Katastrofa 2011


Cita adalah asa. Asa adalah kehidupan. Tanpa asa, untuk apa kau Hidup? Asa harus dimiliki dengan penuh keyakinan dan semangat optimisme. Bukan sebaliknya kemalasan dan keraguan. Asa harus dibarengi dengan semangat perjuangan dan pengorbanan. Begitupula segala hal yang baik lainnya untuk mendapatkannya. Asa setinggi langit tak cukup hanya di tuliskan, tapi diperjuangkan.

Setiap manusia memiliki asa. Dan daripadanya berlomba-lomba untuk memperjuangkannya. Namun, tetap saja ada yang malas, stagnan, dan ada juga yang semangat. Begitulah kehidupan manusia, bagaikan gelombang di laut lepas, kadang naik kadang turun bahkan menyelam di kedalaman.

Sebuah asa walaupun hanya setitik tinta, tapi ia mampu membuat orang dengan kanker darah stadium 4, bersemangat untuk hidup dan sembuh. Padahal mungkin harapan ia untuk hidup sangat kecil, tapi untuk itulah asa menjadi penyemangat hidup. Akan tetapi asa seluas samudra namun tak dibarengi dengan perjuangan, hanyalah sebuah angan yang mengawang di angkasa cita. Sebegitu pentingkah sebuah asa??

Tahun lalu mungkin semua asa tak terwujud dengan sempurna. Tapi bukankah bisa kita kejar di tahun ini. Setiap orang berpendapat bahwa, tahun sekarang harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Tapi tentu saja dengan pemikiran yang matang. Benarkan?? So, kita buat asa dan cita membumbung ke singgasana langit. Kita perjuangkan dan wujudkan. Dan kita gantungkan hanya kepadaNya. Tidak perlu kita gantungkan kepada makhlukNya, cukup hanya kepadaNya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s