Sunda yang Hilang


Pengalaman pertama pergi jalan di hari raya Idul Adha. Udah sepekan yang lalu sih, tapi karena laptop baru sembuh jadi aja baru posting sekarang hehe. Yha, let check it out my experience.

Kali ini Gamais merayakan Idul Qurban di desa Pangguh Kabupaten Bandung, Majalaya. Awalnya saya nggak akan ikut, tapi entah mengapa merasa tidak tega pada adik-adikku. Jadi yasudahlah akhirnya berangkat juga. Setelah shalat Ied di rumah, langsung pergi, sempet sarapan ketupat dulu sih, sambil menunggu angkot, tapi akhirnya dianterin kakak juga. Wow, jalanan Dago amat sangat sepi, kawan. Maklum masih jam 7.30an.. hehe

akhirnya bersama dengan adik-adik tercinta, aku berangkat ke sana. Sepanjang jalan sambil berpikir mau ngadain acara apa yha buat ibu-ibu disana????Sesuatu yang berhubungan dengan daging. Hem, apa yha? Gule? atau steak kambing?? Sepanjang jalan saya searching-searching. dan akhirnya saya memutuskan untuk membuat steak. Padahal, it was the first time i made a steak, friend.. Haha

Saya meminta teman-teman untuk membelikan merica, susu, kecap, garam, dan masako. Dan tak lupa meminta bagian kecil daging, yang entah daging apa, kata adik saya sih daging kerbau. Hadooh. Mana nggak tahu lagi tekstur daging kerbau kayak gimana. Tapi, yasudahlah yha.. Kan ibu-ibunya nggak tahu kalo ini juga pertama kalinya masak steak.

Allahu Akbar.. Allaaaaaaahu Akbar … (suara adzan terdengar dari balik dinding tempat saya berada) Hadooh, semakin deg-degan aja saya. Beneran ini mau bikin steak??? Ah, lapar.. Makan doloo.. Lho, kok si bapak RT udah ngajakin ibu-ibunya ke mesjid. Hadooh.. dan dimulailah kegaringan kita anak Sunda. Trio Sundanesse..

“Assalamu’alaykum, ibu-ibu”. Nepangkeun, nami abdi ****, kalereusan abdi linggih di Bandung, ayeuna teh sim abdi nuju kuliah di ITB. Syalalala… dalam bahasa Sunda yang karagok, soalnya udah lama nggak ngomong bahasa Sunda. T_T.. Sedih, padahal saya urang Sunda. Tapi emang nggak mirip mojang Sunda sih,, sedih… Tapi nggak papa sih. Haha

Setelah menggaring ngalor ngidul sampai nggak tahu mau ngobrol apalagi. Akhirnya pesenan saya tiba, merica dan kawan-kawan. Dan taraaaaangggggg.. dimulailah parade memasak Setik (bahasa ibu-ibu sono). Tahukah kawan? disaat kita sibuk mencari gas karena tak ada minyak tanah. Bahkan mereka masih menggunakan tungku tradisional. Pakai kayu, yang jika apinya mati harus ditiup. Mana asap kemana-mana. “_”..😦

Seng-seng-seng… Saya iris tipis tuh, si daging kerbau. Dagingnya emang beneran daging kerbau, soalnya merah banget. Tapi no problem, bukan saya yang nyicipin. hehe. trus di cuci bersih. trus ditaburin bumbu masako. (Padahal steak sesungguhnya, pakai lada hitam dan bahan-bahan lainnya). terus saya panasin mentega. langsung goreng deh si dagingnya. tunggu sampai mateng, balikin, balikin lagi, sampai well done. (nyaris nggak sama kayak chef, haha). terus yang satu lagi, saya masak bareng ama susu. And, how about the taste?

Kalau kata ibunya sih, “Enak, teh, teu acan pernah mendakan daging jiga kieu”. Tapi entahlah apa rasanya. Terus si ibunya bilang. “Di dieu mah, jarang mendakan daging, sataun sakali oge jarang, janten teu teurang kumaha masak daging sapertor kieu.” Sedih.. Padahal, saya di rumah masih bisa beli daging. Tapi emang dasar saya nggak suka daging (kecuali ayam, atau jenis olahan daging sapai yang emang enak dimakan), yang lainnya never!

Begitulah, kegaringan saya menghibur ibu-ibu disana. Tahu nggak, tempat dimana saya masak, yang punya baru 15 tahun lho, tapi udah punya anak.. -_-“..😀 . Nggak mupeng kok, hanya saja, begitulah kondisi Indonesia. Apalagi kalau melihat kondis lingkungan disana. ya Alllah.. Sedih sedih sedih. Secara saya anak lingkungan. Langsung, sense keTLan saya bekerja.

Yah begitulah cerita Idul Adha dari saya…

 

4 thoughts on “Sunda yang Hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s