Belajar dari Penyesalan


Mungkin aku sombong, maka Ia menegurku seperti ini..

Mungkin  aku lalai dan lena, maka Ia tunjukkan sesal ini..

Mungkin aku terlalu meremehkan segala hal, hingga aku mendapat dampak dari sikapku ini..

Mungkin aku lupa bersyukur saat mendapatkan kesuksesan

Mungkin aku juga lupa bersabar atas kegagalan yang aku alami

Hingga suatu kali aku mendapatkan titik poin dari semua sikap burukku..

Aku menyesal tak bisa berusaha lebih keras dan aku menyesal tak banyak meminta kepadaNya.. Aku terlalu sombong dengan semua kemampuan yang aku miliki.. Kini, bahkan tangisan berhari-hari pun, takkan mampu mengembalikan waktu yang telah berlalu.. Hanya sesal yang aku derita.. Ketakutan dan kekhawatiran yang membuat semua pikiranku surut, jatuh, dan tunduk dalam kepasrahan tak berhingga kepada Sang Kekasih Hati.

Namun, penyesalan takkan berarti ketika itu hanya menjadi angin lalu yang tak dihiraukan…

Begitulah kisah senduku saat BT (Bad Tuesday). Pasalnya dua ujian mata kuliah yang aku hadapi tadi pagi membuat semua persendianku luluh tak berdaya. Semua pemikiranku hilang terbuang oleh keterkejutan dan ketidakmampuanku menjawab soal-soal yang diberikan. Padahal itu soal sangat mudah (lagi-lagi sombong.. :D) akan tetapi aku tak mampu menyelesaikannya. Berbagai kemungkinan buruk menggelayuti pikiranku. Akankah aku mengulang mata kuliah itu tahun depan? Memupus semua asa dan cita ku yang telah direncanakan sejak dulu? Ohh Rabbi, ampunilah hambaMu yang nista ini..

Lagi-lagi penyelasan itu selalu datang di akhir, seperti biasa ibarat pahlawan bertopeng yang datang kesiangan. Sayangnya hal ini, berdampak pada aktivitasku yang lain, aku tak mampu berpikir rasional saat ini. Padahal ujian lain masih menunggu antrian untuk diselesaikan. Sesal ini tak berujung. Kenapa aku tidak memasrahkan semuanya kepadaNya, karena Ia adalah Maha Pencipta. Tak ada yang tidak mungkin dilakukan olehNya. Tapi aku masih saja sombong..

Mempercayakan semua pada Allah melegakan hati ternyata.. Menitipkan diri ini pada-Nya semata adalah anugrah terindah yang kupunya..🙂

Aku tersadarkan dengan status FB seorang teteh sekolah. Kenapa aku tidak mencoba mempercayakan semua padaNya? Selama ini Dia selalu memberikan kesuksesan luar biasa padaku. Bahkan terkadang hidupku selalu terasa perfect. Hanya gara-gara dua ujian ini membuatku hanyut dan terlempar ke dalam lagoon yang dangkal. Padahal penetrasi matahari masih bisa masuk, tapi aku ibarat lumpur yang mulai mengendap perlahan menjadi tumpukan organik sedimen. Bahkan ketika aku dibutuhkan oleh pihak lain, aku tak mampu memberikan energi untuk mereka. Aku tak mampu walau hanya untuk berasimilasi dengan semua yang mereka kerjakan.. :-((

Nyaris ketakutan memenjarakanku dalam dunia tropholitic yang penetrasi cahaya mentari sudah tak mampu masuk..  Aku ingin kembali ke zona litoral yang semuanya serba baik dan berjalan dengan lancar. Tapi namanya juga hidup, kadang di atas kadang di bawah, kadang sukses tapi juga gagal, dan kadang kadang lainnya yang mewarnai hidupku.

Tapi sekarang aku harus bangkit, mempercayakan semua padaNya. Apapun yang Dia berikan pasti yang terbaik untukku. Bukankah begitu Tuhan? Semoga para dosen memberikan yang terbaik, hanya berharap yang terbaik… Penyesalan atas semua kesalahanku ini semoga bisa menjadi tonggak kebangkita menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bisa memanfaatkan segala hal dengan tepat dan baik. Aminn…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s