Amazing Trip


Ini ada oleh oleh dari Borneo. Sepanjang perjalanan dari Balikpapan-Samarinda-Bontang saya melihat pemandangan yang saya rindukan. Setidaknya 10 tahun terakhir ini di Bandung. Coba tebak, apa itu? Ya kurang tepat, apa seeeh. haha. Sepanjang perjalanan saya masih melihat pepohonan yang rindang nan menjulang tinggi. Saya bisa mencium wangi hutan alami (padahal di bis yang tertutup rapat). Nampak asri dan tak terjamah.

Beda sekali dengan Bandung sekarang. Sepanjang perjalanan hanya gedung yang menjulang tinggi. Di sana masih banyak tersimpan kekayaan alam yang banyaaak banget. Tak heran jika banyak objek vital nasional berada disana, mulai dari minyak, gas, tambang, hutan, dan lain-lainnya. Bahkan saya pun mengunjungi BP Migas , Virginia Company of Indonesia (VICO), Badak Natural Gas Liquification (Badak NGL), dan Pertamina Refinery Unit V Balikpapan yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas. Indominco Mandiri yang merupakan perusahaan tambang batu bara. Pupuk Kalimantan Timur Bontang, IPAL Margasari dan TPA Manggar Balikpapan, dan PDAM Gunung Lipan Samarinda tak luput saya kunjungi, teman-teman saya bahkan berkesempatan mengunjungi TOTAL E & P perusahaan minyak kayal VICO juga.

Ketika dalam perjalanan menuju salah satu site di Indominco, salah seorang supervisor disana bercerita betapa kayanya Indonesia. Tapi sayangnya kita masih saja miskin. Bahkan seharusnya, Amerika Serikat dan Jepang lewaaaaat. Betapa tidak, luas lahan Indonesia besar, kekayaan laut berlimpah, kekayaan tambang luar biasa, kekayaan alam super duper beragam, dan segudang kekayaan Indonesia yang lainnya. Bahkan menurut beliau, Jepang tidak akan maju seperti sekarang jika tidak karena Indonesia. Sampai-sampai, jika terjadi sesuatu dengan Indonesia, Jepang akan menjadi negara pertama yang membela Indonesia. Mantap banget kan Indonesia. Tahu ga kamu, batu bara terbesar di ekspor ke mana? Ya, Jepang lah jawabannya, tapi tak kalah pintarnya dengan Indonesia, ribuan mobil dan motor serta barang elektronik made in Japan penuh berjejal di Indonesia.

Pun saya teringat di salah satu novel karya Habiburrahman EL shirazy yang mengatakan hal yang sama dengan yang diatas. Untuk itu, wahai generasi muda belia pengganti para sesepuh, yuk mari yuk kita majukan Indonesia. Jangan mau jadi orang terjajah di negeri sendiri, miskin di daerah sendiri yang sebenarnya kaya banget. hayu ah, kita bergerak ! Untuk Indonesiaku!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s