Ajari Aku


Aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah. Namun dihatiku hanya satu, cinta untukMu luar biasa.

Angel berkata : Hai, kawan-kawan jangan lupa berhusnudzan pada orang-orang. Selalulah berprasangka baik pada saudara-saudaramu, meski kau tertatih menghadapi runtuhnya kerajaanmu, sulitnya menembus topan, dan dahsyatnya tsunami. Percaya saja, bahwa mereka memiliki urusan yang jauh lebih penting dibanding urusan yang kau sedang kerjakan. Trust them. It works!

Devil said ” Yha, dasar emang ga niat. Udah kamu salah, nggak ngingetin. Udah nggak bisa, nggak konfirm. Wajar aja kalo kamu suudzan sama mereka. wkwkwk”

Angel mebantah : ” Nggak bisa gitu dong. Mungkin saja memang mereka sedang tidak ada pulsa, jadi sulit membalas. Mungkin banyak yang harus dikerjakan jadi lupa membalas. Atau mungkin lagi di jurang, nggak ada sinyal. Husnudzan aja.  Atau mungkin emang nggak ngerti, ajakan kamu nggak jelas sih. Jadi nggak tahu, lagian mungkin sedang banyak tugas kuliah atau amanah lain yang tidak bisa ditunda. “Bukankah ukhuwah terendah adalah berprasangka baik terhadap orang lain? Just trust them. “

Devil said ” Ya udah, lo sendiri sih yang membuat temen  lo terjerumus untuk berprasangka buruk. Coba kalo lo bilang nggak bisa, andai kalo lo tanya walaupun nggak tahu. Emang dasar manusia, bodoh”

Seseorang pernah mengatakan padaku “kenapa masalahku rasanya tidak pernah habis?” Memang kalau dilihat dari “kacamata” manusia, teman tersebut selalu ditimpa musibah bertubi-tubi dalam waktu-waktu yang berdekatan. Kami yang melihatnya juga menjadi miris. Namun teman yang lain menenangkan dengan berkata “Kamu harus bersyukur karena Allah masih mau memperhatikan kamu, memberimu cobaan. Kalau kamu bisa menjalaninya dengan ikhlas dan sabar, insya Allah kamu akan mendapatkan pahala atasnya, bahkan akan diangkat derajatmu dari sebelumnya. Tapi kalau kamu hanya bisa pasrah dan tenggelam dalam kesedihan, tidak ada manfaat sedikitpun yang kamu dapatkan, kamu hanya akan semakin terpuruk dalam masalahmu, dan tidak akan ada jalan keluarnya. Masalah pasti akan selalu ada dalam kehidupan seseorang. Orang yang selalu berpikir bahwa dirinya tidak mempunyai masalah, justru itulah masalah terbesarnya-merasa tidak memiliki masalah”.

Akupun tersentak. Dalam hati aku selalu saja mengeluh kepada Allah jika aku ditimpa suatu kesusahan. Yang ujian tidak lulus lah, yang sakit berkali-kali gak sembuh-sembuh lah, yang tugas bertubi-tubi gak ada habisnya lah….huhhhh..pusiiing….

Itulah bedanya kalau kita menilai segala sesuatu dari “kacamata” manusia. Seolah masalah selalu datang silih berganti tanpa memberi kesempatan kepada kita untuk menghirup nafas lega sedikit saja. Tapi jika kita mencoba melihatnya dari “kacamata” Allah, mencoba mengambil ibroh dari peristiwa-periatiwa itu, Insya Allah hidup kita akan senantiasa tenang, diliputi rasa syukur, menganggap suatu cobaan sebagai satu batu loncatan untuk mencapai derajat yang lebih tinggi jika kita berhasil melewatinya.

Jadi buat kamu-kamu yang ngerti bahwa bersuudzan itu tidak baik, ajarkanlah aku dengan cara yang baik-baik. Ingatkanlah dengan cara yang baik. Karena ketika kedua belah pihak mengkonfirmasi dan memberi tahu, mungkin mampu meredam prasangka-prasangka buruk itu. Anda dan saya sama-sama manusia. Tapi mungkin kedewasaan kita yang berbeda. Mungkin aku lebih kekanak-kanakan dibanding Anda semua. Jadi, silahkan budayakan konfirmasi, jika ada seseorang yang bertanya atau membutuhkan bantuan. Katanya, separah-parahnya nggak dateng, konfirmasi boi (tersentak aku, biasanya jarang konfirm, atau udah konfirm malah nggak dateng)..

** Semangat berSri-seri.. Jangan menangis lagi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s