Temen ala Balita


Aku SD..

Krisyan : Ahhh, ini punya aku nggak boleh pinjem…

Ivan : Biarin we.. (ngerebut mainan..)

Krisyan : Hwuuaaaa huaaaaa (nangis skenarionya.. ampe berjam-jam.. hihi lebay)

Ivan : kaburrrr….

Krisyan : berhenti nangis.. (10 menit kemudian).. Ivaaann, urang ameung… (ala Sunda)

Aku Kuliah

Krisyan : kenapa ini orang, dikit-dikit pundung, ga ada kerjaan lain selain pundung apa?

Raja Julian : Gue masih kesal, ga akan gue bales sms si krisyan. Bodo amat. (nggak bales sms krisyan, dia yang rugi padahal.. ceritanya begitu..)

Krisyan : Iya sih mbak, masak cuma gara-gara aku telat ngasi barang, eh langsung marah dia, terus aku hubungin ga mau reply,  emang gengsi kali ya haha, kalo dia butuh juga bakalan ngehubungin aku (nelpon mbak nya.. )

1 minggu kemudian.. No communication..

Krisyan : Sabarr.. wuihhhh.. Yang penting udah minta maaf, mau dimaafin atau ngga itu urusan dia.. Sabarr.. (padahal kesel dan ingin marah juga jadinya.. ckckck.. Sabaaaarr..)

Pernah membedakan sebuah pertemanan ketika beranjak dewasa dengan ketika masih kanak-kanak? Jelas sekali perbedaannya bukan? Jika Anda ingin memilih, pilihan apa yang Anda inginkan? Masa kanak-kanak atau setelah Anda menjadi seorang mahasiswa (dewasa secara fisik kali yah.. haha)? Dari hasil sensus yang saya lakukan terhadap beberapa teman saya, kebanyakan mereka ingin seperti masa kanak-kanak. Bagaimana tidak masa kanak-kanak masa serba enak.

Berteman saat masa kanak-kanak ketika terlibat pertengkaran kecil, 5 menit kemudian “everything’s okay”. Semua kembali ke normal layaknya tak terjadi suatu apapun. Semua senang dan semua kembali gembira. Walaupun sebelumnya sempat diwarnai rebutan atau tangisan. Tapi tidak lama dari itu kembali akur. Ya nggak??? Ya tahu. Nggak usah ngeles.. Namanya juga anak-anak. Dan itu yang membuat saya suka dengan anak-anak terutama balita. Tak banyak luka yang didapat. Happily ever after..

Kemudian bagaimana ketika menjelang SD->SMP->SMA->Kuliah? Semua berubah seiring perubahan kedewasaan kita baik fisik maupun psikologis. Betul kan? Zaman SD mungkin ketika marah pasti akan adu mulut atau berantem fisik atau kalo yang cewe-cewe menunjukan muka yang nyebelin abis deh.. Haha (pengalaman !). Ketika menjelang SMP mulai diem-dieman. SMA udah mulai kerasa nuansa mendung dan halilintar. Apalagi pas zaman kuliah, ego makin tinggi sulit untuk mengakui kalau Anda salah dan minta maaf. Ah, terlalu gengsi untuk memulai hidup baru. Haha

Atau terkadang ketika Anda sudah besar, sering menemukan ada temen yang tidak suka dengan kebahagiaan atau kedudukan Anda yang lebih tinggi. Merasa dikalahkan? Mungkin. Tapi masa iyah sih? Ya itu bergantung karakter seseorang sebenarnya. Ketika kita tak mampu menekan ego dan marah, mungkin hal ini yang bisa membuat sebuah pertemanan kandas di tengah jalan. Semua hancur hanya karena ego dari salah satunya.  Emang dasar si egooo..

Ketika masa kanak-kanak jiwa dan pikiran kita belum terbentuk tapi setelah dewasa semua berubah. Mungkin ada rasa malu, gengsi, takut ketika mengucapkan kata “maaf”. Padahal boleh jadi orang yang sedang kau marahi tak salah atau bahkan bingung, “nih orang kenapa ya?”. Udah pundung, nggak bilang lagi salahnya dimana??? Dasarr Nasib.. Haha

Tapi pertemanan bagaikan miniatur kehidupan. Ada bahagia, sedih, terluka melukai, tersakiti menyakiti, ada tawa canda, senyum, dan sebagai-sebagainya. Tapi alangkah lebih baik jika kita dengan bijak menyikapi ketidaksukaan kita atau kemarahan kita dengan bersikap sabar dan rendah hati serta legowo (kata temen ini..).

TerkaDang kita seRing terLuKa, tiDak muDaH membeRi maaf dan tidak muDah meLepAs maaf.. muLut munGkin berKata iKhLas tapi baRa aMaRah maSih ada daLam dada..  HinGga kaDang kita tidaK perNah biSa meLepAsnya..

..Astaghfirullah..

Keep cool, calm down, humble, no matter what they said and did.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s