Caterpillarphobia


Setiap tahun baru pasti selalu membuat resolusi, target, cita-cita, keinginan, dan lainnya. Begitu pula dengan saya, salah satunya yaitu menghilangkan phobi terhadap ulat bulu.. Hyaaakkk.. Merinding disco, dengernya. Apalagi liatnya, wuihhh bisa teriak saya. Padahal ulat bulu cantik sih, tapi gara-gara pernah trauma sama yang namanya ulet, imun dan sensitifitas tubuh saya terhadap ulat bulu menjadi meningkat. Saya bahkan bisa menyadari ulat bulu atau ulat jenis apapun sekecil apapun, yang bahkan orang lain tuh tidak menyadari keberadaannya. Apalagi yang segede atau lebih besar dari jari tangan saya. Pasti langsung loncat-loncat.

Dulu saya pernah, nyentuh ulat bulu macam ini, tapi warnanya putih. Pas zaman SD kelas dua. Waktu itu saya sedang memanjat hendak memetik buah rambutan di belakang rumah. Nah, dahan yang saya pegang itu tertutup sama daun pisang. Jadi tak terlihat ada ulat disana. Ketika saya pegang, arrrggggggghhhh, bulu-bulu tuh ulat menusuk telapak tangan saya. Saya pikir waktu itu ada duri dahan rambutan atau apalah. Tak dinyana setelah daun pisang di buka, jreng…jreng.. ULAAAATTTTTT.. Hiiiiiiiiii… Otomatis apa yang kalian pikirkan?????

Betul sekali, saya langsung menjatuhkan diri dari ketinggian dua meter, bayangkan anak sekecil ini menanggung beban (haha jadi nyanyi). Pokoknya seharian itu saya nangis sesenggukkan, ketakutan luar biasa, belum lagi kaki kanan agak memar dan tak tahu lah rasanya, luar biasa sakit deh. Terus telapak tangan saya dibalut sama parutan bawang putih, soalnya gatel dan merah-merah…

Makanya dari sono, saya ga suka banget sama ulat bulu, ulat sutra jua, bahkan ulat tak berbulu sekalipun. Kalo ada ulat sekecil apapun, pasti langsung ON. Kalo ga teriak, lari, atau loncat-loncat, bahkan bisa menjatuhkan diri, dan menangis. Pernah ketika saya KP di Dago Pakar, setiap hari saya selalu berjalan ke sana. Tahulah lah jalan ke daerah sono kiri-kanannya masih banyak tumbuhan dan kebun, di Jalan raya pasti aja saya nemuin ulat. bahkan yang segede kira-kira satu cm, pasti langsung menghindar. Padahal orang-orang disekitar saya tak menyadari..

Mungkin ga sih, kita ngilangin phobia????? Mungkin-mungkin aja… Mencoba, walaupun kemungkinannya 2%..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s