Jangan tutupi halaman rumahku..


2010 Desember.. Aku masih merasakan warna hijau disekeliling rumah, walaupun sudah mulai berwarna-warni oleh cat dinding..

2011 Januari. Tidaaaak.. Semua hanya ada dinding pembatas. Sekelilingku tak lagi hijau..

Sedih bukan main, ketika hari ini aku mengetahui bahwa daerah sebelah barat rumahku akan dibangun Hotel. Menyebalkan? Mengesalkan? Tentu saja. Teringat Ipin berceloteh, Geram..Geram..Geram. Saat ini ketika saya sedang menulis artikel ini, hati saya masih panas. Astaghfirullah. Banyak-banyak mohon ampun. Emang emosi sedang tidak stabil.

Bagain barat rumahku terdapat hamparan rumput taman Golf Dago Endah. Tapi segera akan disulap menjadi hotel oleh pengembang hotel.  Menurut surat undangan yang saya baca, area tersebut akan digunakan sebagai Club house dan hotel. Cem-cem bar kayak gitu, ntah mengapa langsung berpikir Saritem. Andaikan aku tadi datang ke acara musyawarahnya, pasti aku keluarin semua perda, amdal, dan semua pengetahuanku tentang pembangun tata ruang wilayah dan kota. Mau jadi apa Baleendah, Simpang Dago, ketika hujan tiba, ketika satu persatu meter persegi Bandung Utara dibangun???

Heran deh, semua yang membangun area Dago Utara kok diizinkan? Padahal dosenku sering bilang, Dago Utara itu wilayah konservasi air tanah dangkal. Kalo ditembok dna bahkan dikeruk oleh hotel-hotel tersebut, gimana nasib anak cucu kite? dan yang lebih mengesalkan adalah pembangunan hotel tersebut disetujui sang walikota Bandung.. Ckckck.. Parah, walikota nggak sadar anak cucu kali yha.. Astaghfirullah.. Emosi kian memuncak ini.. Emang enak sih, fulus mengalir dengan mudah, tapi bagaimana Anda mempertanggungjawabkan dihadapan Rabb Anda, wahai pemimpin? Jujur saya merasa sangat tidak setuju dengan pembangunan ini.

Walaupun papa bilang, sang pemilik hotel akan membuat pembanguan dan bangunan yang ramah lingkungan, tapi saya masih tidak setuju. Bahkan sampai detik ini. Apa yang akan terjadi jika, hotel dan semua fasilitasnya menggunakan air tanah dan mengeksplorasinya secara besar-besaran? Warga masyarakat Sekepicung ini sebagian besar menggunakan air sumur.

Apa yang akan terjadi bila, condotel hotel syalala itu mendirikan sebuah bar, yang tidak terkontrol penggunaannya? Mau jadi apa warga sekitar yang notabene mendapat penghidupan dari perusahaan Anda, yang juga kebanyakan adalah perempuan.

Dan banyak hal yang membuat saya sangat menentang pembangunan hotel ini adalah karena akan menghilangkan kenangan-kenangan masa kecil saya di sini..

Andai aku jadi walikota! Anda walikota peka lingkungan ! Kapan negeriku memiliki pemimpin yang memang ingin menyejahterakan warganya? Kapan negeriku punya pemimpin yang tidak hidup mewah? Yang semua harta kekayaannya disumbangkan untuk kepentingan umat. Kapan negeriku punya pemimpin yang tidak hanya mementingkan kehidupan manusia, akan tetapi semua yang ada di alam semesta ini? Aku rindu sosok Rasulullah., Abu Bakar, Utsman bin Affan, Umar bin Khaththab, dan Ali bin Abi Thalib serta para sahabat lainnya.. Tak terasa air mata turun perlahan.. Sedih.. T_T..😦

2 thoughts on “Jangan tutupi halaman rumahku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s