Jumpa Borneo


Senin tepatnya pukul 6.10am Sang Sriwijaya bergegas mengepakkan sayap-sayap mesin pesawat mengantarkan rombongan (sebagian) kulap Savakra TL ITB menuju Bandara Sepinggan Balikpapan. Awan-awan mendung yang mengarak langit biru memenuhi sekeliling pesawat menemani perjalanan kami menuju Jantung Borneo alias Kalimantan. Sesekali mega mendung dengan partikel-partikel uap air yang terkandung didalamnya menyapa Sriwijaya dan mengguncang badannya. Ada rasa takut menyinggapi teman disampingku hingga ia memelukku yang tengah asik membaca dan melamun. Terkaget dan tersadar aku dari lamunan panjang. alhamdulillah yang memelukku itu perempuan, jika yang memelukku adalah laki-laki, sudah saya maki-maki dan saya robek-robek tiketnya (maksudnya???). Ada pula seorang bapak separuh baya duduk di samping kananku. Dengan wajah yang nampak baru pertama kalinya menaiki pesawat, duduk kedinginan dengan rasa pilu tak tahu harus minta bagaimana untuk mengecilkan desahan angin AC. Akhirnya dengan sadar aku mengecilkan volume AC yang menyorot padanya. Terjadilah percakapan kecil dengan beliau. Alhamdulillah lagi bapaknya baik banget dengan mengajak saya bercerita tentang Kalimantan. Beda halnya ketika yang duduk disamping saya adalah teman saya dulu ketika pergi ke daerah timur Indonesia, berasa patung saya (pengalaman yang membuat kikuk bukan kepalang hahaha, semoga tak terjadi lagi, bisa stress saya walaupun satu jam, tapi nice bangetlah untukmu kawan, bestbestbest person).

Akhirnya pukul 9 WITA lewat kami tiba di Bandara Sepinggan BPN. Wangi udara mulai tercium tatkala pintu Sriwijaya dibuka oleh para pramugara. Udara panas langsung menelusup ke dalam pori-pori blazer yang saya pakai. Terlalu tebal bajuku, gumamku dalam hati. Luar biasa panas, tapi ini mungkin hanya 0,0000000000000(tak berhingga……..1% panasnya Naar. Keringat bercucuran saling mendahului membasahi wajahku. Rombongan kami disambut oleh panitia kulap Savakra dan pihak manajemen Walikota Balikpapan. Setelah mengambil barang-barang bawaan kami, kami bergegas memasuki mobil panjang yang cukup menyejukkan kami dengan panasnya sinar mentari kala itu. Alhamdulillah.

Sekitar 30 menit kemudian, rombongan Citilink menyusul kami dan akhirnya kami berangkat menuju Gedung Walikota Balikpapan. Gedung itu cukup sederhana dengan desain interior yang cukup menunjukkan kebanggaan akan budaya Kalimantan Timur. Mulai dari background, hiasan dinding, hingga ornamen dinding yang terpampang. Kami disambut dengan cukup hangat dan memuaskan. Wajah ramah, lingkungan yang rapi dan bersih, dan kota yang sesuai dengan peraturan menunjukkan bahwa Balikpapan sesuai dengan julukannya “Madinatul Iman”.

Dimulai dengan sambutan dari kedua belah pihak dan akhirnya acara makan siang pun dimulai.. Wuihhh makanannya mantap! Prasmanan haha. Ada udang tepung, ayam, sayur daging, terus sambal, terus minum es jeruk, puding, dan buah-buah. Nikmatnya.. Tapi lupa foto makanannya. Selesai makan siang dilanjutkan shalat zuhur dan presentasi dari perusahaan yang akan kami kunjungi yang berada di bawah kendali pemkot. Perusahaan tersebut adalah IPAL Margasari dan TPA Manggar.

Kemudian kami bersegera menuju TPA Manggar. TPA Manggar adalah salah satu TPA yang ada di Kaltim. Metode yang digunakan adalah metode sanitary landfill. Setiap hari sampah yang masuk diurug dengan tanah yang ada. TPA ini dilengkapi dengan Pengolahan Air Lindi Sampah dan rumah Kompos. Jika Anda berada di sana, nampaklah sekawanan sapiyang berada di daerah tersebut berkeliaran dengan bebas. Sebelum memasuki daerah TPA, mobil pengangkut sampah akan melewati jembatan timbang. TPA ini tergolong kecil, namun lebih baik jika dibandingkan dengan TPA yang pernah saya kunjungi di P.Jawa.

Lokasi TPA Manggar

Tempat Pencucian Truk Sampah

Rumah Kompos

Penyaringan kompos

Perapihan sampah di landfill

Kolam Fakultatif- Pengolohan Landfill

Setelah ke TPA Manggar kami pergi ke IPAL. IPAL Margasari merupakan instalasi pengolahan air limbah yang berada di kota Balikpapan, Kaltim. IPAL Margasari mengolah limbah cari domestik sebelum dibuang ke badan air. Namun, belum semua wilayah BPN terfasilitasi dengan IPAL ini. Unit yang berada di IPAL Margasari cukup sederhana terdiri dari Bak penampung (RSPS), kolam equalisasi, bak sedimentasi I dan II, kolam lumpur, dan kolam air terolah.

Bak RSPS

Kolam Ekualisasi

Bak Lumpur

Lumpur IPAL sebagai tanah tanaman

Setelah bermandikan keringat akhirnya saya beserta rombongan tiba di Hotel Wisma Patra milik Pertamina. Ya, cukup nyaman dengan dua tempat tidur dan kamar mandi dalam, komplit dengan meja rias, meja tamu, TV kabel, lemari es, dan lemari pakaian. Hehe

Malam pertama di Balikpapan, diisi dengan menonton film Inuyasha versi Inggris, sekalian belajar bahasa Inggris. Tak lupa sesi foto-foto.. Hehe.. Malam diluar sangat indah. Pemandangan tempat pengilangan minyak di mana flare gas yang membakar minyak terlihat bagaikan lilin ditengah gelapnya langit malam menghiasi kota Balikpapan.

Kamar Wisma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s