orang yang sibuk yang masih bisa meraih prestasi dibanding orang yang hanya ke kampus benar-benar untuk belajar, nggak punya aktivitas apapun. Sebenarnya pada dasarnya belajar itu snagat mudah dan simpel. Asalkan kita memang memiliki kemauan yang kuat untuk itu. Seperti dalam tulisan saya yang bertajuk “Pilih gayamu!”, tulisan ini mungkin sequel dari tulisan tersebut yang keburu di post sebelum saya lanjutkan, hehe soalnya udah harus masuk kelas jadi udah deh seadanya.

Yha, saat ini saya megang tiga amanah formal di bidang kaderisasi dan syi’ar. Cukup menyita wakttu dan pikiran? Tentu saja, tapi amanah non formal lebih menyita pemikiran saya dibanding amanah formal. Hehe. Semua amanah tersebut tentu saja membuat waktu-waktu belajar menjadi berkurang. Mungkin bagi orang yang SO, ketika pulang ke rumah atau kostan langsung belajar, kalo saya? ehm, beres-beres rumah, ngerjain tugas atau amanah yang belum selesai (contoh jarkomin orang, hehe), belum agenda pribadi dengan semua targetan harian, tau-tau udah jam12 malem.. Ngantuk? iyalah, langsung tidur, bangun jam3an baru tilawah, eh- tau-tau udah azan shubuh, udah gitu beres-beres rumah, masak buat sarapan, nyapu, ngepel, eh udah jam 6 ada rapat pula di kampus. Lalu kapan belajarnya?

Atau saya juga sering dijuluki manusia “keparat” (kerjaan pasti rapat). Jadi kalo teman saya nanya abis kuliah kamu mau kemana? atau kenapa kamu jam segini udah disini? Jawaban saya pasti “rapat”. Hehe. ya gimana lagi..

Sebenarnya setiap orang memiliki potensi dan cara belajar yang unik. Contohnya, saya belajar hanya ketika menjelang ujian saja, dengan catatan saat kuliah kita tetap memperhatikan dosen (nggak juga seh,, perhatian kalo pak Edwan cerita tentang kepiting rebus, burung kakatua, cerita tentang perjalanannya ke Cape town, afsel, korea, jepang, jerman, inggris, dll.. sisanya hehe.. kadang ngantuk apalagi kalo dosen yang kurang enerjik dalam menjelaskan.. ahha), selain itu setiap menjelang ujian teman-teman kelas saya sering mengadakan parade mengajar, jadi setiap orang harus mengajarkan mata kuliah tertentu pada bab tertentu pula, mau ngerti atau nggak harus ngajarin itu prinsip kita. Otomatis langsung belajar tuh, kalo nggak dikeluarin dari geng anak ganjil tl07. Haha

Pokoknya sih, setiap orang punya karakter masing-masing kalo belajar, saya berkarakter visual, jadi mau diceritain berkali-kali pun kadang hanya 20% saja nangkep, saya bisa ngerti kalo ada gambar,tulisan, atau sesuatu yang bisa dilihat. Mungkin akan berbeda dengan tipe auditori. Kadang saya juga bisa belajar dengan alunan musik klasik (serangkaian simfoni beethhoven, strauss, tchaikovsky, debussy, dll…. Walaupun akhirnya terlelap.. hehe) atau kondisi benar-benar hening (malem-malem atau shubuh2).

Ah ribet ceritanya kepanjangan, intinya pasti saya nyaris ga pernah belajar, paling baca-baca skimming catatan kuliah pas mau tidur. Hehe. baru deh dikebut pas seminggu sebelum ujian. Intinya gimana sih, biar kreatif dalam belajar? Tetep cumlaude sesibuk apapun? Atau seminimalnya masuk sepuluh besar IPK tertinggi di prodi? Gampang koQ.. (Songong.. Astaghfirullah.. :-))

Satu. Kenali karakter kamu ketika belajar. Ada tipe auditori atau visual, perasaan ada tiga tapi saya lupa.. Saat kamu tahu karakter kamu kayak gimana, maka lakukan saja sesuai karakter belajar. InsyaAllah, mata kuliah apapun, dosen sekiller apapun, BISA dimengerti..

Dua. Cari cara paling efektif dan efisien ketika belajar. Mungkin belajar sendiri atau berdiskusi atau cara ajar mengajar seperti saya. Atau mungkin mendengarkan musik atau murattal (kalo saya denger murattal jadi nggak belajar soalnya jadi ingin ikutan sambil muraja’ah.. hehe).. Atau mungkin kamu bisa belajar ketika disekelilingmu banyak amunisi (cemilan.-red)

Tiga. Atur waktu belajarmu. Jangan biasakan sistem SKS kalo mau ujian. Usahakan ada waktu belajar minimal dua jam per hari. Kalo sistem SKS itu akan ada tatap muka, belajar sendiri, syalala kan..

Empat. Munculkan sikap optimisme, bahagia, senang, ceria, dan tentunya sikap kompetitif. Sebenarnya itu cara saya bisa belajar dengan optimal, yang seminimalnya cumlaude udah ditangan kamu lah.. Saya terpacu belajar karena saya orang yang nggak mau disaingin (nggak negatif kok persaingannya, hehe). Saya selalu menerapkan sifat ” be best of the best”. Kebetulan temen-temen deket di TL itu, orang-orangnya juga kompetitif jadi kita saling bersaing untuk mendapatkan nilai A. Oleh karena itu, cukup menjadi batu loncatanlah. Walapun kadang saya nggak suka sama matakuliahnya tetep dapet nilai A dan malah lebih expert di bidang tersebut. hehe. Terus jangan pelit sama ilmu, ajarkan dan berilah pengetahuan pada orang lain. Tapiiiii, jangan memberi tahu pas ujian boy. Kadang kalau ujian, nggak ada yang mau deket-deket saya.. Padahal saya udah mandi lho.. wangi lagi..😀

Lima. Coba lakukan sistem reward and punishment. Biasanya kalo ujian saya lancar and dapet nilai A. Saya akan memanjakan diri dengan membeli makanan, biasanya silverqueen atau eksrim hehe. Kalau nilai saya jelek, saya akan berpuasa jajan atau apalah yang sebenarnya hal yang kita tak suka untuk dilakukan..

ke Nol dan Enam. Awali dengan basmallah akhiri dengan hamdalah. Lakukan semua karena Allah dan berdoa semoga ilmu yang kita peroleh bisa bermanfaat. Nggak cuma dapet IPK 3 koma sekian, yang pasti tak ada yang sia-sia ketika dilakukan karenaNya. Percayalah bahwa Allah sayang sama kita dan pasti akan memberikan yang terbaik. Maka, tak layak bukan, jika kita hanya mempersembahkan yang biasa saja?

Oke..
Siapp?
Bersedia?
Mulai..!!
Bismillah – Ingat Allah- Alhamdulillah.

Aktivis kreatif dan prestatif bukan sekedar mimpi! Ketika aktivis dakwah dijadikan role model oleh orang disekitarnya, udah baik, rajin, aktivis dakwah, prestatif lagi.. Asik bukan, lebih mudah mengajak teman dalam kebaikan.. :-)  …………. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s