Window Shopping..


Kemaren siang saya pergi ke Istana Plaza Bandung di daerah sekitar PasKal. Itu adalah kali kedua saya pergi ke tempat tersebut. Terakhir kali ke sana sekitar SMP kelas 3. Sekitar 7 tahun yang lalu. Saat menginjakkan kaki di sana, auranya nampak berbeda. Mungkin karena saya pun jadi orang yang berbeda. Getting old, haha.

Gedung yang nampak anggun, mewah, hedon, dan segala macam padanan katanya. Rencananya menemani sang teman untuk mencari barang kebutuhan kulap kami ke Borneo ke ACE Hardware. Tapi akhirnya kita jalan-jalan ke seluruh pelosok toko di sana. Aalnya mencari tas, terus cari sepatu, terus cari jam tangan. Mentok-mentok ke Gramedia setelah dua jam berkeliling coba sana coba sini. Entah mengapa, tapi saya sangat senang dengan window shopping apalagi di supermarket. Wuiiih, bisa berjam-jam ngeliatin barang mulai dari makanan, minuman, bumbu masakan, ampe perabotan rumah tangga.. Haha.. Asik aja liatnya. Wasting time??? Nggak juga sih. Karena setiap supermarket jadinya saya tahu bahan ini ada lho di sini, bahan itu ada lho di situ. Dunia ibu-ibu banget ya..? Dan sama halnya denga ibu-ibu tradisional yang selalu membandingkan harga di toko satu dan lainnya.

Tapi selain itu saya banyak mengamati tipe-tipe orang. Ada yang sekedar jalan-jalan dan makan di food court, ada yang emang maniak belanja, ada juga yang bekerja atau hanya sekedar hang out. Kebanyakan yang dateng itu orang-orang keturuan China. Orang pribumi hanya sebagai pekerja saja. Sedih sih. Tapi itulah realita bangsa kita. Haha. Akhirnya menjelang pulang kami ke supermarket dulu, awalnya saya mau cari tempat minum.. Tapi ndak ado pilihan di Giant. Jadinya beli nugget, spaghetti, susu, yakult, tisu, dan lain-lainnya.. haha.. Bekal pulang. Boros tapi..

Kemudian setelah itu kami pun pulang.  Di perjalanan ketika menaiki kendaraan umum, si angkotnya mogok lantaran bannya kena paku dan kempes. Akhirnya saya menunggu sekitar 10 menit saat di ganti ban. Mau duluan pake angkot lain tapi ga tega lihat bapakanya. Jadi mikir banyak orang di luar sana yang membuat saya terenyuh dan tidak pernah bisa tega. Tapi kenapa sama papa sendiri tega-tega ajah???? Haha.. Ampun pah..

Saat ini pun saya melihat begitu banyak ke-individualistisan dari masrakat Indonesia. Ketika sang supir tengah mengganti ban, ada saja penumpang yang langsung pergi tanpa membayar. Tapi masih ada juga yang menunggu dengan sabar seperti saya dan seorang bapak. Akhirnya kami berbincang selama supir mengganti ban. Inti pembicaraannya, “kasihan lah sama orang kecil, punya hati dikit kenapa sih?”. Agak berpikir juga sih, benar juga yha.. Kita kan sesama muslim, kok tolong menolong aja sangat susah??

Ehmmm… Begitulah catatan perjalanan saya hari ini.. Menambah pengalaman, pengetahuan, dan juga koleksi toko makanan.. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s